
Agung menyadari hal itu, dan membuatnya menahan Emosi, tangganya terkepal kuat saat menyadari Sarah yang hadir di sana.
Sekretaris Agung terheran heran melihat Sarah lalu bergantian menatap Agung.
Agung menjadi salah tingkah, sementara itu Maya hanya bisa melongo mendengar kata Papa yang keluar dari mulut Sarah, Kalau benar dia anak orang kaya, mengapa dia harus bekerja lagi, atau Sarah lagi kenak hukuman dari Papanya pikir Maya saat itu.
"Pak, ada berkas yang harus bapak tanda tangani" Ucap sekretaris itu membuka percakapan di antara mereka semua
"Baiklah, letakkan saja berkas ini di meja saya, nanti saya akan menandatanganinya"
"Baiklah, kalau begitu saya permisi Pak"
"Ya"
sekretaris Agung pergi berlalu meninggalkannya di sana dengan banyak pertanyaan di dalam benaknya.
Setelah kepergian sekretarisnya kini Agung menatap tajam ke arah Sarah, sorot mata nya tak lepas dari Sarah, membuat Sarah menjadi takut dan hanya menunduk ke bawah.
kedua scurity dan pak mamat kembali masuk keruangan itu sambil menenteng plastik besar di tangganya, ketiganya masuk dan membungkukkan sedikit tubuhnya tanda hormat kepadanya.
Agung hanya menatap ke tiga orang tersebut yang baru masuk, lalu sedetik kemudian ia hendak melangkah pergi namun tertahan....
"Papa" ulang Sarah lagi yang dapat di dengar semua orang yang ada di ruangan itu.
Kali ini Agung tak tinggal diam mendengar, dia begitu kesal pada Sarah, dan kembali mengepalkan tangannya, sebenarnya ia tak ingin terpancing dan segera kembali ke ruangannya, namun lagi lagi Sarah memanggilnya dengan sebutan Papa, Membuat Agung malu dan murka kepadanya.
__ADS_1
dengan mimik wajah yang sulit di artikan Agung berjalan mendekati Sarah tanpa berkedip sedikitpun, Dan.......
Saat sampai di dekat Sarah....
Brukkkk...
Hal yang tak terduga dilakukan oleh Agung, dengan Kasarnya Agung menarik lengan Sarah dan dihempas kan ke lantai tanpa perasaan.
"Aawwwww" Pekik Sarah kesakitan dan sekaligus terkejut.
"Beraninya kau memanggil ku Papa?, Sadar tidak , Kau ini SIAPA Ha? "Bentak Agung tanpa memperdulikan ke empat orang yang berdiri di belakangnya. dan ke empat orang tersebut terdiam dan sekaligus kaget.
Hening...
Suasana yang tadinya hangat, kini berubah menjadi memanas dan tegang....
Agung terlebih dulu mencekal tangan Sarah dan menariknya dengan Paksa, sehingga Sarah berdiri tak seimbang, dan hampir saja Sarah jatuh untuk kedua kalinya, tapi beruntung Sarah mampu menahan tubuhnya yang akan Jatuh kembali kebawah lantai.
"Plakk" Satu tamparan melayang di Pipi Sarah,
Dan membuat terkejut semua orang yang ada di dalamnnya.
Sarah memegang pipinya yang terasa perih.
"Apa Salahku Pa?" Jawab Sarah meringis memegangi pipinya yang terasa perih, dengan mata yang berkaca kaca.
__ADS_1
"Kau belum sadar juga, apa kesalahanmu?" Ucap Agung Penuh emosi.
"jangan memanggilku Papa, Kau bukanlah Anakku!" Bentak Agung tak terima.
"Pah, Aku ini...."
"CUKUP" Potong Agung Cepat.
"Sudah aku bilang berkali kali jangan menyebutku Papa, Aku bukan Papamu , Kau Paham tidak ha?" Katanya lagi meninggi.
"Tapi pa...."
"Papa lagi!, papa lagi!, Papa lagi!, Aku muak mendengarnya!, kalau kau tidak berhenti juga, Apa perlu aku merobek mulutmu agar kau berhenti dan diam menyebutku sebagai Papamu Ha!" Hardik Agung kesal bercampur emosi.
Sarah kembali ingin mengeluarkan Suaranya, Agung kembali terlihat mengangkat tangannya ke atas hendak menampar Sarah kembali
Sarah memejamkan matanya, namun Sarah tak kunjung merasakan apa apa di wajahnya, perlahan di buka matanya, dan terlihat Maya yang memegang tangan Agung dan menahannya di udara.
"Jangan ikut Campur!!" Bentak Agung tak terima.
"Maaf, bukan maksud mencampuri" potong Maya sinis.
"Sarah, Ayo kita keluar, Aku tidak tau permasalahannya Apa, Tapi ini salah, sangat Salah, Orang tua macam apa anda ini, yang begitu kejam dengan Anaknya, Sadarlah bukan dia yang tidak pantas, tapi anda yang tidak pantas di panggil Papa olehnya" Jawab Maya ketus dan emosi semakin mendidih mendengarnya, dan menarik tangan Sarah dari sana meninggalkan Agung yang terdiam.
dan di susul oleh pak mamat dari belakang.
__ADS_1
Bersambung......