Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 89. panggilan Masuk


__ADS_3

Setelah kepergian suaminya, Elsa tampak mengendap ngendap berjalan sambil mengawasi setiap sudut ruangan dapur, Setelah memastikan suaminya benar- benar sudah tidak ada di sana, barulah Elsa merasa lega.


Elsa mendekati anak tangga, lalu naik menapaki anak tangga satu persatu, saat sudah berhasil menapaki anak tangga di lantai dua, tiba- tiba langkahnya harus terhenti, ketika suara bariton berat milik suaminya memanggilnya.


"Maaahh......." Panggil Darwin.


Elsa menghela nafasnya, ketika usahanya gagal....


Tanpa menoleh kebelakang suaminya, Elsa masih berdiri di tempatnya, Padahal Elsa sudah susah payah untuk menghindari suaminya itu, tapi tetap saja tidak bisa.


Darwin tahu istrinya belum bisa memaafkannya sepenuhnya, ia sangat kenal dengan karakter istrinya itu.


Sementara Elsa sudah tidak ada gunanya merajuk lama- lama pada suaminya, ia ingin melihat sejauh ini bagaimana rencana suaminya, jika tidak sesuai dengan keinginannya maupun Juna, maka dia sendirilah akan menentangnya, Elsa tidak mau membuat putra kesayangannya sedih apalagi sampai terluka.


"kenapa pah?" Tanya Elsa membalikkan tubuhnya menghadap suaminya.


Darwin tersenyum melihat sikap istrinya yang tidak sedingin tadi, dan Darwin merasa lega melihatnya....


"Mah, telpon Juna suruh pulang ya..." Pinta Darwin lembut pad aistrinya.


"Baiklah, akan mama telfon nanti" Jawab Elsa dengan tenang, ya tak ada gunanya marah - marah pada suaminya itu, bagaimanapun sikapnya tetap tak bisa menghentikan niat suaminya yang ingin menjodohkan anaknya.


Setelah tak ada lagi permintaan suaminya, Elsa meninggalkan Darwin disana begitu saja, lalu masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu kamarnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Semetara Di taman kota.....


Juna dan Sarah tengah asyik mengobrol di taman, sesekali terdengar tawa Sarah yang begitu renyah di sana.


"Boleh mas bertanya?" Tanya Juna serius menatap Sarah

__ADS_1


Tampak Sarah sedang menimbang,


"


Apa yang ingin di tanyakan mas Juna ya" Batin Sarah mencoba menebaknya.


"Kok, melamun sih" Ucap Juna sambil mengacak acak rambut Sarah.


Sarah tersadar dari lamunannya...


"Iiiissss.... mas Juna apaan sih, tu kan rambut Sarah jadi berantakan" Gerutu Sarah kesal.


"Hahahahah" Juna terkekeh melihat ekspresi Sarah yang lucu.


"Resekk aah.." Ucap Sarah cemberut sambil merapikan rambutnya sedikit berantakan.


"Hahahhahahahahaha"


"Mas harus di hukum!" Kata Sarah serius, mendengar itu, tawa juna langsung mereda, dan menatap serius ke arah Sarah, hukuman apa yang ia dapatkan dari Sarah. pikirnya...


"Dihukum?.....emang berani menghukum mas hem" Ucap Juna usil mencubit hidung Sarah gemas.


"Isssss, mas apaan sih main cubit aja, sakit tauk, ya awas saja akan Sarah beri pelajaran sama mas Juna"


Kata Sarah kesal lalu ingin menangkap tubuh Juna, akan tetapi Juna menghindar, seakan tau yang hendak dilakukan oleh Sarah..


"Masssss" Teriak Sarah kesal saat Juna sudah lari dengan cepat menghindarinya,


"Ayo kejar, bisa gak nangkap mas" goda Juna lagi semakin membuat Sarah bertambah cemberut.


"Awas aja ya mas kalo.ketangkap......" Kata Sarah sambil berlari mengejar Juna.

__ADS_1


Akhirnya mereka kejar kejaran kayak tom dan jerry....


Sesekali terdengar mereka berdua tertawa lepas, Apalagi Juna yang seakan hilang dengan beban yang sedang ia hadapi, dan di gantikan oleh kebahagiaan bersama Sarah.


"Dapat...." Kata Sarah yang berhasil menangkap Juna, lalu menggelitik pinggang Juna, namun usahanya tak berhasil, Juna sama sekali tidak geli, alih-alih menyerang balik Sarah, dan Sarahpun tertawa karena geli.


"Mas Juna, curang, geli mas" Kata Sarah tertawa, berusaha menghindar jangkauan Juna, tapi usahanya sia sia, Tenaga Juna jauh lebih kuat di bandingkan dengannya, sehingga Sarah tak bisa melarikan diri.


"Ampun mas,, hahahah geli ih" Kata Sarah lagi tak sanggup, Tanpa ampun Juna terus mengetikkan pinggang Sarah, sampai Sarah tak berdaya dan kehabisan nafas.


"Sudah mas, sudah, Sarah capek" Ucap Sarah lemas.


"Masih mau menghukum mas hm" Ujar Juna sambil mencubit dagu Sarah.


"tidak mas, iya Sarah nyerah, Ampun DJ" Kata Sarah tang sanggup Lagi..


"Hahahahahah, Ah, dasar lemah" Juna terkekeh mendengar jawaban Sarah..


"Hhehehe" Sarah malah nyengir kuda.


namun tawa mereka harus berhenti, karena sebuah panggilan masuk dari ponsel Juna,,,


Juna tak menghiraukan panggilan ponselnya malah ingin melanjutkan kembali cengkraman bersama Sarah, Juna yakin yang menelponnya pasti Papanya, saat ini Juna tak ingin di ganggu siapapun..


Melihat sikap Juna, Sarah mengernyit kan keningnya heran melihat sikap Juna. ...


"Mas,, angkat saja dulu, siapa tahu penting," Ucap Sarah menasehati Juna,


Dengan Malas, mau tak mau Juna merogoh ponselnya ke dalam saku celananya, lalu melihat siapa yang memanggilnya...


"Mama...." Gumam juna pelan namun bisa di dengar oleh Sarah.

__ADS_1


Bersambung................


__ADS_2