Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 70 Perlu Waktu Memikirkannya


__ADS_3

Sarah di buat melongo atas ungkapan Mas Juna tadi, ia begitu tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan, reflek Sarah menutup mulutnya tak mampu menjawab, ia berharap ini hanyalah mimpi atau sebuah candaan dari mas Juna, anggap Saja Mas Juna lagi latihan untuk melamar sang kekasih, pikir Sarah saat ini.


"Aduh mas Juna, bercandanya keterlaluan sekali, mengapa aku menjadi bahan percobaannya" Batin Sarah memberondong banyak pertanyaan di benaknya


Melihat Sarah yang diam saja tanpa menjawabnya, Juna yakin Sarah sangat syok mendengarnya, mungkin dipikir gadis ini aku hanya bercanda.


"Sarah, mas Serius, mas tidak sedang bercanda" Kata Juna yang seakan bisa membaca isi hatinya.


Sarah tetap tak bergeming, masih dengan ekspresi yang sama, ia tak mudah untuk percaya begitu saja, apa tujuan Mas Juna sebenarnya Batin Sarah jadi bertanya-tanya.


"Are you oke" Kata Juna menyadarkan Sarah, Saat tangannya dikibaskan didepan wajah Sarah.


"E-eh, i-iya" Ucap Sarah gugup, kini bertambah 2 kali lipat kegugupannya.


"Apakah kamu mendengarkan mas berbicara tadi?, atau perkataan mas kurang jelas"


"Soal apa mas" Pura pura tak tau, lebih baik begitu.

__ADS_1


"Haah" Juna menghela nafasnya kasar.


" Apa benar?, dia tak mendengarkan ucapan ku atau hanya pura pura tak mendengar" Gerutu Juna dalam hati.


"Mas tau!, mungkin ini terlalu cepat dan terkesan terburu buru, tapi mas tidak punya waktu Sarah, mas akan menjelaskannya nanti, Maaf membuatmu terkejut. jelas Juna lagi.


Sarah lagi lagi menelan Salivanya kasar.


"Bagaimana ini?, aku harus jawab apa?, sepertinya dia tidak bercanda" Batin Sarah tambah binggung.


"Aku memang menyukainya, tapi tidak seperti ini juga, mas Juna benar - benar membuatku jantungan dengan pernyataannya"


"Baiklah Sarah, tidak usah di jawab!, mas mengerti dan paham, mungkin ini terlalu terburu buru untukmu, pikirkan lah terlebih dahulu" Ucap Juna tersenyum dan tenang.


Sarah dapat melihat kekecewaan dari sorot mata Mas Juna, ketika Sarah tak langsung menjawabnya membuat Sarah bersalah padanya.


."Mas, maafkan sikap Sarah ya, tapi ini terlalu cepat buat Sarah, jadi beri Sarah waktu Mas" Jawab Sarah akhirnya tak tega.

__ADS_1


Akhirnya Juna bisa tersenyum mendengar jawaban Sarah yang sudah di nanti nantikannya.


"Baiklah Sarah, mas paham, maafkan kalo mas terburu buru mengatakan hal ini, sedangkan kita belum mengenal satu sama lain" Jelas Juna lagi.


"Apa ada hal yang lain lagi, yang mau di bicarakan Mas?" Tanya Sarah.


"Tidak, memangnya kenapa?" Tanya Juna heran.


"Mas, bisakah kita setelah ini pulang saja" Pinta Sarah yang tiba-tiba sudah merasa tak enak hati, berhadapan dengan pria tampan dihadapannya ini, dan semakin menciptakan kegugupannya dan merasa canggung setelah mendengar perkataaanya.


"Kenapa cepat sekali" Protes Juna.


Jleeb...


Sudah kesekian kalinya Sarah menelan Salivanya dengan Kasar. mengapa lelaki dihadapannya tidak paham juga dengan kondisi hatinya saat ini, apa dia tidak sadar atas ungkapannya tadi membuat seluruh tubuhnya berhenti bekerja, terlebih lagi pada jantungnya yang semakin berdegup kencang, kalau Juna begitu dekat dengannya pasti akan mendengar suara kecepatan jantungnya.


Kalau saja Juna tidak berada di dekatnya sudah tentu akan memegang jantungnya untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Baiklah" jawab Juna akhirnya, mungkin Sarah perlu waktu untuk memikirkan semua ini, bagaimanapun Juna terlalu cepat mengatakan hal ini tanpa pendekatan yang lama terlebih dahulu, ya Juna harus sabar menunggu jawaban Sarah, sementara ia sudah tak mempunyai waktu lagi, waktu yang di berikan oleh mamanya hanya waktu dua bulan sementara sudah 1 bulan berlalu sejak kesepakatannya dan mamanya berlalu.


Bersambung.......


__ADS_2