
Sementara di tempat yang berbeda....
Terlihat Maya sedang memarkirkan motor miliknya ke halaman samping rumah, setelah selesai ia bergegas masuk kedalam.
“Assalamu ‘alaikum” Salam Maya saat masuk.
"Wa ‘alaikumus salam" Jawab Paman dan bibik Maya serempak.
Kemudian Sarah menghampiri paman dan bibiknya yang berada di ruang tamu, lalu mendaratkan pantatnya ke atas sofa.
"Sarah gak ikut may" tanya Sumira pada keponakannya
"Tidak bik"
"Ya sudah, kamu ganti pakaian dulu sana!, terus jangan lupa makan" kata bik Sumira.
"Iya"
Maya lekas pergi ke kamar meninggalkan keduanya di sana, saat sampai di kamarnya maya mengantikan pakaiannya lalu kedapur untuk mengisi perutnya yang kebetulan lapar sekali, biasanya setiap pulang kerja Maya maupun Sarah akan menyempatkan makan di luar setelah pulang kerja, tapi karena berhubungan Sarah ada janjian dengan Juna, Jadi Maya memutuskan untuk makan di rumah saja.
****************
CAFE GAUL.......
Lain halnya dengan Sarah dan Juna yang baru saja memasuki sebuah cafe ternama di kota metropolitan itu.
Lalu keduanya memilih duduk di paling pojok belakang, sementara juna memanggil sang pelayan dan memesankan makanan untuk mereka.
__ADS_1
hening.....
Untuk sesaat keduanya terdiam
"Mas Juna katanya ada yang mau dibicarakan" Kata Sarah membuka kecanggungan di antara keduanya.
"emm..."
Saat Juna hendak berbicara Namun harus terhenti sejenak karena sang pelayan datang mengantarkan pesanan mereka.
"Terima kasih" Ucap Juna kepada pelayan itu.
Sang pelayan hanya mengangguk saja, setelah selesai meletakkan makanan mereka, ia pun pamit pergi dari sana.
Setelah pelayan tadi benar - benar pergi dari hadapan keduanya, kembali Sarah bertanya.
"Mas, belum menjawab soal ta..." Belum sempat menyelesaikan perkataanya.
Sarah mengangguk tanda setuju.
Lalu keduanya makan tanpa bersuara, hanya terdengar dentingan sendok yang menggema di sana.
Tak berapa lama keduanya telah selesai dengan makanannya.
Kini Juna tampak mempersiapkan dirinya dan menyusun kata agar Sarah tetap nayaman di dekatnya.
"Sarah!" Panggil Juna lembut.
__ADS_1
"Iya mas"
Juna hanya menatap Sarah dengan tatapan yang sulit di artikan, lalu Juna tampak meraih tangan Sarah lalu menggenggamnya.
"E-eh, a-apa i-ni?" Batin Sarah gugup.
Sarah menelan salivanya, ia terlihat gugup Saat Juna meraih tangganya tepat di tengah - tengah meja.
Seakan terhipnotis perlakuan Juna, Sarah hanya bisa menurut dengan apa yang dilakukan oleh mas Juna terhadapnya. Mas Juna bahkan tidak tau bagaimana jantung Sarah yang bergemuruh di dalamnya, perlakuan manis mas Juna berhasil memporak porandakan dirinya, ini tidak boleh terjadi, Aku harus bisa mengendalikan tubuhku Pikir Sarah.
Ternyata tubuh dan hati Sarah tidaklah selaras, bahkan Juna bisa melihatnya saat ini Sarah gemetaran saat juna menggenggam tangannya.
"Maaf, Kalo mas sudah lancang" Juna akhirnya melepaskan tangan Sarah.
"Huff" Batin Sarah lega.
"I-iya mas" Jawab Sarah gugup
"Sarah, tolong maafkan ketidak sopananku kepadamu, Mas terlalu senang dan reflek" Kata juna sejujurnya, padahal Juna lah yang palibg berkeringat dingin di tubuhnya.
"Sudah mas, Sarah maklumi"
"Jadi mas mau bicara soal apa?" Tanya Sarah tanpa bas ma basi lagi.
Sejenak Mas Juna menatapku, membuat Sarah salah tingkah. sedetik kemudian tampak tenang.
"Maaf Sarah, mungkin ini terlalu cepat bagimu, dan ini sangatlah terburu buru bagimu, tapi mas mau kamu mau mempertimbangkannya, maukah kau menjadi istriku?" ungkap Juna mantap.
__ADS_1
Sarah di buat melongo atas ungkapan Mas Juna tadi, ia begitu tak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan, reflek Sarah menutup mulutnya tak mampu menjawab, ia berharap ini hanyalah mimpi atau sebuah candaan dari mas Juna, anggap Saja Mas Juna lagi latihan untuk melamar sang kekasih, pikir Sarah.
Bersambung......