AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Biarkan Saya pergi


__ADS_3

Pukul lima pagi, Aku pun membuka kedua mataku, Aku lihat diriku yang sudah tidak memakai apapun, sementara itu Aku lihat Mr. Alva masih tertidur pulas. Aku pun segera turun dari tempat tidur dan memutuskan untuk segera pergi dari rumah Mr. Alva.


Aku ambil pakaian ku yang tergeletak di atas ranjang mewah itu, setelah Aku memakai semua pakaian ku, Aku pun segera keluar dari kamar Mr. Alva dan membangunkan Evan untuk pulang. Aku melihat Evan tidur di sebuah kamar yang cukup luas, kemudian Aku masuk dan segera membangunkan putraku. Seorang pelayan menghampiri ku dan berkata, "Maaf, Nyonya! Nyonya mau kemana? Ini masih terlalu pagi Nyonya! Kasihan Tuan muda Evan." apa Aku ndak salah dengar? Pelayan itu memanggil Evan dengan sebutan Tuan muda!


"Tuan muda siapa maksud Mbak?" tanyaku kepada Mbak Pelayan yang memakai seragam berwarna hitam putih itu.


"Tuan Alvaro yang mengatakannya." jawabnya sembari tersenyum.


"Mister Alva bilang seperti itu?" tanyaku semakin penasaran, ini menguatkan dugaanku jika Mr. Alva sudah mengingat semuanya. Tapi, kenapa dia harus berpura-pura belum ingat.


"Iya Nyonya! Tuan Alvaro memang mengatakan hal itu kepada kami semua, jika anak ini adalah Tuan muda kami, Kalau boleh Saya tahu apa anak ini adalah anak Nyonya?" tanya pelayan itu. Tentu saja Aku mengiyakan pertanyaannya.


"Iya! Ini anak Saya? Memangnya kenapa?" Aku pun semakin penasaran bagaimana bisa Mr. Alva mengistimewakan putraku, seolah-olah memang dirinya sudah ingat.

__ADS_1


"Nggak apa-apa Nyonya! Cuma Saya heran saja, kok Mr. Alva sangat menyayangi Evan, sampai-sampai Mr. Alva memberikan gelar itu kepada anak Nyonya, seperti dia itu anak kandung Mr. Alva. Tapi, setahu Saya Mr. Alva belum pernah menikah dan dia belum pernah berhubungan dengan wanita manapun." mendengar penuturan pelayan itu Aku pun mulai berpikir untuk bertanya soal calon istri Mr. Alvaro.


"Benarkah? Bukannya sebentar lagi Mr. Alva akan menikah?" tanyaku kepada sang pelayan yang terlihat tertawa mendengarkan pertanyaan ku.


"Kok Mbak malah tertawa sih? Aku tanya serius Mbak? Mr. Alvaro akan menikah, bukan?" tanyaku sekali lagi, dan Ia pun menjawabnya. "Ya ampun, Nyonya! Siapa bilang Mr. Alva ....!" pelayan itu tidak melanjutkan kata-katanya karena terdengar suara Mr. Alva memanggilnya.


"Hei Wati! Di sini kamu rupanya, cepat siapkan Aku air hangat, hari ini Aku ingin berendam bersama Nur. Cepat! Tunggu apa lagi!" titah Mr. Alva yang sedang menghampiri kami berdua, pria itu tampak berdiri di tengah pintu menatap kami yang sedang berbicara.


"Mau kemana kamu?" tanyanya kepadaku dengan tatapan yang tajam.


"Sa-saya mau mengajak Evan pulang." jawabku sembari menghindari Mr. Alva yang selalu ingin mendekati ku.


"Pulang? Tidak akan ada yang bisa pergi dari rumah ini tanpa seizin dariku, itu juga berlaku untukmu." katanya sembari berdiri di belakang ku, aduuhh aroma tubuh Mr. Alva benar-benar membuatku terbius, semalaman dia tidak membiarkanku pergi dari pelukannya, mumpung pagi ini Aku bisa lepas dari pelukannya. Aku ingin pergi saja. Tapi, sekarang dia ikut terbangun, jadi Aku tidak bisa lari lagi. Dia terlihat memegang tanganku dengan erat dan memelukku dari belakang.

__ADS_1


"Mister! Tolong biarkan Saya pergi, bukankah Mister tidak pernah menganggap Saya sebagai istri Mister, tolong jangan siksa perasaan Saya seperti ini, wanita itu pasti sangat sakit jika Ia tahu bahwa kita sedang berdua seperti ini." kataku sembari menahan deru nafas Mr. Alva yang menyapu tengkuk leher ku.


"Hmm ... benarkah? Apa dia akan marah? Aku rasa tidak! Dia tidak akan marah, kamu tenang saja. Kita nikmati saja momen berdua kita, karena Aku tahu kamu sangat menikmatinya, bukan begitu!" sesak rasanya nafas ini, kulit ini terasa merinding ketika Mr. Alva mencium tengkuk ku merambat ke arah bahu. Dengan cepat Aku menepis mulutnya dan menjauhkan diriku dari hadapan pria yang sudah membuatku meracau semalaman itu.


"Jangan mendekati Saya lagi Mister! Stop di situ saja, kalau Mister mendekat lagi Saya teriak nih, biar Evan bangun dan semua orang yang ada di rumah ini terkejut." Aku mengancamnya seperti itu.


"Kenapa? Aku tidak akan menyakitimu, kita mandi yuk! Setelah mandi kita sarapan dan sesudah itu Aku akan mengantarkan mu pulang. Tapi, Aku lebih suka kamu tinggal di sini." katanya enteng.


"Tinggal di rumah Mister? Terus wanita itu bagaimana? Mister ini jangan aneh-aneh deh! Katanya Saya ini bukan istri Mister. Tapi, Mister seolah-olah ndak mau ninggalin Saya. Piye toh maunya Mister? Jangan bikin Saya pusing dong! Terus katanya Mister mau nikah, yang bener yang mana sih? Atau jangan-jangan Mas Tejo udah ingat, ya! Tapi Mas Tejo pura-pura masih lupa, pura-pura amnesia? Awas saja kalau Mister pura-pura amnesia Aku buntungin tuh buaya kamu ... eh eh eh turunin Saya Mister!" rupanya Mr. Alva langsung mengangkat tubuh ini dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi yang sudah disediakan oleh pelayan.


"Nggak usah banyak bicara, bawel banget sih jadi perempuan." katanya sambil menggendongku pada pundaknya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2