AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
BONCHAP 1


__ADS_3

Terlihat semua orang-orang yang tadi mencibir dan mengata-ngatai ku sekarang mereka berebut mencium kaki ku, Aduh piye toh, Aku pun perlahan berjalan mundur, Aku tidak mau diperlakukan seperti seorang Dewa, Aku ini hanya manusia biasa, sama seperti mereka, cuma bedanya Aku tidak pernah menyinggung perasaan mereka, tapi kenapa mereka begitu tega berkata itu kepadaku.


Mas Tejo berdiri di depan ku dan berkata kepada semua orang yang sedang memohon maaf dariku, "Apa yang kalian inginkan dari istriku? Sudah puas kalian mencaci maki istriku, Aku memang sengaja tidak mengatakan kepada semua orang jika Nur adalah istriku, Aku ingin tahu bagaimana karyawan ku menganggap Nur sebagai seorang cleaning servis. Dan setelah Aku lihat, ternyata kalian sudah membuatku kecewa, ini kah cara kalian memperlakukan junior kalian, seharusnya kalian beri dukungan kepada nya, beri arahan bukan malah di marahi seperti itu, dimana rasa perikemanusiaan kalian, mulai besok Saya tidak mau melihat kalian berada di kantor ku lagi." Mas Tejo terlihat begitu marah kepada karyawan-karyawannya.


"Maafkan kami Mister! Kami tidak tahu jika Nur adalah istri Mister, kami sangat menyesal, kami mohon Mister mau memaafkan Kami." kata mereka sembari memohon-mohon agar suamiku memaafkan mereka.

__ADS_1


"Itu pelajaran buat kalian, jangan memandang orang lain sebelah mata, belum tentu kalian lebih baik daripada orang itu, hati-hati lah dalam setiap kata dan perbuatan, jangan sampai ucapan buruk kalian kembali pada diri kalian sendiri, kalau saja waktu itu Aku beri tahukan kepada kalian jika Nur adalah istrinya Mr. Alvaro. Pasti kalian akan menghormati nya dan memuji nya, mengelu-elukan Nur dan memperlakukannya istimewa. Tapi, sayangnya sifat iri dengki kalian tidak bisa membedakan perlakuan istimewa ku kepada Nur, kalian justru menganggap Nur telah berusaha untuk merayuku, padahal Aku sendiri yang meminta nya untuk menemaniku. Kenapa? Karena dia adalah istri ku, dan bayi dalam kandungan Nur adalah bayi kami, sekarang kalian puas! Baiklah ... kalian bisa pergi dari tempat ini, pintu rumah ini terbuka lebar untuk kalian semua, termasuk kamu ... Devi!"


Seketika Mbak Devi gemetar saat Mas Tejo menunjuk ke mukanya. Wanita yang bekerja sebagai staf di kantor suamiku itu hanya bisa menundukkan kepalanya, Ia tak sanggup menatap wajah ku, bukan hanya dia saja, termasuk gengnya yang biasa menertawakan ku dan mengejekku. Saat ini seperti kucing yang kecebur got.


"Ma-maaf Mister! Sa-saya sangat menyesal, Saya mohon maafkan Saya! Nyonya Alvaro! Saya minta maaf sama Nyonya, saya benar-benar manusia yang buta, Saya tidak tahu jika wanita yang selama ini selalu saya rendahkan ternyata dia adalah seorang ratu, saya benar-benar bodoh, hanya menilai dari penampilan luar saja, Saya mohon ampuni Saya Nyonya!" Mbak Devi terlihat meraih tangan ku dan menciumnya. Aku sendiri merasa ndak enak, masa sampai segitunya sih mereka memperlakukan ku? Aku ini masih merasa biasa-biasa saja, Aku ndak merasa lebih tinggi dari pada mereka.

__ADS_1


"Saya minta maaf atas perlakuan Saya selama ini kepada Nyonya! Saya adalah wanita yang paling bodoh, saya selalu merendahkan dan menghina Nyonya, Maafkanlah Saya Nyonya! Maafkanlah! Saya minta tolong jangan pecat kami dari perusahaan, Saya mohon!"


"Mbak Devi! Saya sudah memaafkan Mbak Devi! Saya juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, tapi untuk keputusan selanjutnya, Saya serahkan kepada suami Saya, beliau yang memimpin perusahaan, jadi beliau yang berhak menentukan nasib kalian." kataku sembari menatap wajah Suamiku yang saat itu terlihat begitu serius.


Aku mencoba bernegosiasi dengan suamiku, agar Ia bisa berfikir lebih dalam lagi. "Mas! Kamu yakin Ingin memecat mereka semua? Apa kamu tidak mau memberikan kesempatan kepada mereka? Iya Aku tahu mereka telah menyakiti ku, tapi bagaimana dengan nasib keluarga mereka? Sedangkan mereka mencari rejeki lewat bekerja di kantor kamu. Dan mereka sudah mendedikasikan diri mereka untuk memajukan perusahaan mu, Mas! Tapi, Aku juga tidak memaksa kamu untuk mempertahankan mereka karena kantor itu milikmu, hanya saja Aku sudah memaafkan mereka, sekarang keputusan ada di tangan mu, Mas!"

__ADS_1


Setelah mendengar kata-kata ku, raut wajah Mas Tejo sedikit berubah, yang tadinya terlihat begitu marah, kali ini Ia sedikit rileks paling tidak Mas Tejo tidak terlihat emosi lagi.


"Baiklah! Kalian beruntung karena mendapatkan pengampunan dari istriku. Tapi tidak untuk ku, hari ini hati nurani ku telah diketuk oleh ucapan istriku, Aku tidak akan memecat kalian, hanya saja Aku akan menurunkan jabatan kalian, agar kalian tahu bagaimana rasanya berada di posisi paling bawah, terutama kamu Devi dan teman-teman mu. Kalian sekarang akan menjadi cleaning servis mengganti kan Rini dan kawan-kawan." ucap suami ku kepada Mbak Devi dan kawan-kawan nya.


__ADS_2