Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 32 MEMBUJUK


__ADS_3

Agung benar benar pusing menghadapi tingkah laku Karina yang kekanakan, dan di tambah sikap Karina yang terlalu manja, membuat Agung Takut jika tidak ada laki laki yang akan memahami sikap putrinya itu. entah bagaimana nantinya ia akan membina rumah tangganya kalau seperti itu terus menerus, Umurnya yang sudah 28 tahun sudah dikatakan dewasa, lain halnya Karina tak bisa dewasa sesuai umurnya.


Agung menghela nafasnya yang berat, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamar Karina Di lantai dua.


Tak membutuhkan waktu lama, Agung telah sampai di depan pintu kamar putrinya. sesaat Agung terdiam menatap pintu di hadapannya,


sedetik kemudian Agung mengetuk pintu itu.....


Tok... Tok.... Tok....


"Karina ini Papa, boleh Papa masuk nak! Ucapnya lembut.


tidak ada jawaban, bahkan pintu kamar Karina masih belum terbuka.


sementara itu di dalam kamarnya , Karina tengah menangis di atas ranjang yang terbuat dari lapisan emas, Ia bahkan tak menghiraukan papanya yang berada di luar kamarnya, Hatinya Sakit, dan juga kecewa, seumur umur hidupnya baru kali ini Papanya membentak dirinya,


"Karina tolong buka pintunya untuk Papa nak" ucapnya lagi memelas pada Putrinya, Ia takut Karina melakukan hal yang tidak di inginkan di dalam Sana, mengingat Karina orangnya nekat.


"Maafkan Papa Sayang, Tolong jangan marah pada papa" pintanya lagi.

__ADS_1


"Baiklah, Papa tidak akan mengganggumu lagi" setelah mengucapkan itu Agung lekas pergi meninggalkan kamar putrinya, mungkin malam ini Karina butuh waktu sendiri dan menenangkan pikirannya, jika suasana hati Karina sudah membaik, maka besok dia akan berbicara lagi pada putrinya itu pikir Agung.


Agung memutuskan untuk ke kamarnya dan beristirahat dan berniat akan tidur langsung setelah sesampai di sana.


********


Keesokan paginya....


Karina turun menapaki anak tangga satu persatu, matanya terlihat sembab meskipun sudah ia dempul dengan foundation tetap saja terlihat, tentu saja tidak bisa menutupi keseluruhannya, bagaimana tidak?, Karina menangis semalaman bahkan tidak bisa tidur.


Pagi itu Jam sudah menunjukkan pukul 7.30 pagi, waktunya Karina berangkat ke kantor Papanya untuk bekerja , biasanya setiap Pagi Karina akan sarapan terlebih dahulu, namun tidak untuk kali ini, ia melewati nya begitu saja,


"Karina, Sudah bangun Sayang, Ayo sini kita Sarapan dulu nak" ajaknya pada putrinya.


mendengar panggilan papanya Karina berhenti sejenak tanpa menoleh ke arah belakang. menghadap Papanya, sedetik kemudian Karina bejalan dan tak menghiraukan ucapan Papanya itu,


Agung tak habis pikir dengan Putrinya, bisa bisa iya merajuk selama itu, Apakah yang dilakukannya begitu fatal membuat sang putri marah besar kepadanya, Harusnya yang marah itu adalah dirinya, Bahkan Karina tidak menyapanya pagi ini.


Agung bangkit dan berdiri menjauh dari meja makannya, dan menyusul Putrinya ke depan, dan Agung berhasil mensejajari langkahnya dengan putrinya dan membuat Karina berhenti.

__ADS_1


Karina hanya diam saja tanpa menoleh dan tidak mengucap kata sepatahpun pada Papanya.


Agung hanya menghela nafasnya dengan Kasar.


"Kamu masih marah ya sama Papa" Akhirnya agung membuka suara


"Hm" singkat Karina cuek


"Baiklah, Papa yang Salah, Papa mintak maaf ya nak" Ucapnya lagi berusaha membujuk.


"Ayolah, Papa tersiksa melihatmu seperti ini nak" ucapnya lagi sedikit memaksa


"Papa akan lakukan apa saja yang kamu mau, asalkan kamu mau memaafkan Papa" dan kali ini Agung berhasil membujuknya, terlihat Karina tersenyum menoleh ke arahnya


"Yes, Aku berhasil" Batin Karina senang dengan seringai yang sulit di artikan.


Bersambung....


jangan lupa Like, vote, Love, serta dukungannya buat Author, biar semangat terus menulisnya, hari ini 2 episode dulu ya, Karena Author dah mulai ngantuk, lanjut besok ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2