
"Buaya? Buaya apa toh Mbak Nur? Mbak Nur ini ada-ada saja, mana mungkin di rumah Mr. Alva ada buayanya, eh ... tunggu-tunggu, jangan bilang buaya yang dimaksud oleh Mbak Nur itu si terong nya Mr. Alvaro, bukan?" ucap Rini menebak, Aku pun tertawa kecil mendengar Rini mengatakan terong.
"Mbak Nur kok malah ketawa, jadi beneran buaya itu terongnya Mister Alva? Hooo ya Allah Gusti Pangeran, Mbak Nur dan Mr. Alva main terong-terongan? Wah wah wah ini benar-benar kacau, emang bener nggak sih Mr. Alva itu Suaminya Mbak Nur?" tebak Rini yang jujur Aku pun terkejut kenapa bisa Rini benar menebaknya.
"Bentar toh Rin, Aku tuh masih belum mengerti maksud kamu tentang terong Mr. Alva, sekarang dari mana kamu yakin jika Mr. Alva itu Suamiku, Aku ndak pernah bilang begitu?" kataku sembari duduk di kursi dan meletakkan leherku pada sandaran kursi yang terbuat dari bahan kayu itu.
__ADS_1
"Hehehe maaf ya, Mbak! Selama ini Aku tuh udah curiga dengan sikap Mr. Alvaro sama Mbak, awalnya galak kok lama-lama jadi dekat, terus Mbak Nur seperti nyaman banget sama Mr. Alvaro. Aku dan Pak Giman mencoba mencari tahu tentang kebenarannya, apalagi kemiripan wajah Evan dan Mr. Alva lah yang membuat kami semakin curiga, belum lagi cerita Mbak Nur yang bilang jika Mas Tejo menghilang begitu saja saat malam pertama Kalian dan baru bertemu dengan Mr. Alva sekarang. Mr. Alva juga vakum dari perusahaan juga udah lima tahun setelah Ia berhasil ditemukan, kok ya sama persis dengan waktu yang Mbak Nur cerita kan. Dugaan kami jika Mr. Alva itu sengaja dibawa oleh seseorang ke kota tanpa sepengetahuan Mbak Nur, hmm kayak diculik gitu, Mbak!" ungkap Rini yang membuatku mulai curiga jika yang membawa Mas Tejo ke kota adalah Pardi.
Karena Pardi sejak kepergian Mas Tejo, dia selalu berusaha mendekati ku, owalah! Kok ya baru sadar Aku.
Aku hanya bisa menghela nafas panjang, apa yang Rini katakan sudah cukup membuatku mengerti kenapa Mas Tejo ninggalin Aku, ternyata dia tidak sepenuhnya ninggalin Aku, Mas Tejo sengaja dipisahkan dariku karena ulah Si Pardi. Ya Gusti, ternyata selama ini Aku sudah buruk sangka dengan Mas Tejo.
__ADS_1
"Iya Rin! Kamu benar, Mr. Alva adalah suamiku. Dan sekarang Aku sedang mengandung anak kedua kami." kataku yang membuat Rini terkejut kembali.
"Waduh! Mbak Nur hamil lagi? Wah wah wah ternyata Mr. Alva ganas juga yo Mbak? Eh ngomong-ngomong kok Mbak Nur bisa hamil, sih? Gimana ceritanya?" Rini terlihat begitu penasaran, "Owalah Rin! Kamu itu masih gadis, takutnya jika Aku ceritakan yang sebenarnya, kamu bisa-bisa gemetaran." kataku sembari tersenyum menatap ekspresi wajah Rini yang terlihat begitu polos.
"Udah Mbak! Cerita saja, Aku kan penasaran, Mbak? Kok bisa sampai hamil sih, pasti kalian melakukannya berulang-ulang, iya kan?" tebak tebakan Rini yang cukup membuatku tersenyum.
__ADS_1
"Tidak! Aku dan Mr. Alvaro melakukannya cuma semalam saja. Tapi, kami melakukannya sebanyak tiga kali." jawabku yang membuat Rini memutar bola matanya.
"Aduh Mbak Nur! Yo pantesan saja cepat jadi, orang udah tiga kali gitu, ah ... aduh-aduh kok tiba-tiba pingin pipis sih." celoteh Rini yang membuatku tertawa kecil. Ada-ada saja kelakuan si Rini. 🤭