
di sisi lain...
Mobil yang dikemudi pak mamat telah sampai dan berhenti tepat di parkiran...
Mata Sarah yang terlihat sembab akibat terlalu banyak menangis selama perjalanan tadi, Maya dengan setia memberikan kekuatan kepada Sarah.
Kini ia tak lagi menangis seperti tadi, Sarah sudah merasakan lebih baik dari sebelumnya, Sarah maupun Maya keluar dari pintu mobil setelah itu menutupnya kembali,
Pak Mamat tampak sibuk mematikan mesin mobil, setelah itu melesat keluar dari mobil.
Sarah dan Maya sudah lebih dulu berjalan masuk ,dan di susul oleh pak mamat dari belakang.
********
Tak terasa hari sudah sore dan pekerjaan Sarah dan teman yang lainnya sudah berakhir dan di gantikan oleh shif malam.
" Sarah " teriak Maya berhasil menghentikan langkah Sarah yang hendak ke mes nya. 1
Sarah menoleh kebelakang, Sarah tak heran dengan orang memanggilnya, karena ia hafal dengan sahabatnya itu.
Sarah menunggu Maya berjalan cepat ke arah Sarah.
Maya mengatur nafasnya saat begitu sampai di hadapan Sarah, jarak yang lumayan jauh, membuat ia berlari kecil agar lebih cepat sampai di depan sahabatnya,
" Haah " menghela nafasnya kasar.
" ada apa May?" Tanya Sarah begitu Maya sampai.
" Kamu sudah merasa lebih baik? " Tanya Maya intens menatap wajah Sarah.
" Ya, Sekarang aku merasa lebih baik " jawabnya tersenyum
__ADS_1
" Sulit menebak hatimu Sar, padahal tadi aku lihat kamu lagi tidak baik baik saja, bagaimana bisa kamu merasa baik baik saja sekarang " Batin Maya.
" Yakin? " Tanya Maya tak percaya.
Sarah memutar bola matanya dengan Malas.
" Aku sudah tidak apa apa Maya "
" Tapi Tadi.... "
" Lupakan saja, Aku malas mengingatnya " Potong Sarah cepat.
"Bagaimana bisa melupakannya begitu Saja?" Tanyanya heran dan tak percaya.
" Aku sudah melupakannya " katanya santai.
" Tapi... "
Maya hanya menurut saja. setelah sampai di parkiran Maya mengeluarkan motornya dari sana, dsn menghampiri Sarah, lalu Sarah naik dan meninggalkan jejak kaki mereka di sana.
Ya, Sarah sudah melupakan kejadian tadi pagi, dia tidak mau menangisi dan larut dalam kesedihannya, Sarah sudah melupakan masalah itu saat Sarah menumpahkannya di dalam mobil saat mereka pulang, bukan kah selama ini Sarah sudah kebal dengan segala cacian dan hinaan Papanya terhadap nya, Sarah hanya lelah menangis, dia tidak ingin membuang waktunya dengan menangis, ia akan lebih gigih dalam bekerja, dan membuktikan pada Papanya dia layak menjadi anaknya.
*************"*
" Sarah dan Maya berhenti di tukang bakso langganan mereka.
Mereka berdua masuk, akan tetapi Sarah lebih dulu masuk,
" kang, Bakso nya dua ya? " Maya berhenti tepat di depan gerobak kang bakso, setelah itu menyusul Sarah masuk dsn duduk di sampingnya.
" ya neng "
__ADS_1
Tak lama datanglah pesanan mereka berdua, dan menyantapnya dalam diam, tiba tiba....
" Sarah " Panggil Maya.
" He,em "
dilihatnya wajah Sarah lekat lekat, aneh tak ada sedikitpun kesedihan di wajah sarah, tampak wajah nya tenang.
merasa di tatap seperti itu, Sarah risih.
" Apa? " Tanya Sarah menatap temannya itu.
" hem..." Maya mengantungkan kata katanya, tampaknya mengurungkan niat nya untuk bertanya, takut membuatnya sedih.
" Ngak jadi "
" apaan sih lu gak jelas banget " sambung Sarah, dan kembali menyantap Baksonya.
Maya hanya diam saja dan dengan hal sama kembali memakan bakso yang di hadapannya.
Dia tau, Maya ingin menanyakan hal kejadian tadi pagi, cuma Ia tak ingin membahas nya lagi, Sarah ingin melupakannya dan menenangkan pikirannya.
*
*
*
*
Author udah 2 hari ini lagi gak fit badannya,, doain Author ya teman teman, biar lancar update nya, maaf atas tidak kenyamanan ini, Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1