
Sejenak Alvaro terdiam saat mendengar ucapan Rini.
"Apa Nur sedang hamil?" batin Mr. Alva bertanya-tanya. Ada senyum tipis terukir pada wajah Mr. Alvaro, entahlah kenapa tiba-tiba saja dia senang mendengar jika Nur hamil.
Kemudian pria itu terlihat pamit untuk pulang ke rumah, mengingat hari mulai gelap. Ia pun berpamitan kepada Evan. "Ayah pulang dulu, ya! Besok Ayah janji akan datang kemari untuk bermain bersama Evan lagi, sekarang Ibu sudah pulang, Evan bersama Ibu ya, belajar yang rajin, biar nanti Evan bisa seperti Ayah!" kata pria itu sembari mengusap lembut rambut sang anak.
Sepertinya Evan tidak mau ditinggal pergi oleh Alvaro, Ia terlihat menahan tangan Alvaro agar pria itu tidak pergi meninggalkan dirinya.
"Ayah jangan pergi, dong! Evan masih pingin main bersama." rengek sang bocah yang terus bergelayut pada tangan Alvaro. Sementara itu Rini mencoba merayu Evan untuk mengizinkan Alvaro pulang.
"Evan! Mr. Alva juga butuh istirahat, besok kan masih ada waktu, nanti bermain sama Tante Rini dan Uti saja, ya! Tuh Ibu juga sudah pulang." bujuk Rini sembari berjongkok di depan sang bocah.
"Nggak mau Tante! Evan mau ikut Ayah pulang." jawab sang bocah yang terus bergelayut pada tangan Alvaro.
__ADS_1
"Ya sudah! Biarkan dia ikut dengan ku, Evan! Ayah akan mengajakmu ke rumah Ayah, gimana kamu senang?" ucap Alvaro kepada Evan. Tentu saja sang bocah sangat bahagia mendengar ucapan Mr. Alvaro yang mengajaknya pulang ke rumahnya.
"Tapi, Mister! Nanti Evan merepotkan Mister, lagipula Mbak Nur juga belum tahu." ucap Rini kepada Mr. Alva.
"Apa Kamu tega melihat Evan seperti ini, merengek terus, sudahlah! Biarkan saja, lagipula nanti Aku akan mengantarkan Evan pulang, bilang sama Nur Aku akan membawa Evan ke rumahku." ujar Alvaro sembari membawa Evan untuk masuk ke dalam mobil.
"Kalau begitu Aku pulang dulu, Evan Aku bawa. Bilang sama Nur, Evan pasti baik-baik saja." kata Mr. Alvaro sebelum meninggalkan rumah Rini.
Mr. Alvaro terlihat menggendong Evan dengan senang, sejatinya mereka berdua adalah Ayah dan anak, Rini dan Bi Rodiah terlihat saling menatap, hingga akhirnya mobil Mr. Alva meninggalkan rumah Bi Rodiah.
Setelah menunggu beberapa menit, akhir hasil testpack itu mulai terlihat, dan benar saja hasilnya pasti positif, dua garis merah yang sangat jelas, Aduh Gusti! Ternyata untuk kedua kalinya Benih-benih Mas Tejo beneran sangat ampuh, dulu dia juga semalam bercinta denganku, dan tak berselang lama Aku hamil. Dan sekarang terulang lagi, hanya semalam Aku melakukan itu dengannya, sekarang Aku positif mengandung anaknya. Hmm tak bisa kubayangkan jika saja dia terus menemani ku selama lima tahun untuk menjadi istrinya, mungkin sekarang jumlah anakku sudah bisa untuk membuat tim kesebelasan.
Kemudian Aku keluar dari kamar mandi, Aku mencari keberadaan anakku, Evan. Aku berjalan menuju ke ruangan depan, Aku melihat Mr. Alvaro sudah tidak ada lagi di rumah ini, tapi Aku melihat Rini dan Bi Rodiah tengah berjalan menuju ke dalam rumah. Tapi, Aku tidak melihat keberadaan anakku, Evan. Dimana anakku?
__ADS_1
Aku pun menanyakan kepada Rini dimana Evan berada.
"Rin! Evan dimana? Dari tadi Aku tidak melihat nya?" tanyaku sambil celingukan mencari keberadaan putraku.
"Evan ikut Mr. Alva pulang, Mbak?" jawab Rini yang membuatku begitu terkejut.
"Apa? Evan ikut Mr. Alva pulang? Kok bisa sih, kamu ndak ngelarang Evan!" kataku yang sebenarnya Aku sangat khawatir jika Evan ikut dengan Mr. Alva, takut saja jika Evan merepotkan Mr. Alva, mengingat pria itu memiliki sifat yang keras, Aku takut jika saja nanti Ia dimarahi, meskipun Mr. Alva adalah Ayahnya.
"Evan merengek untuk ikut Mr. Alva pulang, jadi kita ndak bisa berbuat apa-apa." kata Rini.
"Sudahlah Nur! Nggak usah terlalu dikhawatirkan, Evan itu anak yang baik kok, lagipula Mr. Alva bersedia kok untuk mengantar Evan pulang." sahut BI Rodiah yang mencoba menenangkan ku.
Tapi tetap saja, Aku ndak tenang jika Aku tidak bersama Anakku, Aku harus susul Evan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...