AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Aku harus pulang


__ADS_3

Setelah cukup lama hujan mengguyur kawasan tempat tinggal Bi Rodiah, kini hujan telah reda, perlahan Aku membuka kedua mataku, seketika Aku sangat terkejut saat cahaya lilin itu telah mati, Astaga! Jam berapa sekarang? Ruangan itu terlihat gelap gulita, sementara suara tetesan air hujan yang lewat asbes rumah terdengar saling bersahutan, hujan telah reda, membawa kisah yang sangat indah, untukku dan juga untuk Mas Tejo.


Dalam suasana gelap itu sebuah tangan melingkar di atas perutku, Aku melihat Mas Tejo tidur sembari melingkarkan tangannya pada pinggang ku, sekilas Aku lihat wajah suamiku dalam temaram, kini suamiku telah kembali padaku, Aku cium keningnya dan sesekali Aku usap Pipinya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Ah Mas Tejo ku benar-benar tampan.


Melihat wajah Mas Tejo seperti Aku melihat putra kami, Evan. Seketika Aku teringat tentang putraku yang ku tinggal di rumah bersama Rini. Astaga, Evan! Aku harus pulang, Aku khawatir dia akan mencari ku. Aku pun segera melepaskan tangan Mas Tejo pelan-pelan agar Ia tidak terbangun. Setelah itu Aku beranjak turun dari atas ranjang dan astaga! Aku benar-benar tidak mengenakan apapun, benar-benar bulat, aduh Mas Tejo nih gimana sih, mbok ya di pakein pakaian dalamku setelah digunakan, biar ndak kelihatan semrawut gini, mana lebat sekali.

__ADS_1


Aku pen bergegas mencari-cari dimana lokasi pakaian dalam ku yang berbentuk segitiga dan dua cup berwarna merah muda itu, Aku berkeliling mencari keberadaan mereka berdua di sudut-sudut ruangan bahkan dibawah kolong tempat tidur, dimana Mas Tejo membuangnya? Aku masih bingung juga. Masa Aku tidak memakai pengaman itu? Ya ndak enak dong, pasti bergelantungan bebas dua pepaya ini, belum lagi lembah yang rimbun itu jika tanpa penutup, pasti masuk angin Aku nanti.


Sejenak Aku melihat ke arah pria yang kini sedang tidur nyenyak itu, suamiku. Aku melihat Ia tampak memeluk sesuatu, seperti benda yang Aku cari-cari sedari tadi, setelah Aku dekati benar saja itu adalah pakaian dalam ku yang ku cari-cari, ya ampun! Ternyata Mas Tejo memeluk mereka berdua, untuk apa coba, sampai segitunya sih Mas Tejo, padahal dia kan udah menang banyak dapat isinya.


Aku mencoba mengambil benda itu dari pelukan suamiku, dengan sangat pelan Aku menarik CD dan kuttang ku yang berwarna pink cerah itu, ku tarik pelan-pelan agar dia tidak terbangun. Setelah melalui perjuangan yang cukup menegangkan, akhirnya Aku bisa mengambil benda-benda intim ku, huffftt akhirnya aku bisa bernafas dengan lega. Setelah itu Aku memakai kembali bajuku dan semua onderdil yang sudah dilepaskan oleh Mas Tejo semalaman. Entahlah sekarang jam berapa yang jelas seperti nya saat ini sudah dini hari.

__ADS_1


Aku ndak ngerti maksud Mas Tejo itu apanya yang anget dan empuk, setahuku yang anget dan empuk itu adalah roti yang baru keluar dari panggangan, hmm aneh-aneh aja deh kamu, Mas!


Aku pun tak kalah dari Mas Tejo, Aku bilang "Buaya mu besar dan perkasa, Mas!" nggak tahu kenapa saat Aku bilang seperti itu Mas Tejo semakin semangat dan semakin lincah membawaku terbang melayang, seperti sebuah mood booster saat percintaan semalam, saling memuji pasangan halal, tentu saja itu semua kami lakukan untuk saling memberikan kepuasan batin, agar hubungan kami tetap harmonis.


Setelah Aku lengkap mengenakan bajuku kembali, Aku pun segera menutup tubuh Mas Tejo yang saat itu masih polos tanpa sehelai benangpun, sehingga nampak sekali tonjolan di antara dua paha itu, Aku nggak bisa pungkiri buaya Mas Tejo benar-benar panjang dan besar, sebelum Aku pergi, Aku elus-elus Sebentar, hmm sangat menggemaskan. ekornya itu ya ampun! Membuat jiwaku meronta-ronta, dia sungguh laki-laki yang perkasa. Seketika Aku menarik tangan ku saat buaya itu tak sengaja terbangun, waduh! Bisa gawat kalau dia terbangun, bisa-bisa Aku ndak bisa pulang, Aku pun secepatnya menutup seluruh tubuh Mas Tejo dan segera beranjak pergi dari rumah itu.

__ADS_1


"Maafkan Aku, Mas! Aku harus pulang, Evan pasti mencariku." Aku pun membuka pintu rumah itu, ku dapati tak ada seorang pun yang lalu lalang di jalan, masih tampak sepi, hanya terlihat jalanan yang becek setelah hujan turun semalam, sama halnya yang Aku rasakan di area inti yang sangat tidak nyaman karena hubungan semalam, Aku pun segera berlari menuju rumah Bi Rodiah dan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diriku.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2