
klek....
Suara pintu kamar mandi terbuka...
Maya menoleh ke asal suara, di lihatnya Sarah baru saja keluar dari kamar mandi.
" May, gak mandi? " Tanya Sarah heran melihat sahabatnya begitu santai.
" Gak bawa baju ganti " Ucapnya melirik Sarah sekilas.
" Pake aja baju aku sementara May " Tawar Sarah.
Maya tampak berfikir sejenak,
" iya deh " jawabnya kemudian.
Setelah selesai memasang bajunya, Sarah lekas pergi ke dapur. Maya beranjak menuju kamar mandi dan masuk, lalu menutup pintunya.
*******
tak berapa lama Maya telah selesai dan keluar dari kamar mandi.
Sarah sibuk di dapur membuatkan makanan untuk mereka berdua.
Maya mengambil pakaian yang sudah di siapkan oleh Sarah di atas tempat tidurnya, setelah selesai memakainya ia mulai mencari keberadaan teman kerjanya itu.
" Lagi ngapain? " Tanya Maya saat sampai di dapur.
__ADS_1
" eh May, udah selesai mandinya " Tanya Sarah yang masih berkutat di dapurnya.
" Udah, masak apaan sih? " Maya penasaran
" Nasi goreng dan mie kuah untuk kita berdua " ucapnya tanpa menoleh ke Maya,
" Oh "
" gimana?, udah kasih kabar ke bibikmu? " Tanya Sarah pagi.
" sudah, Aku juga minta izin ke bibik, buat nginap tidur di sini "
" Serius..., mau nginap di sini May " Sahut Sarah cepat merasa senang saat tau Maya akan tidur di mesnya.
sejenak Sarah berhenti dengan kegiatannya dan mendekati sahabatnya sedetik kemudian memeluknya dan di balas oleh Maya.
" iya Sar "
" Ya udah, setelah kita makan, nanti aku cerita sama kamu ya " Janji Sarah.
" iya "
setelah selesai masak, Sarah dan Maya terlihat membawa makanan itu ke dalam kamar Sarah dan menyantapnya di sana,
setelah selesai dengan urusan makan memakannya, Sarah mulai menceritakan semuanya dari ia mulai lahir hingga tumbuh dewasa tidak ada satupun kisah yang dilewatkan Sarah kepada sahabatnya itu, bagaimana tidak pernah di anggap sama sekali, dan selalu dianggap pembawa sial dalam keluarganya sampai akhirnya melakukan yang fatal dan sampai terusir dari rumahnya sendiri.
Maya yang mendengarkan dengan seksama hanya bisa membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang di alami Sarah, Maya begitu terenyuh mendengarkan penuturan sang sahabatnya, ternyata begitu sulit dan pahitnya kehidupan Sarah yang dijalaninya.
__ADS_1
Air mata Maya berembun di sana, dan membayangkan semua yang di lalui Sarah, sekejam itukah orang tuanya kepada anak sendiri, menelantarkannya, tidak memberinya uang, menyiksanya dan tidak pernah di akui di depan orang orang itu teramat sakit bagi Sarah pikir Maya saat itu, Akan tetapi Maya bisa melihat kalau Sarah cukup kuat menghadapi setiap masalahnya, Sarah juga tidak mau berlarut larut meratapi takdirnya, iya tau inilah yang sudah di garisi tuhan untuknya.
Tanpa Maya ketahui jauh dari lubuk yang paling dalam, hati Sarah hancur, sangat hancur dan sakit, mengingat hal itu membuat Sarah kembali teringat dengan perlakuan kasar Papanya dan Kakaknya Karina.
Tak terbayangkan oleh Maya, jika berada di posisi Sarah, sungguh mungkin dirinya tidak akan sekuat Sarah, Maya tidak bisa berkata apa apa, air matanya langsung terjun bebas tanpa ia sadari.
Berbeda dengan Sarah, malah Sarah yang lebih santai dari Pada Maya, tidak ada kesedihan yang tampak dari wajahnya, seolah tenang menceritakan semua beban hidupnya kepada Maya. Maya sempat berfikir alasan Papanya dan kakaknya melakukan hal itu mungkin karena Sarah bukan anak kandungnya Namun di luar dugaan Maya terkejut mengetahui Sarah adalah anak kandungnya.
pantaskah mereka di anggap keluarga, Pantaskah mereka mendapatkan Maaf dari Sarah, tidak mereka berdua tidak pantas mendapat Maaf dari Sarah, sungguh jika sampai Sarah memaafkannya, Maya tidak tau Hati Sarah terbuat dari apa, lain halnya jika Maya yang berada di situasi ini, ia tidak akan pernah mau memaafkan orang itu bahkan sampai mati sekalipun pikir Maya emosi membayangkannya.
belum sempat Sarah menyelesaikan ceritanya tiba tiba Maya ......
" Stop Hentikan Sarah, Aku sudah tidak kuat mendengarkannya " Potong Maya cepat dan berhasil membuat Sarah berhenti.
Sarah menatap Maya, ia baru sadar kalau Maya sudah menangis ,entah sejak kapan pikir Sarah, kemudian Maya membalas menatapnya pandangan mereka bertemu, sesaat hening...
sedetik kemudian Maya merengkuh tubuh Sarah kedalam pelukannya.
" Jangan di teruskan, Aku sudah paham akan posisimu "
" Sudah ya, aku janji akan membuatmu bahagia selalu " Ucap Maya bergetar menahan tangisnya.
Sarah tak kuasa menahannya, akhirnya Sarah tak bisa menahanya dan ikut menangis di dalam pelukan Maya, Malam itu di hiasi dengan Tangisi mereka berdua yang memenuhi ruangan itu, tempat itu menjadi Saksi atas segala kesedihan kedua sahabat yang saling menyayangi satu sama lain.
Akibatnya terlalu lama menangis, mereka berdua kelelahan dan tertidur dengan posisi masih memeluk satu sama lainnya.
Bersambung.....
__ADS_1