Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 81. Menyusun Rencana


__ADS_3

Sementara di tempat lain..


Agung dan Karina baru saja sampai di Mansion mewah miliknya.


"Pah, lelaki yang bersama Sarah tadi, siapanya?" Tanya Karina saat masuk ke dalam.


"entalah, Papa seperti familiar dengan wajah lelaki itu, seperti pernah bertemu" Ucap Agung berusaha untuk mengingat.


"Ah, yang benar Pah" Tanyanya penasaran.


Agung tampak mengangkat bahunya, tak ingin peduli kepada kehidupan anak bungsunya itu.


"Sudahlah, lupakan!" Kata Agung lagi, sambil menuju ke kamarnya.


Baginya memikirkan Sarah adalah beban untuknya, belum selesai dengan permasalahan kantornya, harus di beban kan lagi memikirkan kehidupan Sarah, Agung memilih Acuh, toh dia sudah tak ada urusan lagi dengan Sarah.


Tak mau ambil pusing Agung memilih untuk mandi dan setelahnya ia memilih untuk beristirahat untuk menghadapi persoalan kantornya besok.


Karina hanya menatap punggung papanya yang semakin lama menjauh menghilang di balik pintu.


Karina menghela nafasnya berat...


Bagaimanapun ia sangat penasaran dengan lelaki yang bersama Sarah tadi siang.


Karina duduk di tepi ranjangnya memikirkan hal itu, Karina kembali terbayang oleh wajah lelaki tampan yang bersama Sarah tadi siang.


"Tampan sekali " Batinnya berdecak kagum.


" Ya Aku harus mencari tahu tentangnya, dan ada hubungan apa dengan Sarah" Sarah tersenyum licik.

__ADS_1


Kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Tak membutuhkan waktu lama, Karina pun telah selesai dengan mandinya, lalu memasang pakaiannya setelah selesai Karina memilih untuk tidur, Karena begitu lelah dengan hari ini, dalam sekejap iya pun tertidur pulas.


***********


Di sisi lain.....


Juna yang baru saja sampai mengantarkan Sarah pulang ke mesnya..


"Mas, terima kasih ya, untuk hari ini" Ucap Sarah senang.


Juna tersenyum, " Sama - sama, itu sudah tugas mas, membahagiakanmu" Balas Juna tak kalah senangnya.


Sarah tersipu mendengarnya,


"Ah, mas bisa aja ni" Kata Sarah malu.


"E- eh, ba- aiklah" Jawab Sarah gugup.


"Ya sudah, kalo gitu, mas pamit pulang ya" Kata Juna lagi.


Lalu Sarah hanya mengangguk menanggapinya.


Saat hendak masuk kedalam mobilnya,, langkah Juna terhenti, "Mas..." Panggil Sarah.


Juna mengurungkan niatnya untuk masuk sambil menunggu Sarah melanjutkan ucapannya.


"Mas, Hati - hati!" Kata Sarah

__ADS_1


"Iya"


"Daaaa" Teriak Sarah sambil melambaikan tangannya, dan dibalas langsung oleh Juna membalas melambaikan Sarah.


Setelah mobil Juna menghilang dari pandangannya, Sarah masuk kedalam mesnya, lalu mengunci pintunya.


Sarah masih berdiri dibalik pintu, sambil senyum - senyum sendirian, memikirkan kejadian hari ini bersama Juna membuat hatinya berbunga - bunga, bahkan kejadian tadi siang saat di restoran, Sarah tak mengingatnya sama sekali, karena sosok Juna yang mampu membuatnya melupakan semua kesedihannya.


Wajar kalau Sarah menginginkan lebih dari lelaki tampan itu, tak ada salahnya kan untuk egois sekali saja, karena sosok Juna membuatnya begitu istimewa, membuatnya banyak berharap pada lelaki itu, apalagi mengingat perlakuan manisnya untuk dirinya, membayangkan itu membuat Sarah semakin gila, lalu menepiskan bayangan Juna, cepat - cepat ia masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya, setelah selesai ia memakai pakaiannya,


Lalu merebahkan dirinya di atas kasur, tak ingin berlarut membayangkan sosok Juna, Sarah memilih untuk tidur, dan tak membutuhkan waktu lama Sarah sudah terlelap.


*********


Sementara itu di dalam mobilnya.


Tampak Juna mengepalkan kedua tangannya menahan emosi..


Juna akan memberikan Pelajaran kepada dua orang yang telah menyakiti calon istrinya saat di restauran tali siang.


"Tunggu saja tanggal mainnya" Juna tersenyum licik.


Malam ini Juna tak langsung pulang ke mansion milik orang tuanya, ia putuskan untuk ke apartemennya saja.


Juna tak ingin pulang kerumah orang tuanya dalam keadaan marah. bisa - bisa sang mama menginterogasinya kembali.


Ya, juna harus memikirkan cara bagaimana akan membalas kedua orang itu, akan lebih baik bermain secara halus, ia ingin melihat wajah orang yang telah menyakiti calon istrinya.


Dia juga harus menyusun rencana yang matang.

__ADS_1


Juna menyeringai penuh Arti, kemudian mobil Juna bergerak melaju membelah jalan yang mulai lenggang.


Bersambung.....


__ADS_2