
Plaakkkk
Darwin menampar keras wajah anaknya.
"Puaassss kamu Juna, membuat semuanya berantakan" Kata Darwin geram.
"pah,, teganya kau menampar anak mu sendiri" Sentak Elsa marah pada suaminya,
"Diamlah!!!.... anakmu!, bukan anakku!, anakku akan menuruti semua kemauan orang tuanya, biar aku beri pelajaran pada anak kurang ajar ini" Kata Darwin tak kalah marahnya sama Juna, setelah melihat kepergian sahabatnya tadi.
Elsa terdiam, hanya bisa menatap sedih sang anak.
"Kau, gadis tak tau diri!, KELUAR DARI MANSIONKU!!!! " Teriak Darwin geram.
"Berhenti kau menghinanya Pah!!" Teriak Juna Marah.
"heh....Kenapa kau Marah?, dia gadis yang tidak jelas asal usulnya" Kata Darwin sinis menatap Sarah yang berlindung di belakang Juna.
Saat ini Sarah ketakutan, wajahnya Pucat, hatinya Sakit di hina oleh ayah Juna.
" heh..Tidak jelas Papa bilang!, sebenarnya Papalah yang tidak jelas dari tadi" Balas Juna sinis
"Apa kau bilang!!!" Darwin kembali di buat geram oleh Juna.
"Apa yang sudah kau berikan pada putraku!!, sehingga dia membela mu ha?" Kata Darwin Marah menatap tajam ke Sarah.
Sarah semakin ketakutan, dan hanya diam membisu.
"Kenapa diam??, JAWAB!!!" Bentak Darwin marah.
"Jangan salahkan dia pah!!, disini yang Salah itu Papa, BUKAN SARAH!!.." Ucap juna penuh penekanan.
__ADS_1
"ANAK KURANG AJAR!!!" Darwin geram dan kembali mengangkat tanganya ke atas hendak menampar Juna lagi...
Sementara Elsa yang sudah ketakutan melihat suaminya yang ingin menampar kembali Juna, dengan cepat menarik tangan Juna keluar, dan juna menarik tangan Sarah untuk keluar, Elsa begitu pusing menghadapi situasi seperti ini, ia tak ingin keributan semakin panjang dan berlarut larut, apalagi sang suami yang tak mengenal kata menyerah, dia tidak pernah menerima kata kalah, seperti berdebat saat ini, keduanya terlihat tak ingin mengalah satu sama lain, tak ingin suaminya melakukan yang tidak - tidak, Elsa menarik lengan Juna dan Sarah menjauh dari suaminya.
"Mau Kemana kamu anak kurang ajar, Papa belum selesai bicara, Dasar!!!, anak tak tau diri" Maki Darwin geram melihat Juna melarikan diri ke luar.
"apaan ma, kenapa Juna di tarik keluar," Kata Juna saat sampai di luar.
"Maafkan mama nak, tapi kau harus pergi, sebelum Papamu bertindak lebih dari ini" Kata Elsa berusaha menjelaskan situasi saat ini,
"Tidak ma!!!.... urusan aku dengan Papa belum selesai" Kata Juna yang hendak menghampiri sang Papa yang masih menatap tajam dengannya.
"Juna.....Mama mohon!!!" kata Elsa memelas.
"Iya Mas Juna, sebaiknya kita pergi dulu, biarkan Papa mas tenang" celetuk Sarah membenarkan ucap Elsa.
Akhirnya Juna mengerti dan menarik lengan Sarah pergi dari sana, keduanya berjalan keluar melewati pintu utama.
"Juna" Panggil sang mama lembut, berhasil menghentikan juna dan Sarah yang ingin masuk kedalam mobil.
"Iya mah" Kata juna berhenti dan menunggu apa yang akan dikatakan mamanya.
"Maafkan Papamu nak" Kata Elsa sedih.
"Sudahlah ma, tak apa, ya sudah Juna harus pergi" Ucap Juna lagi.
"Tunggu!!.....Kemudian Elsa mendekati Sarah, lalu tiba - tiba memeluknya dan Sarah membalas pelukan mama Elsa
"Maafkan suami Mama ya Sarah" Kata Elsa tulus lalu mererai pelukannya.
Sarah hanya tersenyum menanggapinya. kemudian " Tidak apa tante, Sarah mengerti" Ucap Sarah menatap Elsa teduh.
__ADS_1
"ya Sudah ma, kami pergi dulu ya" Kata Juna pamit.
"Iya sudah, hati hati kamu" Kata mama Elsa lalu Juna masuk kedalam mobil, sementara Sarah masih di luar berdiri di samping Elsa.
Sarah tersenyum lalu menyalami tangan mama Elsa sebelum masuk ke dalam mobil Juna.
Elsa mengelus kepala Sarah, setelah selesai Sarah masuk kedalam mobil, perlahan mobil Juna bergerak meninggalkan mansion orang tuanya, dan melaju dengan kecepatan sedang membelah Jalan yang tampak Sunyi pada malam hari.
Sedang Elsa masih berdiri menatap kepergian mobil putranya, lalu tersenyum hangat.
"gadis yang baik" gumam Elsa pelan.
lalu masuk ke dalam, tanpa menghiraukan sang suami yang masih di ruang tamu, Elsa berjalan menjauh dan mendekati anak tangga,
Melihat hal itu Darwin kesal,
"Mau kemana kamu?" Tanya Darwin yang menghentikan.langkah Elsa saat itu.
"Tidurlah, apalagi?" Kata Elsa datar, lalu naik menapaki anak tangga.
Namun berhenti di tengah tengah tangga,
"istirahatlah" Ucap Elsa tanpa menoleh kebelakang dan melanjutkan menapaki anak tangga hinga ke atas dan masuk ke dalam kamar.
Darwin hanya menatap kepergian Istrinya yang hilang di pembatasan tembok tangga.
kemudian menghela nafasnya kasar.
malam ini tak berjalan sesuai harapannya, membuat Darwin frustasi dan hanya meremas rambutnya dengan Kuat
Bahkan mengajak tamunya makan saja belum, dan semuanya berantakan karena ulah anaknya sendiri.
__ADS_1
Bersambung.......