
Seketika Aku menyebut nama suamiku, Mas Tejo! Sungguh Aku sangat mengenali aroma parfum ini, dan wangi ini hanya Mr. Alvaro yang memilikinya. Dalam kamar yang temaram itu Ia menutup kembali pintu dan menguncinya. Perlahan Ia membalikkan badan tegap nya dan berjalan menghampiri ku, tap sepatu itu mulai terdengar mendekatiku. Aduh Gusti apa jangan-jangan ini Mr. Alvaro beneran, bisa gawat kalau dia mengetahuinya, dia tidak akan mau melepaskan Aku, Aku yakin itu.
Kini hanya terdengar suara hujan yang turun mengenai atap asbes rumah kecil itu, tak ada suara lagi selain hembusan nafas ku yang mulai naik turun, sungguh Aku sangat gugup. Seketika Aku terperanjat saat sebuah tangan yang dingin sekali menyentuh wajahku, tangan yang terasa basah karena terkena air hujan itu meraba sampai tengkuk ku dan menariknya mendekat padanya, Aku tahu dia adalah Mr. Alvaro, tapi dia diam saja dan tidak berkata apa-apa.
"Mr. Alvaro! Apakah ini Anda!" tanyaku kepadanya, tapi dia tetap diam, dia terlihat basah kuyup, Aku tahu dia pasti kehujanan saat diluar, hujannya memang sangat deras malam ini disertai angin kencang dan sesekali suara gemuruh yang menggelegar, kilatan cahaya gemuruh sekilas menunjukkan wajah Mr. Alva malam itu.
Duh Gusti! Ini beneran Suamiku, ternyata dia mengetahui Aku bersembunyi di sini, apa jangan-jangan Rini sudah memberi tahukan nya, tapi tadi Aku lihat dia sudah pergi dengan mobilnya, atau jangan-jangan Ia cuma pura-pura pergi? Entahlah yang jelas saat ini Aku sudah tertangkap basah, Aku tidak bisa lari kemana-mana lagi. Apalagi kini Mr. Alvaro berada di dekatku dan Ia tidak berkata sedikit pun. Dia hanya menatapku dalam cahaya temaram.
"Mis-Mister bagaimana bisa Anda tahu saya berada di sini?" Aku mencoba bertanya kepadanya, tapi tetap saja dia tidak menjawabnya, justru Mr. Alva mulai menciumi pipi ku, dingin banget sumpah, karena tubuh Mr. Alva sudah sangat basah kuyup.
"Mister! Baju Anda basah semuanya, sebaiknya lepaskan saja, nanti Anda bisa sakit!" kataku sembari mendorong tubuh suamiku agar dirinya menjauh dariku. Seketika Ia pun mulai bersuara saat Aku berkata seperti itu.
"Kenapa kamu begitu mengkhawatirkan keadaan ku?" suara itu terdengar begitu parau, iya mungkin dia seperti itu karena tadi habis menangis karena Aku kerjai.
__ADS_1
"Sa-saya tidak mau melihat Anda sakit," jawabku dengan gugup, seketika itu Mr. Alvaro berkata kepadaku begitu dekat hingga bajunya yang basah mengenai pakaian ku.
"Kamu tidak ingin melihat ku sakit? Tapi kenapa kamu mencoba pergi dariku, apa kamu tidak pernah berfikir bagaimana sakitnya hatiku saat Aku mendengar bahwa kamu pergi dari kota ini, kamu tahu bagaimana perasaan ini? Aku seperti orang gila, ke sana kemari mencari keberadaan dirimu, hingga Aku baca surat yang kamu tulis tadi, apa maksudnya coba? Kamu benar-benar ingin meninggalkan ku hmm?" Mr. Alvaro berkata sembari menatap wajah ku begitu dalam, sementara Aku beringsut mundur karena Mr. Alvaro tidak memberi ku celah untuk pergi.
Seketika Aku mengeluarkan unek-unek yang selama ini Aku simpan dalam hatiku, Aku ungkapkan semuanya agar dia mendengar bagaimana perasaan ku selama dirinya pergi meninggalkan ku, dan setelah Aku menemukannya justru dia tidak mengingat ku sama sekali, bahkan dia sudah tega membohongi diriku, jika dia tidak ingat siapa Aku, padahal Mas Tejo sudah ingat semuanya.
"Apa Mas Tejo ndak pernah berfikir sedikit pun bagaimana perasaan Nur? Kamu pergi saat Aku benar-benar sangat membutuhkan mu, kamu pergi begitu saja tanpa ada kabar apapun, pernahkah kamu berfikir sejauh itu, Mas! Setiap hari Aku menangisi kamu seperti orang gila, hingga suatu hari Aku mendapati jika kamu sudah meninggalkan benih mu dalam rahimku, Aku hamil. Dan pernahkah kamu membayangkan bagaimana Aku menghadapi kehamilan ini sendirian tanpa seorang suami, Aku berusaha kuat untuk putraku, hingga akhirnya Evan lahir ke dunia, Aku besarkan putraku sendirian tanpa kamu, Evan tumbuh tanpa kasih sayang dari Ayahnya, hingga suatu hari Ia bertanya tentang siapa Ayahnya, dan disitu lah Aku sebagai seorang Ibu merasa sangat bersalah, Aku bilang padanya jika Ayahnya sedang pergi dan belum kembali, di situlah hatiku seperti teriris pisau berkarat, sakit tapi tak berdarah."
Sejenak Aku menghela nafas dan mencoba mengusap air mata yang mulai membasahi pipiku. Tapi, rupanya Mr. Alvaro sudah mengusapnya terlebih dahulu, tangan itu mengusap air mata ini seolah dia tidak akan membiarkan air mata itu terjatuh melewati wajahku.
"Kamu tahu, Mas! Aku memutuskan untuk pergi ke kota adalah untuk melupakan bayangan dirimu, Aku ingin membuka lembaran baru di kota ini dan Aku ingin membahagiakan Evan tanpa harus Ia menanyakan tentang siapa Ayahnya yang pasti akan membuat ku semakin teringat kepadamu. Tapi, ternyata takdir berkata lain, disaat Aku ingin melupakan mu, tiba-tiba saja Aku melihat pria yang berwajah mirip sekali dengan suamiku, Mas Tejo. Dan pria itu adalah kamu, iya kamu Mr. Alvaro. Aku mengira jika kamu adalah benar-benar suamiku, karena Aku yakin dan mengenali dari wajahmu, suaramu, ciri-ciri fisik itu seratus persen mirip sekali dengan Mas Tejo, hingga Aku semakin yakin saat Aku melihat tanda bekas luka pada perut bagian bawah mu, Mas! Luka yang kamu dapatkan saat dulu Aku temukan Kamu tergeletak di bangku warung kopi Bapak, dari situlah Aku meyakini jika Mr. Alvaro atasanku adalah suamiku sendiri, Aku pun langsung terlena karena saat itu Aku sangat rindu sekali sentuhan suamiku, hingga tak sadar kita melakukan hubungan yang terlalu jauh, karena Aku yakin bahwa kamu adalah suamiku, Mas!"
Mr. Alvaro spontan memeluk ku saat dia mendengarkan pengakuan ku, tapi Aku belum puas jika belum mengatakan semuanya, Aku dorong tubuh suamiku hingga Aku terlepas dari pelukannya.
__ADS_1
Dengan menatap ku penuh tanda tanya, Aku pun berkata, "Tapi, kenapa justru kamu pura-pura amnesia dan tidak mengingatku, Mas! Kamu pura-pura seolah tidak mengenaliku, itu yang membuat ku kecewa sama kamu, dan itu yang membuat ku ingin membalas nya, karena kamu sudah berusaha membohongi ku, maka Aku ingin kamu juga merasakan hal yang sama. Tapi ... semua rencana ku gagal karena kamu sudah mengetahui semuanya." kataku sembari membalikkan badan dan membelakangi Mr. Alvaro yang berdiri di belakang ku.
Tak ada jawaban darinya, mungkin apa yang Aku katakan kepada nya adalah tamparan bagi Mr. Alva, rasa sakit yang Ia rasakan tak sebanding dengan apa yang Aku rasakan. Seketika Ia memelukku dari belakang dan membisikkan kata-kata padaku.
"Nur! Semua penderitaan mu akan terbayarkan, Aku minta maaf padamu, jika selama ini Aku sudah menutupi tentang ingatanku, sebenarnya Aku mulai ingat semuanya saat Aku melihat kalung yang melingkar pada leher ini, kalung ini adalah kalung yang pernah Aku berikan untukmu sebagai tanda cinta ku padamu, maafkan Aku Nur! Aku pergi bukan karena kehendak ku, malam itu tiba-tiba Aku merasa ada orang yang sengaja membuat ku tidak sadar, samar-samar Aku mendengar suara Pardi bersama beberapa orang yang membawa ku ke suatu tempat yang tak lain adalah rumah ku, mereka menyerahkan Aku pada Papa, karena mereka tergiur imbalan besar bagi siapa saja yang menemukan keberadaan ku, di situlah Pardi memanfaatkan kesempatan untuk memisahkan kita berdua."
Pardi? Tidak salah lagi, dugaanku benar-benar tidak salah, ternyata Pardi biang semua ini, Aku harus terpisah karena Pardi, Duh Gusti! Ternyata Mas Tejo tidak berniat meninggalkan ku, karena keadaan yang membuat kami terpaksa berpisah.
"Sekarang kamu tahu, kan! Aku tidak pernah berniat meninggalkanmu, Nur! Aku masih sangat mencintai mu sampai sekarang dan Aku akan membawamu ke rumah kita, kita akan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita."
Kata-kata itu membuat ku luluh, hatiku melemas seketika, seiring hujan yang turun tiada berhenti, semakin syahdu pula suasana dalam ruangan itu, apalagi suamiku mulai mengecup tengkuk leher ku, hmm meremang seketika, bulu-bulu halus ku mulai berdiri. Ah apa ini, kenapa Aku mulai terbuai dengan sentuhan Mas Tejo saat tangan kekar itu mulai membuka pakaian ku satu persatu.
"Nur, Aku menginginkan mu!" bisiknya mesra pada telinga ini, Duh Gusti! Sumpah Aku ndak bisa menolak nya, apalagi suasana hujan yang semakin menambah intensitas kemesraan.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...
...Kirim dulu dukungan nya atau vote nya ya, nanti othor kasih bab berikutnya yang lebih ehem 😁...