
pintu mobil terbuka, turunlah seorang pria dan menghampiri Sarah, tentu Saja Sarah belum Sadar. Karena sibuk berperang dengan pikirannya.
"Kamu Sarahkan" Ucapnya saat di hadapan Sarah.
Sarah segera sadar dari lamunannya. dan mengalihkan pandangannya menatap pria di hadapannya itu.
"Ka-kamu" Ucap Sarah gugup.
"Iya Aku, Masih ingat kan?" Tanya tersenyum.
"I- iya masih" sahut Sarah kikuk.
Apakah ini sebuah kebetulan saja pikir Sarah lagi, sudah 2 kali dia bertemu dengan pria yang ada di depannya saat ini, tidak mungkin hanya kebetulan, kalo sekali bisa di katakan kebetulan, ini sudah kedua kalinya ia bertemu dengan Arjuna,
"Kok bengong sih" Berhasil membuyarkan pikiran Sarah.
" eh iya, tadi apa ya" jawabnya binggung.
Arjuna hanya senyum.
"Apa?" jawabnya lembut.
Sarah hampir saja pingsan mendengar suara yang begitu lembut di telinganya membuatnya menghangat.
"itu, tadi kamu bilang apa?" Ucap Sarah salah tingkah.
"Ngak ada" Jawabnya sesantai mungkin.
sesaat keduanya terdiam.
__ADS_1
Hening......
"Kok sendirian malam malam begini" Tanya Juna memecahkan kebisuan di antara mereka berdua.
Sarah terpaku....
"Kan bengong lagi" timpal juna yang hanya memperhatikan gadis di hadapannya.
"Eh i-iya Maaf" Sarah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Juna hanya tersenyum menatapnya.
"Kok sendirian?" Ulangnya lagi.
"lagi nungguin taksi lewat"
"Wah, kalo jam segini susah nyari taksinya, Kamu mau kemana kok, malam malam keluyuran sendirian" tanya Juna heran.
"Boleh Aku mengantarkan kamu" Tawar juna.
Sarah mendongakkan kepalanya, sebenarnya Sarah ingin menolaknya, tapi hanya dia satu satunya harapan Sarah saat ini, Sarah tak mungkin bisa lebih lama lagi menunggu taksi lewat, Karena sudah terlalu malam baginya, takutnya ada yang berniat jahat padanya.
di lihatnya sekeliling jalan raya yang terlihat sepi dan sunyi, Sarah merasa merinding melihat suasana malam yang begitu mencengkam.
"Boleh gak?" tanya lagi melihat Sarah yang diam Saja.
Sarah hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Juna berjalan ke arah samping mobil dan membukakan pintu mobil untuk Sarah, Sarah masuk, kembali juna menutup pintu mobil.
__ADS_1
setelah itu Juna masuk di bagian kemudi mobil, mobil melaju meninggalkan tempat tadi semakin lama semakin jauh.
*********
Tak terasa mobil juna sudah sampai di depan mes nya Sarah, letak caffe dan messnya tidak jauh hanya saja terpisah sedangkan mes Sarah letaknya kebelakang yang cukup kedalam dan caffe dimana Sarah bekerja terletak di depannya.
Juna mematikan mesin mobilnya dan melirik penumpang di sebelahnya yang diam sedari tadi. Juna yakin Sarah tidak menyadari kalau sudah sampai di mes nya, Sarah pasti termenung, pikir Juna, dan tepat sekali dugaan juna terlihat dari ekspresi Sarah.
"Sudah sampai" ucapnya memberitahukan Sarah.
"Wah, Sudah sampai ya," Sambung Sarah tersadar dari lamunannya, entah apa yang di pikirannya saat itu, ntah lah.
"Cepat sekali" lirih Sarah pelan namun masih bisa di dengar oleh juna.
Juna tersenyum mendengarnya....
kemudian mereka turun bersamaan, Sarah berdiri di depan Juna merasa Sungkan.
"Maaf ya, sudah merepotkan kamu" Ucap Sarah tak enak hati.
"Tidak apa apa, Aku tidak mungkin membiarkan seorang wanita sendirian di jalanan, apalagi sudah malam begini" jelas juna terdengar tulus di telinga Sarah.
"Sekali lagi terima kasih" Ucap Sarah kaku.
"Iya sama sama"
Dunia begitu sempit, hingga kembali di pertemukan dengan juna dengan sosok pria yang diam diam ia kagumi.
Sarah sudah berada di dalam mesnya, sebelum masuk ke mesnya Sarah sudah meminta izin kepada Juna, dan juna segera pergi meninggalkan perkarangan mesnya.
__ADS_1
Bersambung......