Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
Hujan tak berhenti


__ADS_3

malam semakin gelap, dan hujan pun belum berhenti, semakin membuat Karina gelisah dan tidak merasa nyaman berada di gubuk tua itu.


Akhirnya Karina hanya mondar mandir kesana kemari, melihat hal itu Agung mengernyitkan dahinya.


"Kenapa nak...?" Tanya Agung heran melihat tingkah Karina


"Pah... bisakah kita pergi dari sini, Karina sudah tak nyaman di sini" keluhnya


"Tunggulah sebentar lagi, semoga saja hujannya berhenti" ucap Agung santai


"Tapi pah..??"


Agung memejamkan kedua matanya, sepertinya Karina sangat sulit mengerti dengan keadaanya sekarang, membuat Agung harus bisa membuat Karina secara perlahan mengerti dengan semuanya


"Di luar masih hujan sayang, tunggulah sebentar lagi nak..."

__ADS_1


Agung berusaha memberi pengertian pada anaknya Karina, dia juga tak dapat melakukan banyak hal atas kemauan Karina itu, bagaimanapun Karina dulunya selalu hidup serba kecukupan dan tidak pernah kekurangan satupun, wajar saja kalau Karina tidak biasa dengan hidup susah.


"Ya....baiklah pah" Kata Karina mengalah.


Percuma saja dia mengeluh, toh jawabnya Papanya selalu begitu, membuat Karina kesal sendiri


Kruyuk... keruyuk.....


Karina memegang perutnya yang berbunyi karena lapar, sejak keluar dari penjara hinga sampai saat ini, perutnya belum juga terisi oleh makanan, apalagi di tambah cuaca yang semakin malam semakin dingin, membuat tubuhnya menggigil kedinginan.


Lalu turun menghampiri Karina yang berdiri menyender di dinding kayu. Agung meletakkan tangannya di kening Karina.


"kamu kedinginan Nak..?" Kata Agung khawatir melihat kondisi putrinya


Karina hanya mengangguk lemah, sementara Agung kebingungan mencari selimut untuk menghangatkan tubuh anaknya itu, yang Agung tau sampai kapanpun tidak akan pernah ada selimut di sana. Agung berusaha mencari akal,

__ADS_1


kemudian masuk kedalam gubuk mencari mancis atau korek api di sana, mana tau agung dapat menemukan benda kecil itu untuk di buatkan api unggun supaya Karina tak kedinginan lagi.


Sudah 5 menit berlalu, dan pencarian Agung tidak lah sia - sia akhirnya mendapatkan korek api di sudut dinding. setelah itu mencari kayu kering yang ada di dalam gubuk tua tersebut.


Tak membutuhkan waktu yang lama akhirnya Agung menemukan kayu itu dan langsung membuat api unggun dengan membakar plastik yang berserakan di lantai gubuk tua itu.


Seketika api pun hidup, dan menghangatkan tubuh karina karena kedinginan, tak berapa lama Karina terlelap dengan sendirinya, mungkin karena lelah akhirnya tertidur pikir Agung yang menatap putri kesayangannya itu.


"Maafkan papa ya nak.." Ucap Agung mengelus kepala karina, di tatapnya dalam putrinya yang selama ini di banggakan, agung merasa kasihan dengan karina karena harus merasakan kepedihan ini.


Sudah 1 jam agung menjaga Karina, Namun kini rasa kantuknya mulai menyerang, agung rasa begitu sangat lelah, akhirnya agung memutuskan untuk tidur beristirahat malam ini, besok. pagi dia harus memikirkan hendak kemana


Dua orang yang beda generasi itupun tertidur dengan ditemani hujan yang masih belum reda, di tambah lagi api unggun yang menghangatkan tubuh mereka dan rumah gubuk itu pula yang menjadi saksi menyaksikan agung dan karina tertidur pulas.


Bersambung...

__ADS_1


Assalamualaikum hai para reader ku apa kabar ni?. udah lama ya gak dengar kabar author kemana aja ni?, saking sibuknya author gak sempat buat update lagi, doain ya teman teman teman, semoga author bisa update seperti dulu lagi, oya semoga kalian sehat semua ya Aamiin 🙏🙏 terima kasih ya udah setia nungguin author come backk 😊😊


__ADS_2