
Akhirnya, Aku sampai juga di dalam kamar mandi, Aku siram seluruh tubuh ini, permainan semalam benar-benar menguras keringat, masih ku ingat betul bagaimana cara Mas Tejo memperlakukan ku sangat-sangat istimewa, ya ampun! Begitu indah dia membawaku terbang melayang, sampai beberapa kali pelepasan, sebenarnya Aku malu banget sama dia, Aku menggelinjang beberapa kali, tapi dia hanya dua kali, tapi dia begitu suka saat Aku seperti itu, hmm sudahlah! Benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Aku melihat diriku di dalam cermin, astaga! Hampir seluruh tubuh ini dipenuhi dengan tanda merah yang Ia berikan semalam, perasaan dia hanya berfokus pada satu area, nyatanya dia menjelajahi seluruh yang ada dalam diri ini, dari leher tentunya, turun ke dada, perut dan juga kedua pangkal paha ini, semuanya tak luput dari tanda cinta dari Mas Tejo, mungkin karena Aku terlalu hanyut dalam kenikmatan semalam, sehingga Aku tak sadar jika Mas Tejo ternyata sudah menjelajahi setiap inci tubuh ini, hmm terserah dia lah mau ngapain, toh Aku ini adalah miliknya.
Selesai mandi Aku pun keluar dan menuju ke kamar, Aku lihat jam sudah menunjukkan pukul empat pagi, astaga! Nggak kerasa semalaman Aku dan Mas Tejo berada di dalam rumah itu, Aku lihat Evan masih tidur bersama Rini dan Bi Rodiah, ternyata anakku pengertian sekali, Ia tidur nyenyak sekali seolah dia tahu kedua orang tuanya sedang melepas rindu, Evan sayang! Sebentar lagi kita akan berkumpul bersama.
Sementara di tempat lain, Mas Tejo mulai terjaga, Ia bangun dan melihat ke sekeliling, Ia meraba-raba ranjang panas itu, tapi sayang dia tidak mendapatkan Aku berada di sampingnya lagi, dan dia juga tidak menemukan sesuatu yang semalam sempat Ia peluk.
"Nur! Kamu dimana, Sayang? CD dan bra itu kok nggak ada, jangan-jangan dia ... Nurrrrr!" teriaknya memanggil ku, Ia pun panik takut jika Aku pergi meninggalkan dia beneran. Dengan tubuh yang masih polos Ia langsung menghubungi ku. Aku yang saat itu sedang menyisir rambut basahku langsung mendapat telepon darinya, Aku melihat dering ponsel ku yang sedang Aku charger, karena semalam baterai tak mendukung.
"Mas Tejo!"
Aku pun mengambil ponsel itu dan Aku buka percakapan dengannya, Aku tahu dia pasti sangat khawatir karena Aku sudah pergi dari sana.
__ADS_1
"Halo, Nur! Kamu dimana sekarang? Kamu nggak boleh pergi lagi, Nur! Aku akan mencarimu sampai ke lubang semut sekali pun, Kamu tidak bisa pergi begitu saja, Nur!" tanya Mas Tejo dengan cemas.
"Ya ampun Mas! Aku nggak kemana-mana kok, Aku pulang ke rumah Bi Rodiah, Aku mencemaskan Evan, takut saja jika dia nangis cariin Ibunya." jawabku mencoba menenangkan suamiku.
"Hmm jadi sekarang Kamu ada di rumah Bi Rodiah? Ya sudah, Aku khawatir saja jika kamu pergi lagi, Aku tidak akan bisa menerima kenyataan jika kamu pergi dari sisiku, Nur! Aku benar-benar sudah tergila-gila padamu." ucapnya kepadaku.
"Enggak lah, Mas! Aku ndak akan ninggalin kamu, Aku juga bisa gila jika harus berpisah dengan mu, Mas!" jawabku sembari tidur rebahan di atas kasur.
"Hmm!"
"Kamu lihat sesuatu yang Aku peluk semalam nggak? Aku cari kok nggak ada?" katanya, Aku pun teringat jika semalam Mas Tejo memeluk onderdil milik ku, berupa CD dan bra milikku.
"Ya Aku pakai dong, Mas! Masa Aku tinggal, nggak nyaman tau nggak kalahu nggak pake itu, emangnya kamu buat apaan sih? Kamu mau pakai itu juga, diiihh kamu ini loh aneh-aneh aja, Mas!" kataku sembari membayangkan pasti dia sibuk mencari-cari onderdil milik ku itu.
__ADS_1
"Itu adalah semangat ku, Nur! Hah ya sudahlah, nanti Aku juga akan mendapatkan nya setiap hari, karena sebentar lagi kita akan bersama, tentunya setiap hari Aku bisa mencium aroma segar dari harum pakaian dalam mu." katanya yang membuat ku tertawa geli. Ya ampun! Ni bule benar-benar sudah gila, harum katanya hmm terserah dia bilang apa, tapi kenyataannya Aku selalu merawat organ intim ku, Aku selalu memakai rebusan daun sirih untuk membersihkan nya, sehingga tak ada aroma amis atau nggak enak, dan tentunya terasa kesat dan harum aroma sirih. Mungkin itu juga yang membuat Mas Tejo sangat menyukainya.
"Kamu ini loh Mas ada-ada saja, masa sampai segitunya sih, Aku jadi malu." kataku sembari senyum-senyum sendiri.
"Kenyataan nya gitu kok, memang benar-benar harum, Nur! Dan Aku sangat suka sekali, masih sama rasanya saat pertama kali buayaku menerobos masuk, sempit Nur!" pujian itu benar-benar membuat Aku terbang ke langit. Ihh dasar Mas Tejo.
"Kamu sekarang lagi ngapain, Nur?" tanyanya tiba-tiba.
"Aku habis mandi, Mas! Lengket banget badan ku, ndak nyaman banget tau ndak! Ya Aku pulang saja, lagian ini sudah hampir subuh, kalau kesiangan bisa bahaya, nanti orang-orang pada lihatin, apa kata mereka, Mas!"
"Ya biarin aja lah, lagipula sebentar lagi dunia akan tahu siapa kamu sebenarnya, kamu adalah Nyonya Alvaro." katanya dengan sungguh-sungguh.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1