
Ting......
Ponsel Sarah berbunyi saat keduanya sudah di sambut kedalam oleh pemilik salon kecantikan itu.
Seketika langkah Sarah terhenti sejenak, dan membiarkan Maya berjalan terlebih dahulu dan meninggalkannya di belakang. lalu ia merogoh ponselnya kedalam kocek celananya dan baru saja Sarah ingin melihat isi pesannya.....
" siapa Sar? " Tanya Maya kepo saat tau Sarah berhenti beberapa langkah darinya.
" ini juga mau lihat, mungkin dari Juna kali ya " Ucap Sarah menoleh ke arah Maya sebentar, lalu beralih menatap ponselnya yang ada di tangannya.
" Iya sudah baca dulu dan di balas juga , mana tau penting " Sahut Maya yang hanya melihat dari tempatnya saja tanpa ingin mendekat padanya
" Heem " Jawab Sarah seadanya.
Sarah mulai membuka Pesan, dan benar saja itu dari juna.
Nanti biar aku yang jemput kamu, Katakan dimana aku harus menjemputmu?
Setelah membaca pesan dari juna, Sarah beralih menatap Sahabatnya itu untuk meminta pendapatnya.
Karena merasa di tatap begitu, Maya yakin Sarah binggung dan pastilah ingin meminta pendapat dirinya. " Ada apa? " Tanya Maya kemudian
" Juna ingin menjemput ku " Ungkap Sarah yang sebenarnya.
" Ya bagus dong, Terus masalahnya apa? " Tanya Maya melihat kebingungan Sarah.
" Aku malu!, Lagian jemput dimana kitakan masih di luar " ungkap Sarah binggung sekaligus malu.
" Ya ampun!, aku pikir masalahnya sebesar apa tadi Sar, itu Gampang !!, tinggal Suruh aja jemput kesini, mudahkan?, itu aja di susahkan " Kata Maya gemas melihat Sarah yang terlalu polosnya minta ampun.
Sarah menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, mendengar jawaban Maya.
Maya yang melihat tingkah sahabatnya yang masih bengong.... " Aduh Sarah, tunggu apa lagi?, di balas dong cepat pesannya, kasian mungkin dia nungguin balasan dari kamu " Kata Maya menyadarkan Sarah dan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sarah yang kebingungan.
__ADS_1
" E - eh, i- iya " jawab Sarah gelagapan.
Kemudian membalas pesan juna...
Iya, nanti jemput saja di salon kecantikan di jalan xx
Setelah mengirimkan pesan itu, Sarah menghampiri Maya yang sudah duduk di depan kaca yang besar, saat sampai Sarah juga duduk di sebelahnya.
" Mbak, tolong di make up over kan sahabat ku yang satu ini " Panggil Maya pada karyawati toko kecantikan itu.
" Iya, baik mbak " jawab karyawati itu dengan sopan.
Kemudian Maya bangkit dari duduknya dan hendak pergi..
" Mau kemana? " Tanya Sarah mencekal lengan Maya.
" Aku akan menunggu diluar, tenanglah!, Aku tidak kemana mana kok " Ucap Maya kepada Sarah yang takut di tinggal sendiri dan menyerahkan bingkisan baju yang mereka beli tadi. kemudian Sarah melepaskan cekalan secara perlahan lahan dan membiarkan Maya keluar dari sana.
Setelah Maya keluar, kini hanya ada Sarah dan karyawati itu di dalamnya, kemudian Karyawati itu memulai aksinya terlebih dahulu dengan menata rambut milik Sarah. setelah selesai menata rambut kini beralih pada wajah Sarah yang akan di make over dengan tangganya itu.
Sudah hampir setengah jam Sarah di dalam ruangan itu, namun tak kunjung menampakkan batang hidungnya, Maya sudah mulai resah di buatnya, hanya bisa mondar mandir di depan ruangan make up tersebut.
Maya begitu penasaran dengan Sarah, ia begitu tak sabar ingin melihat penampilan Sahabatnya itu, Dialah orang yang paling semangat untuk melihat Sarah lebih dulu, Apakah Sarah akan berubah drastis atau tidak, kemudian Maya melirik jam di tangannya sudah pukul setengah delapan itu artinya Waktu Sarah tidak akan lama lagi, tapi mengapa Sarah tak kunjung keluar dari sana. Apa begini ya orang kalau lagi di make up, membutuhkan waktu yang lama bahkan sampai berjam jam pikir Maya, di saat Maya sibuk dengan pikirannya sendiri. Tanpa ia sadari pintu ruangan tersebut terbuka.....
Klekk... pintu terbuka.
mendengar suara pintu itu, seketika Maya menoleh kebelakang dan....
Jleebb....
Maya mematung dengan apa yang ia lihat di hadapannya, Maya mengucek ucek matanya tak percaya, ia begitu takjub melihat yang dihadapannya itu, ia jdi ragu apakah itu sahabatnya bukan, Maya benar benar terkesima oleh Sarah yang di depannya saat ini.
bagaimana tidak, dengan Rambut yang bergelombang sebahu, dengan dipadukan dress bewarna putih tadi semakin membuat penampilannya hampir sempurna, dilengkapi heels bewarna putih yang senada dengan dressnya membuat dia semakin mempesona,
__ADS_1
" LUAR BIASA !!!! " kata Maya mengacung kedua jempolnya di depan Sarah.
kemudian Maya mendekat ke Sarah, melihatnya lebih dekat.
Sarah begitu malu melihat tingkah sahabatnya yang menatapnya dengan intens dari atas hinga ke ujung kaki.
" Udah ah, jangan seperti itu menatapku " Kata Sarah risih dan malu.
" Ya ampun Sarah, aku benar benar terpesona melihat penampilan kamu malam ini, aku yakin, pasti juna klepek klepek deh sama kamu " puji Maya
seketika membuat Pipi Sarah merona seperti tomat, mendengar pujian sahabatnya itu, dengan waktu bersamaan ponsel Sarah berdering dengan kuat di tanganya.
Dengan secara tak langsung Sarah dapat melihat nama si pemanggil itu. dengan tangan gemetaran Sarah mengangkat panggilan itu dan memperbesar suara panggilannya hingga dapat di dengar oleh Maya
Kamu dimana?, Aku sudah sampai di depan kamu keluar ya? ucap seseorang di seberang sana, tentu saja Juna yang menelponnya.
I-iya, i-ini mau keluar Ucap Sarah gugup,
***Ya sudah, aku tunggu di depan ya , sampai ketemu.
I- Iya*** Balas Maya tak mampu berkata lainya selain Kata iya, Maya mengakhiri panggilannya dan seketika kegugupannya terlihat di raut wajahnya.
Maya yang melihat itu, hanya memberikan sahabatnya support agar tidak merasa gugup dan canggung,
" Kau harus rileks Sarah, jangan gugup!, Jika tidak Juna akan tau nanti " Bisik Maya di telinga Sarah entah kenapa Sarah menjadi merinding mendengarnya.
" Ya sudah, Ayo keluar " ajak Maya menarik tangan Sarah untuk keluar, tetapi Sarah hanya diam.
" Sudah Ayo, jangan membuatnya menunggu, ingat kamu harus rileks oke " Kata Maya lagi menarik tangan Sarah keluar dari salon kecantikan itu.
Bersambung............
**Gimana???
__ADS_1
Mana nih like nya ayo dong kasih sebanyak banyaknya, ini dulu ya, author amankan dulu si kecil ntar baru lanjut lagi kalau gak sibuk ya, mohon kesabaran dan pengertian kalian ya, Author juga gak bisa buru buru nulisnya, jadi harus liat situasinya, terima kasih Author sayang kalian 🤗🙏🙏🙏**