
Sementara di luar Salon kecantikan.....
Karena Juna merasa bosan menunggu di dalam mobilnya, lalu memutuskan untuk menunggu di luar saja.
Setelah keluar dari mobilnya......
dalam waktu bersamaan Sarah dan Maya juga baru keluar dari Salon itu dan semakin menambahkan kegugupan Sarah saat keluar dan berpapasan dengan Juna yang baru saja keluar dari dalam mobilnya langsung menoleh ke arah mereka berdua.
Arjuna mengerutkan keningnya kearah mereka, sepertinya ia mengenali Maya, ia dia mencoba untuk mengingatnya, benar Saja itu Maya karyawan yang bekerja di tempat sahabatnya itu, Ziko. tapi yang mengherankan Juna siapa yang di sebelahnya itu, Juna sampai tak berkedip melihat yang di sebelahnya, begitu menawan dan mempesona , baru kali ini ia melihat wanita begitu mempesona, Juna sudah terbiasa melihat wanita atau gadis gadis yang lainnya berdandan tebal atau berdandan natural, tapi ini ia begitu terpesona dengan wanita itu. ya berbeda dari yang lainnya.
Sarah, Maya maupun Arjuna sama- sama terdiam di tempatnya, mata juna tak henti - hentinya terus memandangi wanita yang ada di sebelah Maya, wajahnya seperti familiar, tapi karena Sarah di make up over sedemikian rupa, Juna tidak dapat mengenali wajah Sarah, Karena Sarah selalu tampil apa adanya tidak pernah berdandan saat bekerja.
Maya hanya melihat juna yang sedang memandang Sarah, lalu bergantian melihat Sarah yang tampak malu malu menatap ke arah juna, Maya hanya tersenyum melihat dua sejoli itu, apakah Juna tertarik kepada sahabatnya itu, ia bisa merasakan tatapan berbeda dari juna untuk Sarah. lain halnya dengan Sarah dia bertambah semakin gugup saat Juna menatapnya tak berkedip, rasanya lututnya lemas tak mampu berjalan saat ini juga, dilihat dari samping Sarah terlihat meremas dress yang ia kenakan, Sarah tak berani beradu pandang dengan juna lebih lama lagi, alih alih menunduk malu, tentu juna tidak dapat melihatnya Sarah meremas dressnya, Karena hanya fokus di wajah Sarah Saja. melihat Sarah maupun Juna yang diam Saja, membuat Maya gemas, belum apa saja, sudah membuatnya jadi obat nyamuk.
" Heem " Maya memecahkan keheningan di antara ketiganya, dan berhasil kini Juna beralih menoleh ke arah Maya.
Begitu juga dengan Sarah menoleh ke arah Maya, Maya memberikan isyarat dari Sorot matanya, namun Sarah yang begitu polosnya tidak dapat mengerti dengan isyarat yang di berikan Maya kepadanya.
__ADS_1
" apaansih? " Bisik Sarah di telinga Maya.
" Udah kesana, kasian dia nungguin kamu tuh " Balas Maya juga berbisik.
" May, Aku jadi gugup, sumpah nyaliku langsung ciut, Aku mau pulang sajalah, dia pasti tidak mengenaliku kalau berdandan seperti ini " Bisik Sarah lagi hendak melangkah masuk ke dalam Salon.
Maya menahan lengan Sarah..... sesaat terjadi adu pandang dengan Maya.
" Ayolah Sarah, sudah sampai disini pantang untung mundur, kau tidak boleh kalah sebelum berperang, kamu gak kasian liat dia yang udah nungguin kamu dari tadi" bisik Maya lagi membuat Sarah semakin delima.
sementara itu Juna hanya bisa menatap kedua orang itu dengan tersenyum, entah apa yang sedang mereka bicarakan, Juna tidak ingin ambil pusing, lalu segera merogoh ponselnya kedalam kocek celananya dan mencari kontak Sarah, lalu membuat panggilan untuknya.
Akibat Ponsel sarah berbunyi membuat ia dan Maya berhenti berdebat, sama halnya dengan Juna, juna yang menangkap bunyi ponsel yang tidak jauh dari mereka ,memandang ke arah keduanya....
" Aduh mati aku " Ucap Sarah menepuk jidatnya.
" Hahaha, sekarang kau tidak bisa lari lagi Sarah, Juna sudah menelpon mu dan dia jadi tahu sekarang, yang berdiri di hadapannya adalah kamu " Tawa Maya senang melihat kepanikan Sarah.
__ADS_1
" Terus aku harus bagaimana? " tanya Sarah binggung.
" Kau harus menemuinya, dan pergilah hampiri dia di sana " Kata Maya sambil mendorong tubuh Sarah ke depan
" Tapi.... " Ucap sarah gantung.
" Pergilah, jangan hiraukan aku, aku akan pulang, semoga berhasil dan bersenang senang " Teriak Maya berlari menjauh dari Sarah, lalu megambil motor miliknya lalu pergi begitu saja dan perkataanya di dengar oleh Juna,
" sial, kenapa Maya malah teriak, sekarang malah ninggalin aku sendirian disini, Dia gak tau apa yang aku rasain, main tinggal gitu aja " Batin Sarah kessl.
setelah kepergian Sarah, kini tinggallah juna dan Sarah di sana, Sarah hanya mampu menundukkan kepalanya saat tiba dihadapan Juna, tubuhnya juga begitu sangat kaku.
sedangkan Juna tak berhenti terus menatap wanita yang di hadapannya, ia tak menyangka bahwa wanita yang dihadapannya sekarang adalah Sarah, gadis yang memang tidak pernah dandan saat bertemu dengannya, begitu Sarah berdandan membawa perubahan dengan wajahnya sampai membuat juna tak mengenalinya tadi, sungguh malam ini Sarah begitu mempesona di matanya, hatinya seketika berdesir, tidak tau karena apa, detak jantungnya begitu memacu cepat di dalam dadanya hal itu jugalah yang di rasakan oleh Sarah, detak jantungnya berpacu lebih cepat saat berdekatan dengan Juna.
Juna tau saat ini Sarah malu padanya, bisa Juna lihat sendiri dengan cara Sarah yang hanya menunduk saja sedari tadi, Karena tidak ingi membuat Sarah kurang nyaman, juna menyuruhnya masuk kedalam mobil.
" Ayo, Sebaiknya kamu masuk kedalam mobil " Ucap Juna memecahkan kebisuan di antara keduanya, lalu membukakan pintu mobil untuk Sarah, Sarah hanya mampu menuruti kemauan Juna tanpa sepatah katapun. setelah Sarah masuk kini dirinya membuka pintu untuk dirinya sendiri ,setelah masuk ,Mobil Juna bergerak meninggalkan Salon itu di sana.
__ADS_1
tidak ada percakapan di antara keduanya, hanya kebisuan yang menemani mereka, entah kenapa membuat Sarah dan juna menjadi canggung begitu.
Bersambung.....