Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 99. Di rumah sakit.


__ADS_3

Sedangkan Sarah, Sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat, Agar Sarah cepat mendapatkan pertolongan dengan segera.


"Brengsek....!" Maki Juna emosi..


"Bangsat kalian....!" Ucap Juna lagi dengan marah sambil meninju dinding rumah sakit


Sementara itu Elsa dan Darwin baru saja tiba di rumah sakit setelah Juna menelponnya beberapa menit yang lalu.


Dari kejauhan kedua orang tuanya bisa melihat jika Juna saat ini tengah meninju ninju dinding rumah sakit, membuat kedua orang tuanya berlari cepat menghampiri Juna.


"Juna apa yang kau lakukan nak" Ucap Elsa marah pada anaknya, dan menarik tangan Juna menjauhi dari dinding tersebut dan merengkuh tubuh Juna masuk kedalam pelukannya.


"Sarah ma, mereka semua memang brengsek...!" Maki Juna lagi sambil terisak di pelukan sang mama.


Sedang kan Darwin terlihat sedih dan merasa bersalah pada putranya dan juga Pada Sarah, ia tak menyangka akan jadi seperti ini, dan yang membuat Darwin semakin terkejut saat tau kebenarannya bahwa Sarah adalah anak kandung Agung, Darwin tak habis pikir dengan apa yang sedang ada di jalan pikiran Agung sampai tega ingin melenyapkan Putri kandungnya sendiri.


Dan Darwin telah berdosa, menuduh Sarah yang bukan - bukan.


Elsa mererai pelukannya, lalu menuntun Juna untuk duduk.


Darwin juga ikut duduk di sana,


"Bagaimana keadaan Sarah Juna" Tanya darwin lembut kepada anaknya.


"Masih di dalam pah.... luka bakar yang Sarah alami cukup banyak, untung nya kata dokter cepat di bawa kerumah sakit, jadi masih bisa diatasi luka bakar nya" Jelas Juna panjang lebar.


"Lalu, agung dan anaknya?" Tanya Darwin ingin tahu.


"Sudah aku jebloskan ke penjara pah" Ucap Juna lagi.


"Syukurlah" Jawab kedua orang tuanya bersamaan, keduanya lega karena Agung sudah di tangkap polisi.


"Maafkan Papa Juna" Ucap Darwin dengan bersalah.


"Sudahlah pah, kan sudah berlalu, sekarang papa sudah tau kan" lirih Juna.


"Sabar ya sayang, Sarah pasti tidak apa - apa" Ucap Elsa lagi pada anaknya sambil mengelus pundaknya.


"Iyah mah" jawab Juna lesu.

__ADS_1


Sedangkan dokter yang menangani Sarah, baru saja keluar, melihat itu dengan Cepat Juna berdiri dan bertanya.


"Bagaiman ke adannya dok?" Tanya Juna khawatir.


"Alhamdulillah, tidak ada yang serius, dia hanya lemas dan lelah, jadi hanya butuh istirahat saja, soal luka bakar yang ada pada tangannya sudah saya berikan salep, dan kulitnya akan membaik jika terus di olesi salep yang memang khusus untuk kulit yang terbakar, gunakanlah setiap harinya" jelas dokter itu panjang lebar


"Baik dok, apa kami semua bisa melihat pasien" Kata Darwin cepat


"Tentu...tentu saja boleh, kalau begitu saya permisi" Ucap dokter itu sambil berlalu pergi.


Dan ketiga orang tersebut masuk kedalam ruang dimana Sarah berada


Sedangkan Sarah yang dari tadi hanya terbaring menatap langit kamar pasien, menjadi gugup ketika melihat kedua orang tua Juna ada di sini.


Dengan Cepat Sarah mendudukkan dirinya, dan Juna dengan sigap membantu Sarah menyandar untuk duduk.


"Terima kasih mas" Ucap Sarah lembut.


"Iya"


"Mas, Makasih juga ya udah nolongin Sarah" Kata Sarah lagi.


"Sudah lah itu tidak penting, yang penting kamu harus sehat lebih duku" Ucap Juna lembut.


Sementara Sarah juga menjadi canggung karena keberadaan orang tua juna di sana.


"Nak Sarah" Panggil Darwin lembut.


Sarah menelan salivanya dengan Payah.


"I iya o om" Ucap Sarah gugup dan takut


Melihat itu Darwin tersenyum.


"Jangan takut, Saya tidak akan marah lagi, maafkanlah aku Sarah" Ucap Darwin tulus.


"Tidak om, om tidak salah, Sarah sudah memaafkan om jauh sebelum oom meminta maaf padaku" Ucap Sarah mendengarnya.


Darwin mengernyitkan dahinya, ketika Sarah terus saja memanggilnya dengan sebutan oom

__ADS_1


"Oom....???" beo Darwin menatap Sarah bingung.


"Iya om..., apa ada yang salah ya" Ucap Sarah polos.


"Kau ini bagaimana sih, masa sama calon mertua sendiri panggilnya oom sih" Kata Darwin sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


Melihat Tingkah darwin, membuat ketiga orang itu tertawa melihat kepolosan Darwin.


"Hahahahhhaha" terdengar gelak tawa dari ketiganya yang menertawakan dirinya.


"kok malah ketawa sih" Gerutu Darwin kesal.


Setelah itu ke empatnya tertawa bersamaan memenuhi ruangan pasien itu dengan tawa bahagia.


"Baiklah, papa merestui kalian untu menikah" Ucap Darwin menghentikan tawanya.


"Papa serius...!" Ucap Juna berbinar senang.


"Tentu juna" Kata Darwin lagi


"Yes..., Sarah mau kah kau menjadi istriku" Ucap Juna di hadapan kedua orang tuanya, yang berhasil membuat Sarah tersipu malu oleh ulah Juna yang seperti bocah


"Iya" Ucap Sarah mengangguk.


"Yes terima kasih" Jawab Juna dan refleks memeluk tubuh Sarah.


Greeeepp....


Dan membuat Sarah semakin malu dengan ulah Juna.


"eheemm" Ucap Elsa dan Darwin bersamaan.


"Ingat..,Belum muhrim " Ucap Elsa memperingati keduanya.


"Tau nih Juna, main peluk anak gadis orang, nikah dulu, baru bisa bebas, lebih dari ini juga bisa" goda Darwin pada ke duanya.


"ah oom bisa aja, eh salah papa maksudnya " Ucap Sarah polos dan malu.


"Hahhahahahhaha" Membuat ketiganya, Juna, Elsa dan Darwin tertawa bersamaan melihat tingkah polos Sarah.

__ADS_1


Dan ke empat orang tersebut tertawa bahagia memenuhi ruangan itu yang menjadi saksi atas kebahagiaan mereka


Bersambung.....


__ADS_2