
Mobil BMW bewarna putih sudah terparkir rapi di depan halaman mansion mewah milik orang tuanya.
Sementara sang mengemudi terlihat melepaskan sabuk pengamannya dari tubuhnya. Lalu menoleh ke pada
penumpangnya yang ada di sampingnya, siapa lagi kalau bukan mereka berdua Juna dan Sarah.
"Ayo turun!" Ajak Juna melihat Sarah yang diam saja tanpa melepaskan sabuk pengamannya
"Eh i- iya" Jawab Sarah gugup.
Sarah tak menghiraukan perkataan Juna, dan tetap berdiam diri pada tempatnya.
Juna menghela nafasnya melihat Sarah seperti itu.
Dia tidak tau saja, kalau saat ini Sarah begitu takut dan gugup, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya, bagaimanapun ini adalah pertama kalinya untuk Sarah. diajak bertemu dengan orang tua Juna, Yang membuat Sarah tidak mengerti sampai detik ini, apakah semua ini nyata, atau hanya mimpi baginya, atau Juna sebenarnya hanya bercanda kepadanya dan hanya ingin bermain main dengannya.
Sarah masih sibuk dengan pikirannya.
Tanpa Sarah Sadari, Juna merapatkan dirinya ke tubuh Sarah, dan membukakan sabuk pengaman yang masih melekat di tubuh Sarah.
Sarah tersadar dan merasa gugup, iapun reflek memegang tangan Juna dan detik itupun Juna berhenti dengan aktivitasnya....
Deg..
Deg..
Wajah keduanya sangat dekat, sehingga Juna bisa mencium Aroma parfum maskulin milik Sarah, dan setiap seruan nafas Sarah bisa ia dengar, tapi tidak dengan detak Jantung Sarah, meskipun diantara mereka tidak ada Jarak, tetap Juna tidak bisa mendengarkan detak Jantung Sarah, kecuali ia letakkan telinganya di dada Sarah, maka akan mendengarkannya dengan jelas.
hening.....
Dan Juna sendiri merasakan getaran aneh di hatinya, tidak hanya sekali, tapi ini sudah kesekian kalinya ia merasakan getaran aneh di hatinya.
Tiba - tiba saja pintu mobil di ketuk dari luar..
Tok....
Tok...
Keduanya terperanjat kaget, keduanya tampak salah tingkah lalu Juna terlihat menjauh dari Sarah,
Kemudian Juna langsung turun tanpa menunggu Sarah, sementara Sarah di dalam mobil hanya mematung tanpa melakukan apapun.
"Pak Suryo ada apa" Kata Juna saat menghampiri paruh baya itu.
"Eh, tidak ada tuan" jawabnya salah tingkah sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"tadi Nyonya menelpon saya, katanya mendengar mobil mas Juna pulang, tapi tidak kunjung masuk kedalam" Kata Suryo lagi berusaha menjelaskan.
"Oh, iya, baru aja mau turun pak" Dalih Juna beralasan.
"Baiklah tuan, maafkan Saya telah menganggu tuan, kalo begitu saya permisi" Pamit Suryo sopan.
Juna mengangguk menyetujuinya, setelah Pak Suryo menjauh, Juna membukakan pintu mobilnya untuk Sarah.
__ADS_1
"Ayo turun!" Ajak Juna begitu pintu mobil di buka.
"Mas Juna, Sarah mau Pu - pulang sa- saja ya" Jawab Sarah terbata - bata.
"Kenapa?"
"Sarah takut dan malu" Ucapnya seadanya.
"Sudah, Ayo" sambil menarik lengan Sarah keluar dari mobilnya kemudian melangkah masuk ke dalam mansion mewah milik orang tuanya .
Saat sudah memasuki ke dalam, Sarah di buat takjub dengan perabotan mahal milik orang tua Juna, Sangat mewah, dari milik Papanya.
"Tunggu disini!" Kata Juna lalu masuk kedalam meninggalkan Sarah seorang diri di sana.
Sarah tak menghiraukan perkataanya, malah asyik berjalan sambil mengitari ruangan tamu dan melihat barang mewah yang terpajang di ruangan itu.
Tak berapa lama Juna kembali dengan membawa mama Elsa bersamanya...
Namun Sarah tak menyadari kedatangan mereka, Posisinya yang membelakangi keduanya, membuatnya tidak bisa melihatnya.
"Sarah" Panggil Juna lembut.
Sarah tersadar lalu menoleh kebelakang.....
Jleeeb......
Sarah terlihat menelan Salivanya agar membasahi kerongkongannya yang terasa kering.
tiba - tiba tubuhnya membeku, serta rasa gugup menguasai dirinya.
Juna menarik lengan Sarah mendekati mamanya untuk di kenalkan padanya.
Sedari tadi Elsa hanya menatap Sarah dari atas sampai bawah.
Sarah yang ditatap seperti itu, membuatnya semakin di landa rasa takut, dan juga merasa risih.
"Mah kenalin ini, calon menantu mama" Kata Juna membuka Suaranya melihat keheningan diantara ketiganya.
Deg
Sarah menelan salivanya dengan kasar, mendengar itu, membuatnya tak percaya diri dan merasa gugup bukan main.
Tidak ingin membuat dirinya malu, sedetik kemudian Sarah berusaha menguasai dirinya.
"Sarah tante" Ucap Sarah sopan sambil mengulurkan tangganya ke hadapan Elsa.
Elsa hanya tersenyum mendengarnya lalu mengulurkan tangganya menjabat tangan Sarah.
"Elsa" jawab Elsa ramah.
"Benar?, kamu calon istri Juna" Kata Elsa menatap lekat Sarah seolah mencari kejujuran dari wajah gadis tersebut.
Sarah terlihat binggung, harus menjawab apa, lalu melirik sekilas ke arah Juna, Juna hanya memberikan kode dengan mengedipkan matanya sebelah kanan.
__ADS_1
"Iya tante" Jawab Sarah Ragu.
Elsa mengernyitkan keningnya.
"Apa kamu bilang tadi?, tante?" kata Elsa mengulangi perkataan Sarah.
Sarah maupun Juna saling pandang, karena tidak mengerti maksud dari perkataan mamanya.
"kamukan akan jadi istri Juna, jadi belajarlah memanggilku dengan sebutan mama" Kata elsa berusaha menjelaskan saat melihat keduanya terlihat binggung.
"Mama" ulang Sarah, kemudian Sarah menatap ke arah Juna, Juna hanya mengangguk saja menanggapinya
"Jangan tegang begitu, mama gak makan orang kok" ledek Elsa pada Sarah.
"hehehe" Sarah hanya nyengir Kuda mendengarnya.
"Kamu bisa kan panggil tante dengan Mama" Ucap Elsa lagi.
"eh i- iya tante, eh maksudnya Mama" jawab Sarah gugup.
Juna dan Elsa saling pandang, merasa lucu dengan tingkah Sarah dan.
"Hahahhahaha" elsa dan anaknya itu tertawa bersamaan, merasa lucu dengan tingkah Sarah.
Sarah dibuat tak mengerti dengan mereka, lalu menggaruk tengkuk yang tidak gatal, apa ada yang salah dengan jawabannya, pikir Sarah yang melihat kedua menertawakan dirinya.
"Maaf sayang, kamu lucu sekali" Ucap Elsa Jujur.
Sarah yang tadinya tak paham, dan kini mengerti mengapa mereka menertawakannya, membuat Sarah lagi lagi salah tingkah.
"Ya sudah, Ayo masuk sayang" Ajak Elsa mengandeng tangan Sarah menuju ke dalam.
Sungguh membuat Sarah yang tadinya gugup, kini bisa mencair dengan suasana yang tadi begitu tegang menurutnya, pikirannya sudah melayang jauh melihat sikap mama Juna yang akan di tunjukkan padanya, ia sempat berfikir mama Juna tidak akan menyukainya, atau malah tidak akan peduli padanya tapi ini, mamanya Sangat menerimanya dan terbuka menyambutnya, sungguh dugaan Sarah salah besar.
Jam Sudah menunjukkan pukul 12 siang,
Namun suara tawa dari ketiga orang itu menggema di ruangan makan mewah milik orang tua Juna.
Sungguh momen yang begitu langka dalam hidup Sarah, ketika keluarganya sendiri memperlakukannya sebagai orang lain, Justru orang lain malah menganggapnya seperti keluarga, sungguh miris nasib Sarah,,
Siang itu merkea bertiga menghabiskan makanannya dengan penuh canda tawa, terlebih Juna lah orang yang paling merasa bahagia, Karena mamanya mau menerima Sarah, dan Juna akan merasa terbebas dari perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya.
Namun Juna belum bisa merasa lega, lain waktu dia akan memperkenalkan Sarah pada Papanya.
Kebahagian itu juga dirasakan oleh Sarah, senyuman manisnya kerap kali menghiasi wajahnya, ya Sarah sangat bahagia ketika orang lain lebih menghargai dirinya ketimbang keluarganya sendiri.
Ini adalah fakta yang sebenarnya, ketika keluarga sendiri menganggap dirinya orang lain. malah sebaliknya orang lain menganggap dirinya sebagai keluarga, Sarah masih bersyukur masih ada yang menghargai dirinya dan menyayanginya.
Bersambung......
Ayo dong jangan lupa untuk terus berikan dukungan kalian buat Author, hanya kalian semangat Author, nyari ide itu susah, jadi mohon untuk kalian berkomentar positif untuk tidak membuat author down, atau berikan Author masukan agar bisa otor perbaiki ya,
sayang kalian manyak - mayak
__ADS_1
makasih 😘😘😘😘