Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
Bab 80 Danau


__ADS_3

Juna mengepalkan kedua tangannya, menahan emosinys, seandainya saja iya di izinkan untuk menghajar kedua orang tadi, pastilah akan membuatnya tak bisa berbicara lagi.


Sayangnya Sarah tak ingin itu terjadi, ia tak ingin terlibat masalah hukum, Karena juna akan terkena masalah karenanya nanti.


*******************


Di Danau...


"Sarah" panggil juna ketika mobilnya berhenti di sebuah taman yang tak jauh dari restauran tadi.


Sejak keluar dari restauran tadi, hingga di dalam mobil, Sarah tak banyak berbicara, ia memilih bungkam. sedangkan Juna saat ini sangat mengerti bagaimana perasaanya, akhirnya memutuskan untuk mengajaknya ketaman agar hatinya terhibur.


Sarah melirik Juna ke samping, tanpa merespon panggilannya tadi, lalu kembali memalingkan wajahnya ke depan.


Tampak Juna menghela nafasnya. turut prihatin kepada gadis itu, entahlah, Juna tak mengerti apa hubungannya dengan kedua orang tadi, tampak begitu membenci Sarah. saat ini, Juna memang sangat penasaran dan ingin bertanya, Namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk meminta penjelasannya, Karena menghibur hatinya jauh lebih penting saat ini, Juna bermonolog..


"Ayo turun!" Ajak Juna setelah keduanya diam.


"kita ada dimana mas?" Tanya Sarah akhirnya tak menyadari sudah berada di taman.


"Kita turun dulu, baru nanti kamu tau kita ada dimana" Kata Juna menjelaskan.

__ADS_1


Tanpa banyak bertanya lagi, Sarah menurut dan keduanya turun dari dalam mobil.


Kening Sarah berkerut saat sudah turun, menoleh ke arah Juna, "Danau?" kata Sarah bingung.


Juna tersenyum..."Iya, memang danau" balas Juna.


Tampak Sarah semakin binggung dan alisnya tertaut tanda bingung.


"Tapi, untuk apa kita kesini mas" Ucap Sarah heran.


"untuk menghiburmu" Kata Juna santai, dan berlalu di hadapan Sarah yang masih berdiri di samping mobilnya yang masih terlihat binggung.


"Menghiburku?" Batin Sarah bertanya - tanya tanda tak mengerti.


Juna melirik Sarah sekilas, keduanya sama - sama diam, dan hanya melihat kedepan ke arah danau buatan dari manusia itu yang terlihat masih asri dan terawat.


Danau itu di beri nama danau telaga, karena jauh dari hiruk pikuk kesibukan warga pinggiran kota Jakarta. banyak warga yang sengaja meluangkan waktunya untuk mengunjungi danau tersebut bersama keluarga. Mereka bersenda gurau bersama anggota keluarga sembari melepas penat setelah sehari penuh memeras keringat untuk mengunjungi danau tersebut bersama keluarga dan orang tersayang.


"Mas..." Panggil Sarah akhirnya yang tak tahan, dan merasa tak enak hati kepadanya.


"Hm" Sahut Juna masih menatap lurus ke arah danau.

__ADS_1


"Soal tadi...."


"Lupakan saja!, tidak usah menjelaskan apapun, kalau kamu sendiri belum siap untuk menceritakannya kepadaku" Potong Juna mantap.


Sarah meremas kedua jarinya, lalu menundukkan kepalanya.


Bola mata Juna bergerak melihat ke arah samping tampa menoleh ke arah Sarah.


"Sudah ku bilang!, akan menghiburmu" Ucap Juna lagi.


Sarah mendongakkan kepalanya dan menatap Juna ke samping, Sarah begitu di hargai olehnya, di saat keluarganya membencinya, justru tuhan kirimkan orang yang begitu peduli padanya. Sarah sangat bersyukur di kelilingi oleh orang - orang yang baik dan juga sangat menghargai dirinya. Sarah melamun....


Kemudian Juna meraih tangan Sarah dan menggenggamnya dengan erat, seolah menyalurkan kekuatan agar membuat Sarah tegar dan semangat.


"Aku akan selalu ada untukmu" Kata Juna menatap wajah Sarah lekat. tatapan keduanya bertemu, Sarah bisa melihat dengan jelas dari sorot matanya yang begitu tulus kepadanya.


Sarah tersenyum mendengarkan, hatinya menghangat, perlahan lahan, ia merasakan debaran aneh di dalam hatinya, yang tak tahu kenapa membuat Sarah begitu nyaman berada di sisinya, harapan untuk semakin memilikinya pun semakin besar, kesempatan yang bisa juna dapatkan, dan memanfaatkan dengan sebaik baiknya.


Ya Sarah merasa mulai jatuh cinta kepadanya, dan semakin berharap lebih padanya, tapi Sarah perlu melihat sejauh mana keseriusan Juna terhadap dirinya, bukan apa - apa, ia hanya melindungi dirinya saja dari kekecewaan, dari yang namanya sakit hati, ia tak ingin menambah luka lagi ketika ada orang yang akan membuatnya terluka dan akan membenci dirinya ia tak akan sanggup akan hal itu, cukup keluarganya sendiri yang membencinya, tapi jangan dengan Juna maupun Maya sahabatnya,


Bersambung....

__ADS_1


Mau lanjut... jangan berhenti ya buat dukung Author, dan jangan lelah untuk menunggu ya bestiii 🤭😘🤗


Salam sayang Author, sayang manyak manyak 😄😄


__ADS_2