Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 43 3 Bulan


__ADS_3

ke esokan Paginya.....


kring.....


Kring.....


Kringg...


Bunyi Alarm yang Keras membuat Sarah terbangun dari tidurnya, menggeliat malas di tempatnya.


Masih dengan Posisi terbaring di atas tempat tidur, Sarah berusaha meraih jam beker yang di atas Nakas, dan sedetik kemudian berhasil ia gapai.


Sarah Bangun dan duduk, sambil mengucek ngucek Matanya yang sedikit buram, kini Sarah sudah bisa melihat dengan jelas jam Sudah menunjukkan pukul 6 pagi. Sarah bangkit dan bergegas ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya, Sarah Juga Sarapan Nasi goreng setelah itu, ia keluar dari mes nya, dan di sibukkan dengan menyapu lantai di tempat ia kerja.


Begitulah hari hari yang di lewati Sarah, bahkan Sarah telah melupakan permasalahan antara keluarga, Sarah akan membuktikannya kepada Papanya dan juga dengan kak Karina, bahwa ia bisa Sukses tanpa bantuan siapapun.


*********


Hari demi hari begitulah yang di lewati Sarah, kerja kerja, dan kerja, kini tak terasa Sarah sudah tiga bulan bekerja di tempatnya.


Meskipun kadang Sarah sesekali merindukan Papa nya dan juga Karina, dan Sarah begitu Merindukan bik Ijah yang telah merawatnya,


Sarah tidak Hafal nomor ponsel Bik Ijah, ingin sekali Sarah menemui bik Ijah dan melepaskan kerinduannya kepadanya, andai waktu itu iya tak kehilangan barangnya pastilah bisa berkomunikasi dengannya sampai detik ini.


Kenapa Papa dan kak Karina begitu membenci dirinya, sungguh menyakitkan bagi Sarah, kalau bisa memilih dia pun akan ikut pergi bersama almarhumah ibunya, dari pada hidup tanpa kasih sayang orang tuanya, mending sekalian mati aja pikirnya.

__ADS_1


"Saraaaaaaaahahh!" Teriak Maya kuat dari ujung lorong cafe sammbil berlari ke arah Sarah.


Sarah tersadar dari lamunannya dan menoleh kebelakang melihat Maya tengah berlari kecil ke arahnya.


Saat sampai di hadapannya nafasnya terengah engah mengatur nafasnya yang ngos ngosan.


"Maya, apaan sih pakai teriak segala" Kata Sarah kesal.


"Kamu aja yang ngak dengar dari tadi aku panggil" sambung Maya Sewot.


"Hah, dari tadi?" Tanya Sarah kaget.


"Iya, eh kamu nya malah melamun, Mikirin apaan sih?" Tanya Maya penasaran.


Sarah hanya diam saja, dan benar dia sedari tadi asyik melamun dengan pikirannya sendiri, tak memperdulikan sekitar nya.


"Masak?" Maya tak percaya.


"Di dapur" singkat Sarah cuek dan berlalu begitu saja meninggalkan Maya di sana.


"Lah, kok Akunya di tinggalin sih, Tungguiiiin" Maya berjalan tergesa gesa mengiringi langkahnya dan Sarah.


Sarah tak menggubris perkataan Maya.


"Pulang kerja kita keluar yuk" ajak Maya


"Ayokk" jawab Sarah cepat.

__ADS_1


"Kalo di ajak keluar aja, Senangnya nomor satu" Sungut Maya.


"Hehehe" Sarah Nyengir aja mendengarnya.


Tak terasa Jam sudah menunjukkan pukul 3 Sore, waktunya shif pagi gantian dengan shif malam.


***********


Maya dan Sarah berjalan beriringan melangkah keluar dari cafe menuju tempat Parkir.


Setelah berhasil mengeluarkan motor dari parkiran, mereka berdua keluar melintasi jalan Raya yang tampak beberapa kendaraan saja di sana.


Motor semakin melaju kencang membelah jalanan Raya.


"Kita mau kemana May" Sarah membuka percakapannya.


"Makan Bakso" Katanya melirik sekilas ke Sarah.


"Kamu suka Bakso gak?" sambung Maya lagi.


"Ya sukalah" Jawab Sarah cepat.


"Oke, kita cari tempat dulu ya" timpal Maya memfokuskan pandangannya ke jalanan.


"Hm" Sarah mengangguk saja.


Bersambung.......

__ADS_1


Halo semuanya, semoga kita dalam keadaan sehat selalu, karena Harta yang paling tertinggi itu adalah kesehatan.


__ADS_2