AMNESIA BRINGS LOVE

AMNESIA BRINGS LOVE
Takut menikah


__ADS_3

"Nur!"


"Hmm apa lagi, Aku ngantuk banget, Mas! Aku mau tidur." jawab ku sembari menguap, benar-benar Aku ngantuk banget, capeknya bener-bener terasa.


"Ya kok mau tidur sih, Nur! Aku kan pingin ngobrol." kata Mas Tejo.


"Ngobrol nya besok aja deh, Mas! Kamu nggak pulang? Kamu mau disitu terus? Udah gitu belum mandi lagi."


"Hmm iya juga, ya sudah tidurlah! Aku akan pulang, oh ya Nur, nanti siang akan ada beberapa anak buah ku ke rumah Bi Rodiah, mereka akan menjemput kalian semua." ucap Mas Tejo yang membuat ku mengerutkan kening.


"Menjemput ku? Untuk apa, Mas?"


"Kamu lupa, nanti malam Aku akan mengumumkan kepada semuanya tentang siapa kamu sebenarnya, dan tentunya Aku akan memberi mu sebuah kejutan yang tentunya akan membuat mu bahagia." kata Mas Tejo.


"Kejutan apa lagi, Mas?"


"Sudahlah! Nanti kamu juga pasti tahu, sekarang istirahatlah istriku, sayang! Karena malam ini Aku dunia mu akan berubah, kita dan anak-anak kita akan bersama, Aku, kamu, Evan dan calon bayi kita."


Aduh Gusti! Rasanya seperti disiram air es hati ini, adem rasanya, Mas Tejo Aku benar-benar mencintai mu.

__ADS_1


Akhirnya aku akhiri obrolan kami, tiba-tiba saja Rini datang ke kamar dan melihat ku yang sedang istirahat.


"Mbak Nur! Ya ampun! Mbak Nur sudah pulang?" katanya, Aku tahu pasti Rini sudah tahu jika suamiku saat itu nggak pulang dan tentunya pasti Rini yang sudah memberi tahukan keberadaan ku di rumah itu.


"Rin! Kamu jujur deh sama Mbak, kamu kan yang memberi tahukan jika Aku berada di rumah itu?" tanyaku kepada Rini yang terlihat salah tingkah.


"Hehehe, Aku minta maaf, Mbak Nur! Aku ndak bisa bohong sama Mr. Alva." jawabnya dengan sedikit ketakutan. Ia takut jika Aku memarahinya.


"Mbak Nur jangan marah ya, Aku ndak bermaksud untuk membuat rencana Mbak Nur kacau, tapi kalau lihat Mr. Alva nangis tuh ndak tega Aku Mbak Nur, tuh ingusnya sampai panjang gitu, padahal seumur hidup Aku, baru kali ini Aku lihat Mr. Alva sesedih itu. Jadi, Aku katakan saja yang sebenarnya sama Pak Giman." ungkap Rini sembari cengar-cengir.


"Rin Rin! Padahal dikit lagi Aku kerjain dia, gagal deh, semalam Mas Tejo malah datang ke rumah itu." kataku yang membuat Rini tersenyum.


"Ya ... iya sih! Aduh piye toh, Aku tuh ndak bisa jika Mas Tejo udah turun tangan, dah lah Aku mau tidur dulu, capek Rin!"


"Mr.Alva pasti ndak ngebiarin Mbak Nur pergi, udah ku duga Mbak Nur pasti kewalahan." kata Rini menebak, dan benar saja tebakan Rini memang benar, Aku sangat kewalahan.


"Mbak Nur!"


"Hmmm!"

__ADS_1


"Aku doain semoga Mbak Nur dan Mr. Alva bahagia selamanya, Mbak Nur beruntung banget mempunyai suami seperti Mr. Alvaro, dia terlihat garang dan tegas, tapi sebenarnya Mr. Alvaro lemah di depan Mbak Nur, salut buat Mbak Nur yang sudah berhasil meluluhkan hati si Mister!"' Aku tersenyum mendengar ucapan Rini, Aku juga tidak menyangka jika Aku berjodoh dengan Mr. Alva yang berawal dari sebuah tragedi yang menyebabkan Dia Amnesia.


"Terima kasih, Rin! Aku juga tak menyangka kalau Aku akan bertemu lagi dengan suamiku. Dan akhirnya kami akan bersama."


"Itu lah yang dinamakan jodoh, Mbak Nur! Bagaimana pun dan dimana pun Mbak Nur dan Mr. Alvaro berada, jika sudah ditakdirkan berjodoh, ya sudah ketemu begitu saja." perkataan Rini benar adanya, Aku pun tersenyum dan mengiyakan apa yang disampaikan oleh anak gadis Bi Rodiah ini, kemudian Aku pun mencoba menggoda Rini dengan menyinggung Pak Giman.


"Iya kamu memang benar, Rin! Sama halnya dengan Kamu sama Pak Giman, bagaimana pun dan dimana pun jika kalian sudah berjodoh pasti akan bertemu." seketika Rini membulatkan matanya saat Aku berkata seperti itu.


"Pak Giman, Mbak Nur? Kenapa harus Pak Giman?"


"Ya tentu dong, Rin! Pak Giman itu orangnya baik, Aku tahu jika kamu juga suka kan sama Pak Giman, udah ngaku aja!"


"Hehehe gimana ya, Mbak! Aku tuh masih takut untuk menikah." kata Rini sambil garuk-garuk kepala.


"Kenapa takut?" tanyaku sembari menatap wajah Rini yang lugu.


"Takut lah Mbak Nur! Pokoknya Rini takut anu itu ...!" Rini tidak melanjutkan kata-katanya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2