
Setelah kepergian kedua orang tuanya, tinggallah Juna di sana sendirian, tanpa beranjak sedikitpun dari duduknya, tiba - tiba saja dia menjadi rindu kepada Sarah.
Juna tersenyum mengingatnya.
"sedang apa dirimu bidadari ku" Batin Juna terbayang oleh Sarah.
********************
Sementara itu, di tempat kerjanya...
Sarah asik dengan pekerjaannya, tiba - tiba saja Ponsel Sarah berbunyi. Lalu merogoh ponsel kedalam saku celananya.
1 pesan diterima
Terpampang jelas di layar ponselnya.
Dengan cepat Sarah membuka aplikasi whatshap nya melihat siapa pengirimnya, dan tanpa membuka isi pesannya, Sarah bisa mengetahui siapa yang mengirimkannya pesan itu yang tak lain adalah Juna.
[Mas kangen......]
Setelah membaca pesan itu Sarah jadi senyum - senyum sendirian, Tanpa berniat untuk membalas pesan itu kembali.
Sedangkan Maya yang melihat Sarah di kejauhan yang tengah senyum - senyum sendirian, membuatnya penasaran dan mendekati Sarah secara perlahan tanpa Ia Sadari, Maya telah berdiri di sampingnya.
Maya menyeringai jahil ......
"Oooiiiiiiiiiii" Kata Maya mengagetkan Sarah, sambil menepuk bahunya.
__ADS_1
"Eh, mati kau, eh anak ayam bertelur" Latah Sarah kaget.
"Hahahaha" Maya ketawa mendengar latahan Sarah.
"Maya!, resek banget sih jadi orang" Kata Sarah marah.
Tapi yang di marah bukannya mintak maaf malah cengar cengir melihat Sarah marah.
"Hahahhahahahahaha, Aduh sakit perutku, kebanyakan ketawa" Ucap Maya terkekeh melihat Sarah yang latah, sangat mengemaskan sekali menurut Maya.
"Terus......terus aja di ketawain" Sentak Sarah kesal..
"Aduhh....duh perutku, tambah sakit" Maya memegang perutnya yang terus tertawa mengejek Sarah.
"Maya!!!!!!!" Teriak Sarah kesal, melihat Sahabatnya tak menghentikan tawaannya itu.
Bukannya berhenti Maya terus saja menertawakan Sarah, hingga Akhirnya Sarah kesal sendiri melihat tingkah sahabatnya itu, lalu dengan kesal Sarah meninggalkan Maya sendirian di sana.
"Tunggu Sar" Teriak Maya keras, Setelah Sarah cukup Jauh meninggalkan dirinya.
akan tetapi Sarah tak menggubris panggilan Maya, Dia begitu kesal pada sahabatnya itu, Sarah tak suka dikagetkan karena dia latah, dan Maya tau hal itu, tapi sengaja ingin mengerjai dirinya, padahal Sarah sudah pernah bilang ke pada Maya, Untuk pertama kalinya mereka bersahabat sampai detik ini, baru kali ini Sarah di buat kesal oleh Maya.
Maya terus saja mengejar Sarah...
"Sarah, berhenti dong...." Teriak Maya yang masih mengekor di belakang Sarah.
Tanpa memperdulikan ucapan Maya, Sarah terus saja berjalan terburu buru tanpa berhenti.
__ADS_1
Melihat hal itu,.Maya jadi merasa bersalah.
"Apa dia semarah itu padaku" Batin Maya bertanya pada dirinya.
"Kan,.tadi aku cuma bercanda, kenapa jadi marah beneran" Ucap batin Maya lagi.
Akhirnya Sarah sampai di taman belakang...
Maya yang.merasa lega melihat Sarah berhenti di taman belakang, kahirnya menghampirinya.
Namun Sarah memasang wajah juteknya, Maya hanya memperhatikan mimiknya, selama berteman dengan Sarah, baru kali ini, Sarah marah padanya.
Maya menghela nafasnya yang panjang, gara masalah sepele jadi ribet begini, kan niatnya cuma bercanda, kenapa Sarah menanggapinya begitu serius, pikir Maya.
Sarah hanya diam Saja, akibat ulah Maya sampai lupa untuk membalas pesan Juna tadi, memang dia tak berniat membalas pesan juna, tapi Sarah tak tega, dan akhirnya tidak jadi membalas pesan Juna.
"Sarah, kamu marah beneran ya" Celetuk Maya dengan hati - hati.
Aduh pertanyaan bodoh, jelas jelas Sarah marah padanya, masih di tanya pulak, Maya.... Maya....
"Menurutmu" Jawab Sarah cuek.
"Iya deh, aku mintak maaf, Aku ngaku salah tadi cuma bercanda kok Sar, jangan ngambek lagi ya" bujuk Maya.
"Bercanda mu gak lucu May" sentak Sarah kesal.
"Iya aku mintak maaf, tadi maksudnya iseng aja kok, aku penasaran lihat kamu senyum senyum sendirian Sar, emangnya kamu kenapa tadi" Tanya Maya yang lupa kalau saat ini Sarah lagi kesal padanya.
__ADS_1
Namun Sarah tak menjawabnya, tiba-tiba bangkit dari duduknya dan meninggalkan Maya sendirian di sana.
Bersambung.........