Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 104. Terjebak Hujan


__ADS_3

malam harinya....


Agung dan Karina menyusuri jalanan kota yang terlihat sepi, karena langit mulai gelap dan akan turun hujan, membuat keduanya kebingungan dan tak tau harus berbuat apa.


"Pah...kita kemana lagi?, sepertinya akan turun hujan" Karina mulai cemas.


Agung terdiam dengan pikirannya, entah apa yang sedang dipikirkannya.


"Pah...papah..."Panggil Karina sambil menjentikkan jarinya di wajah Agung


Agung tersadar dari lamunannya


"Eh. i- iya nak.." jawab Agung terbata.


"Papa.. melamunnn?, aduh pah, masih sempat sempatnya melamun, keadaan udah genting begini, mana perut Karina lapar lagi" sungut Karina kesal


Agung menghela nafas mendengar kejengkelan Karina, Namun belum sempat Agung menjawabnya.


Tiba - tiba, hujan pun turun


"DUUAAAAARRR!” Suara petir itu menggelegar di telinga kami.


“Huuuaaaa!” kami berlari tunggang langgang ke sana kemari mencari tempat berteduh.


"Ayo!!, kita berteduh di sana!" Tunjuk Agung pada Karina, belum sempat Karina melihat tempat yang di tuju oleh papanya, tangan Karina sudah lebih dulu di tarik oleh Agung.


Tak membutuhkan waktu yang lama kami pun menemukan gubuk yang sudah lama di tinggal oleh penghuninya, Agung dan Karina terpaksa berteduh di sana, karena hujan turun sangat lebat di tambah lagi suara petir yang memekakkan telinga keduanya, akan tetapi keduanya sudah terlanjur basah kuyup akibat deras hujan yang tiba - tiba turun membasahi bumi.


"what..??, ngak salah pa?, kita berteduh di sini??" Kata Karina tak percaya.


"Kayak ngak ada tempat lagi" Sungut karina.

__ADS_1


Agung memejamkan kedua matanya, mendengar keluhan Karina sejak tadi


"Pah... jawab dong! kok diam aja sih"


"Aaaaaaaa, Kecoaaaa...ada kecoa pah" Teriak Karina lalu naik ke atas meja yang ada di luar gubuk.


Namun Agung tak menggubris perkataan Karina.


"Paah..., tolongin dong!..." rengek Karina


Dengan cepat agung menginjak kecoa itu dengan sendal jepitnya.


"Sudah..."Kata Agung datar.


"Pah..Ayo kita pergi dari sini, di sini banyak kecoa nya, iii geli ah" ucap Karina bergidik ngeri


"pah, Ay..."


Karina terdiam..


kemudian Karina menggaruk tengkuk yang tidak gatal melihat Papanya yang sedang kesal padanya.


"Tapi Pah..."


"Sudah lah, untuk sementara waktu kita disini saja dulu, menunggu hujannya sampai reda, nanti baru kita pikirkan setelah itu kita akan kemana" Ucap agung dengan lembut, baginya percuma saja dia harus marah marah dengan Karina, toh tetap Karina membantah perkataanya, dan hanya membuatnya semakin kesal mendengarnya.


Karina terdiam.....


"Baiklah pah" Ucap Karina akhirnya setuju.


Keduanya kini terjebak hujan, dan berakhir di gubuk yang sudah lama di tinggalkan, membuat Karina tidak nyaman, akan tetapi apa boleh buat? hujan malam itu turun sangat lebat, membuatnya harus berteduh malam ini untuk sementara waktu sampai hujan berhenti.

__ADS_1


*******


Sedangkan di sisi lain..


"Kamu kenapa sayang..??" Tanya Juna menghampiri sang istri yang berdiri di jendela dan memandang ke luar jendela.


mendengar itu Sarah menoleh ke arah Juna.


"tidak ada mas, hanya menghawatirkan Papa dan kak Karina mas" Kata Sarah lalu mengalihkan pandangannya kembali menatap keluar jendela.


Juna menghela nafasnya


"Masih kepikiran sama papa dan kakakmu itu?" Tanya Juna heran pada istrinya itu, bagaimana tidak?, orang jahat seperti mereka, mengapa terus menjadi buah pikiran istrinya.


"Mas.... jangan karena membahas keluargaku lagi, kita akan berdebat, sudahlah Sarah capek berdebat terus" Ucap Sarah sewot lalu lekas pergi meninggalkan Juna seorang diri di sana.


Juna yang hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah istrinya.


" siapa yang mau berdebat, orang hanya bertanya, emangnya salah?" Tanya Juna pada diri sendiri setelah kepergian istrinya itu.


"Sayang....sayang" Ucap Juna tak mengerti pada istrinya.


Lalu menyusul istrinya ke dalam kamar.


Bersambung..........


oke kita lanjut up kembali ya, karena kondisi author sudah lumayan membaik saat ini, tapi author gak bisa pastikan kalau sewaktu waktu lagi, author bisa kumat, karena author gampang banget capeknya dan lelahnya, untuk itu tolong hargai usaha author ya, karena nyari ide, bahkan menulis itu gak gampang, kadang author sampai rela begadang kemarin makanya ngedrop, tapi author juga ngak mau bikin kalian kecewa, makanya jangan lupa terus dukung karya author ya, dukung sebanyak banyaknya biar author semangat buat updatenya makasih 🤗🤗🤗🤗😘😘😘


Semoga kalian para readers sehat selalu, untuk hari ini, ini dulu ya, karena author masih sedikit pusing kepalanya, author gak bisa kalo duduk lama lama main ponsel apalagi sambil guling main ponselnya, karena nanti bisa pitam lagi ni kepala, kemarin itu karena lama main ponselnya sambil tidur tiduran eh pas bangunnya kepala author pitam, untuk kalian reader kesayangan ku, jangan tiru kebiasaan ini ya , bahaya banget kalau main ponsel sambil tidur tiduran, author juga sekarang gak bisa menatap ponsel lama lama , kumat pusingnya, tapi tenang kalian jangan sedih ya, tetap author usahakan update ya buat kalian..


Semoga kita semua sehat selalu, dan di lancarkan rezekinya Aamiin 🙏 jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya,,,, 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2