AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Nur ibunya Evan


__ADS_3

Setelah Mr. Alvaro kembali ke kantor nya, Giman segera menemui Bos-nya itu, dan Giman mencoba memberi tahukan tentang apa yang Ia ketahui tentang Nur dan Evan. Berharap jika Alvaro segera mengingat kembali masa lalunya bersama Nur.


"Bagaimana dengan makan siangnya, Mister?" tanya Giman kepada Alva yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Tidak buruk, setidaknya Aku bisa memisahkan Nur dan Farid, agar mereka tidak terlalu dekat." jawabnya santai.


"Mister! Boleh saya bertanya sesuatu?" tanya sang asisten serius.


"Katakan!"


"Sebelumnya Saya minta maaf, Saya lihat Mister begitu perhatian terhadap Nur, apa Mister menyukai Nur?" pertanyaan sang asisten membuat Alvaro tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi kerjanya.


"Kamu bicara apa sih, Man. Nur adalah karyawan ku, kamu tahu sendiri Aku tidak terlalu suka dengan dunia percintaan, Aku cuma tidak mau dia ... dia ...!" belum selesai Mr. Alva melanjutkannya kata-katanya, rupanya sang asisten sudah menyela pembicaraan.

__ADS_1


"Dia didekati pria lain? Ayolah Mister buka hati Anda, Saya tahu jika Mister mulai menyukai Nur, lagipula Nur adalah gadis yang baik. Oh ya! Mister masih ingat anak laki-laki yang pernah Mister ajak jalan-jalan kemarin? Ternyata itu adalah anaknya Nur, Evan. Iya anak itu adalah anaknya Nur."


"Apa? Jadi ... Nur adalah Ibunya Evan! Omaigad!" Mr. Alvaro tampak tidak percaya jika Evan adalah anak kandung Nur, sementara itu Giman memperhatikan ekspresi wajah Alvaro saat mengetahui jika Evan adalah anak dari Nur, Ia begitu terkejut dan tidak mengira jika Nur sudah mempunyai seorang anak.


"Mr. Alvaro aneh banget, sebenarnya dia sudah ingat apa belum sih? Kalau Nur itu istrinya? Apa jangan-jangan Mr. Alvaro sengaja pura-pura masih amnesia untuk mengetahui kesungguhan cinta Nur?" batin Giman yang mulai curiga dengan sikap Bos-nya saat mengetahui jika Nur sudah memiliki seorang anak.


*


*


*


Mereka selalu mencari-cari kesalahanku, apalagi saat Aku keluar dari ruangan Mr. Alvaro, mereka bilang jika Aku sengaja menggoda Mr. Alva.

__ADS_1


"Dari mana kamu, Nur?" tanya Mbak Devi, salah satu dari ketiga karyawan yang pernah disuruh Mr. Alva minta maaf padaku.


"Dari nganterin minum untuk Mister, Mbak!" jawabku. Dia tersenyum sinis menatapku.


"Kamu nggak usah pura-pura deh, Nur! Kamu pikir kami tidak tahu dengan apa yang kamu lakukan?" ucap Mbak Devi sembari menatapku penuh curiga.


"Maksud Mbak Devi apa?"


"Kamu sengaja menggoda Mr. Alva, bukan? Dasar tidak tahu malu, perempuan seperti kamu itu nggak bakalan dilirik sama Mr. Alva, nggak usah mengira kebaikan Mr. Alvaro itu karena dia menyukaimu, dia itu cuma kasihan sama kamu." sungguh kata-kata Mbak Devi membuat ku tersinggung, bagaimana bisa dia berpikiran seperti itu. Memang tidak bisa ku pungkiri sekarang sikap Mr. Alvaro memang sangat ramah kepadaku, bahkan tak jarang dia mengantar ku pulang.


Apalagi setelah dia tahu jika Aku adalah Ibunya Evan, rupanya Pak Giman sudah memberi tahukan kepada Mr. Alva jika Evan adalah anakku, semenjak itu sikap Mr. Alvaro menjadi berubah selain kehadiran Pak Farid juga.


Mungkinkah ingatan Masa Tejo sudah pulih, tapi dia tidak pernah mengatakannya padaku. Saat Aku ingatkan tentang memori kami, Ia selalu mengelak nya, dia selalu bilang tidak ingat apapun tentang pertemuan kita. Kadang Aku mulai lelah untuk mengingatkan nya, sudahlah mungkin kami belum waktunya untuk bersatu, tapi Aku bersyukur setidaknya sekarang Mr. Alva sudah semakin dekat dengan anakku. Evan pun sangat bahagia bisa bertemu dengan Ayahnya, meskipun Mr. Alvaro belum mengetahui jika itu adalah anak kandungnya sendiri.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


...Menurut kalian Mr. Alvaro sudah ingat apa belum? 🤭...


__ADS_2