
Kemudian Juna menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, ya Juna memutuskan untuk mengenalkan Sarah pada mamanya.
*********
Sebelum menuju ke rumah mamanya, Terlebih dahulu Juna mampir ke salon, ya, Sarah akan di make up over sebelum dikenalkan pada mamanya.
"Mas, kita mau ngapain kesini?" Tanya Sarah saat mereka sudah sampai di salon kecantikan.
"Menurutmu, ngapain?" Kata juna malah nanya balik bukannya menjawab pertanyaan Sarah.
Sarah menghembuskan nafasnya secara kasar..
Sudah tak tau lagi bagaimana menyikapi semua ini, apalagi melihat sikap Juna seperti ini, sungguh membuatnya jengkel bukan main.
Pertama Sudah membuat waktu kerjanya terbuang sia - sia, yang kedua Juna melakukan sesuka hatinya tanpa mau meminta pendapatnya terlebih dahulu, yang ketiga memaksanya tanpa harus di bantah. benar - benar menyebalkan keluh Sarah, tentu hanya mampu mengeluh dalam hatinya saja.
"Ayo turun!" Ajaknya membuat Sarah tersadar.
"Eh, I - iya" jawab Sarah salah tingkah.
Setelah keluar, kini keduanya melangkah masuk kedalam Salon..
"Ada yang bisa kami bantu?" Tanya Pelayan salon ramah.
"Ya, mbak tolong make up over kan teman saya ini ya" Pintanya kepada pelayan salon iyu.
"Iya, baik mas"
__ADS_1
"Teman atau pacarnya sih?" kata pelayan Salon bertanya dalam hati.
Kemudian beralih menatap Sarah..
"Ayo silahkan mbak, ikuti saya" katanya mempersilahkan Sarah.
Sarah tak menjawab, ia hanya diam saja, lalu mengikuti langkah pelayan salon itu masuk kedalam ruangan yang di yakini Sarah ruang tempat dia akan di make up over.
Sementara Juna menunggu di luar, diliriknya jam tangan miliknya, saat itu jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.
Sambil menunggu Sarah selesai, juna memilih membaca majalah yang ada di atas meja ruang depan.
Sedangkan Sarah, sudah mulai dibenahi, dari creambath rambut, setelah kering rambutnya di buat bergelombang, lanjut lagi dengan wajah, yang di polesi bedak, terlihat mbak salon itu sangat cekatan mendandani Sarah. setelah selesai lanjut lagi ke sesi ganti pakaian,
Setelah 2 jam lamanya berada di dalam, kini akhirnya Sarah telah selesai,,,,
Juna yang fokus dengan majalahnya tak menyadari kehadiran Sarah di sana.
"Mas" panggil Sarah menatap Juna di depannya.
Juna mendongakkan wajahnya.
Deg
Deg
Juna menelan Salivanya dengan susah Payah, matanya tak berkedip memandang wanita yang ada di hadapannya kini.
__ADS_1
Membuat Sarah jadi salah tingkah di pandang tanpa berkedip.
"Maaf mas, sudah selesai" Ucap mbak salon menyadarkan Juna.
"Eh, I-iya, mbak, brapa semuanya" Tanya Juna gugup mengalihkan pandangannya ke mbak Salon.
"Total semuanya, 3 juta mas"kata Mbak salon itu.
"Haah" Sarah tercengang mendengar biaya yang dihabiskan untuk dirinya, kemudian "Sebentar mbak, boleh mintak waktunya sebentar?" Tanya Sarah, kemudian mbak salon mengangguk saja.
Sarah menarik tangan Juna keluar menjauh dari mbak salon , agar tak di dengar olehnya.
"Mas, Mahal sekali biaya perawatan make upnya " Ucap Sarah sungkan.
"Sudah tidak apa- apa " jawab Juna santai.
"tap..."
"Memangnya kau punya uang, untuk membayarnya" Potong Juna cepat.
Sarah terdiam.
"Tidak ada kan, Ya sudah biar mas yang bayarkan, sudah lebih baik kau tunggu di sini saja" Kata Juna lagi masuk kedalam dan menghampiri mbak salon itu, lalu menyerahkan kartu debitnya. setelah selesai membayar Juna keluar dari sana.
"Ayo, berangkat!" Ajak Juna ketika sudah di dekat Sarah.
Bersambung......
__ADS_1