
Sementara itu di kediaman Agung.....
Di ruang tamu.....
"Brengsek!!!..." Umpat Agung Marah, lalu dengan emosi melemparkan vas bunga ke lantai.
Prankkkkkkkkkkkkk
Vas bunga yang terbuat dari guci mahal itupun hancur dalam sekejap,
Karina begitu terkejut melihat vas bunga kesayangannya hancur di buat sang Papa, Namun Karina lebih memilih untuk diam, saat ini dia paham kalau papanya sedang kesal dan marah. Apalagi malam ini ia di buat malu oleh keluarga Darwin dan membuat Papanya tak bisa menerima begitu saja perlakuan yang yang ia dapatkan tadi.
"Aku tak terima ini" Ucap Agung kesal, kemudian mengepalkan kedua tangganya dan meninju kaca yang ada di ruang tamu mewahnya.
Karina terkejut... " Papa!!..... apa apaan ini?, Marah boleh?, jangan menghancurkan barang yang tak bersalah pah, kendalikan dirimu" Kata Elsa kesal melihat Papanya itu.
"Lalu papa harus apa?, agar dapat melampiaskan semuanya ha,, apa??" Bentak Agung penuh Emosi.
"Pah....!!!, kenapa Papa jadi bentak Karina, ini semua karena Sarah pah, KARENA SARAH PAH" Teriak karina kesal pada Papanya yang membentak dirinya.
Agung tersadar......
"Yah.... kau benar sayang, semua ini penyebabnya adalah Sarah, anak pembawa SIAL, Benar - benar Sial" Umpat Agung lagi menahan emosinya.
"Sepertinya Aku tau, siapa orang yang paling bertanggung jawab atas semua penghinaan yang kita terima pah" Karina tersenyum licik.
__ADS_1
Agung mengerutkan keningnya, karena tak paham kemana arah pembicaraan Karina tadi.
"Maksudnya?" Kata Agung penasaran.
Bukannya Agung tak mengerti dari maksud perkataan putri sulungnya itu, namun Agung penasaran rencana Apa yang sedang Karina pikirkan.
"Papa....papa...., tentu saja memberikannya pelajaran pada anak pembawa Sial itu" Kata Karina tenang, dengan ide gilanya.
"Cepat katakan, jangan berbelit - belit Karina" Kata sang Papa tak sabar.
"Tenang lah pah, semua penghinaan yang kita dapatkan tadi, akan di bayar tunai dengan Sarah" Karina tersenyum licik.
"malam ini kita habisi dia" Kata Karina Serius , dengan ide gilanya.
"Kita harus main cantik pah" Kata Karina lagi menghampiri Papanya yang berdiri tidak jauh darinya.
"Main cantik gimana maksudmu?" Kata Agung tak mengerti.
Kemudian karina membisikkan sesuatu di telinga Papanya, dan membuat Agung setuju dengan rencana Karina, karena kemarahannya sudah mengelapkan matanya dah hatinya, sehingga tidak bisa lagi untu berfikir jernih.
"Baiklah, malam ini kita langsung gerak" Kata Agung penuh semangat, dan menyeringai licik.
"Tunggu lah, kematianmu Sarah" Ucap Agung lagi mengepalkan kedua tangannya.
"hahahhahaha" Agung dan Karina tertawa bersamaan, merasa bahagia dengan rencananya, Karina sangat yakin semuanya akan berjalan sesuai harapannya.
__ADS_1
Waduh........ Bahaya nih....
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sementara mobil Juna baru saja tiba di depan mes Sarah...
Juna tampak keluar lebih dulu, lalu berlari membukakan pintu untuk Sarah, dan mengulurkan tangannya, Sarah menyambut uluran tangannya, Setelah Sarah keluar, Juna menutup pintu mobilnya.
"Mas berhutang penjelasan sama Sarah" Kata Sarah saat keduanya sampai didepan pintu mes Sarah.
"iya mas, akan menjelaskannya besok, sekang kau tidurlah malam ini dengan nyenyak, besok sore mas akan menjemputmu kembali" Ucap Juna
"Baiklah" Kata Sarah tersenyum.
Mungkin malam ini Sarah tak akan bisa tidur dengan nyenyak, karema perasaan takut mulai menghantui hatinya dan pikirannya bagaimana bisa Juna berbicara seperti itu.
Juna Akhirnya pamit pulang, malam ini ia akan tidur lagi di apartemennya, dari pada pulang ke mansion Papanya yang ada Juna akan kembali berdebat padanya.
Bersambung.......
Wahhhh.... Agung dan Karina sedang merencanakan apa ya????
Penasaran?..... sama tunggu next kelanjutannya ya 🤗🤗🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak dukung Author sebanyak banyak nya terima kasihh 🙏🙏
__ADS_1