Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 92. di permalukan


__ADS_3

Keduanya memasuki mansion dan berhenti di ruang tamu, saat mendengar pembicaraan Papanya bersama tamunya yang ada di sana,


Sarah maupun Juna tak bisa melihat jelas dengan siapa papa nya berbicara karena posisinya duduk membelakangi mereka berdua.


Sedangkan Juna hendak menghampiri sang Papa, baru saja melangkahkan kaki.....


Namun...


Sarah memanggilnya "Mas..." Ucap Sarah menahan tangan Juna untuk menghampiri Sang Papa.


Juna menghentikan langkahnya "Ada apa Sarah?" Tanya Juna lembut menatap ke arah Sarah.


"Tidak ada, Sarah takut mas" Ucap Sarah gemetar sekaligus gugup


"Sudah tak apa, Ayo!" Kata Juna mengandeng tangan Sarah untuk menghampiri Papanya kembali.


Namun.....


Lagi lagi langkahnya harus terhenti, saat mama Elsa hendak menghampiri suaminya dan melihat Juna bersama Sarah.


"Juna.., Sarah..." Panggil Mama elsa cukup keras dan membuat darwin sekaligus tamunya bisa mendengar panggilannya.


Deg.......


"Sarah" Batin seseorang yang duduk di sebelah Papanya penasaran.


"Nah Juna sudah datang" Kata Darwin Lalu Darwin berdiri dari duduknya begitupun tamunya yang ikut berdiri untuk melihat kedatangan orang yang sudah di sebutkan namanya tadi oleh istri Darwin.


Deg..


Deg...


Deg...


Mata Sarah terbelalak melihat orang yang ada dihadapannya saat ini, seakan dunia Sarah terbalik saat ini Juga, tiba - tiba saja kaki Sarah menjadi lemas, keringat dingin mulai ia rasakan, Sarah Juga sudah tak bersemangat.


"Papa" Ucap Sarah keceplosan lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Darwin dan Elsa saling pandang satu sama lain, karena Sarah memanggil nya Papa, ya, itu adalah Agung dan Karina.


Sarah memejamkan matanya, pasrah yang akan terjadi padanya Hari ini, Sedangkan Juna tampak menggenggam erat tangan Sarah, memberikannya semangat dan kekuatan untuknya, Juna tau pastilah saat ini Sarah begitu syok, terlebih juna ikut terkejut begitu mengetahui tamu istimewa Papanya, Dan Juna tak menyangka akan bertemu dengan mereka kembali, sungguh dunia ini sempit sekali .


Kedua tamu Darwin tak kalah terkejutnya, Agung dan karina tak percaya yang di hadapannya sekarang adalah Sarah, kemudian raut diwajahnya yang tadi terkejut, sekarang berubah menjadi dingin.


"Sudah kuduga" Batin Karina


Dan beralih menatap Juna, ada perasaan was was di hati Karina, dia takut Kejadian tempo hari bisa merusak suana ini, dan juga merasa takut, begitu mengetahui Juna adalah anak om Darwin, lalu Gadis itu menatap Papanya di sebelahnya yang sudah menahan amarahnya dan sudah mengepalkan kedua tangannya.


Lalu kembali menatap ke Sarah, matanya memindai dari atas sampai ke bawah, Dan ia tak menyangka bahwa penampilan Sarah malam ini lumayan juga, alih - alih takut tersaingi dan tak terima kalau dirinya kalah saing dengan Sarah.


"Brengsek!!, kenapa dia berubah drastis seperti ini" Batinnya kesal.


Lain halnya dengan Elsa.


"Wah, cantik sekali calon menantuku, Ah Juna sangat pintar mencari calon istri" Batin Elsa

__ADS_1


senang.


Sementara Darwin mengerutkan keningnya, saat melihat Juna datang bersama seorang gadis yang tidak dia kenal, dan begitu penasaran,


"Apakah pacar Juna?" Batin Darwin menebak.


Juna hanya tersenyum melihat kedua orang tuanya yang satu kagum yang satunya lagi penasaran, Juna bisa menebak isi hati kedua orang tuanya.


"Hemmm" Kata Juna membuka Suara.


Mereka semua tersadar mendengar suara Juna mendehem.


"Kau sudah datang nak, Ayo kita duduk dulu" Ucap Darwin tersadar dan mengajak anaknya duduk.


Juna hanya mengangguk Saja, lalu berjalan mengandeng Sarah, yang hanya diam saja dari tadi.


Sedangkan Sarah saat ini tak berani mendongakkan wajahnya, dia hanya menunduk sedari tadi, dan hanya mengikuti juna saja.


"Hey,,,, jangan menunduk, mereka tidak pantas di takuti" Bisik Juna pelan di telinga Sarah.


Mendengar itu, Sarah menelan salivanya dengan susah payah. bagaimana bisa Juna berkata seperti itu, tentu saja Sarah sangat takut saat ini,


Juna dan Sarah, lebih dulu duduk di sofa, kemudian disusul oleh ke empat orang yang masih berdiri lalu duduk dan memperhatikan Juna dan Sarah, Sementara kedua tamu Darwin menatap tajam ke arahnya.


Kemudian Juna menyeringai licik.


"Wah....wah......, ternyata dunia ini sempit sekali ya" Ucap Juna memulai percakapannya.


Elsa dan Darwin terheran dengan ucapan anaknya,


"Tunggu!!....., Apa kau mengenalnya juna?" Tanya Darwin penasaran.


"Tentu saja mengenalnya, sebagai sesama rekan bisnis" Kata Juna lagi menatap tajam ke arah dua orang tersebut.


Ya, juna ingat sekarang mereka adalah orang yang bekerjasama di perusahaan milik Papanya


Deg...


Deg..


Jantung Agung dan Sarah seakan copot, ketika Juna mengatakan mereka adalah rekan bisnis


"Wah... sungguh?" Tanya Darwin dengan berbinar.


"Yaah benar pah, mereka bekerja sama di perusahaan Papa" Kata juna lagi menjelaskan.


Agung dan Karina wajahnya berubah pucat pasi . iya tak percaya bahwa Juna adalah anak dari sahabatnya yang punya perusahaan berpengaruh di kota ini, meskipun kekayaan Agung cukup di bilang sebanding dengan Kekayaan sahabatnya Darwin, tapi bedan nya perusahaan Darwin cukup terkenal dan berpengaruh di kota ini.


"Wah, itu bagus" ucap Darwin sumringah dengan senyum yang terkembang di bibirnya.


Juna mengerutkan keningnya tanda tak mengerti,


"maksud Papa bagus apanya?" Tanya Juna mulai tak paham.


"Iya, itu bagus mempermudah kan perjodohan kamu dan anaknya" Ucap Darwin senang.

__ADS_1


Jedaarrr........


Namun pernyataan Darwin tadi bagaikan di sambar petir di malam hari untuk Sarah, Sarah yang tak tau apa- apa di buat bingung sekaligus tak habis pikir, mengapa Juna yang bersih keras untuk menjadi istrinya.


Mendengar itu Juna, terkejut dan panik, takut Sarah akan mundur, lalu melirik Sarah yang duduk di sebelahnya dan Sarah seakan ingin meminta penjelasan dari sorot matanya.


Lalu beralih menatap sang Papa dan Mamanya Elsa, sedari tadi Elsa tak berbicara tak ingin ikut campur sejauh ini masih aman,.dan memilih diam.


"Tidak pah!!...., Aku sudah memilik calon sendiri, dan kenalkan yang di samping juna ini adalah CALON ISTRI juna" Kata Juma tegas


Dan ketiga orang itu di buat terkejut sekaligus tak percaya, terkecuali Elsa dia sudah tidak kaget lagi mendengarnya, karena Elsa sudah mengetahuinya.


Sementara Agung mengertakkan giginya karena geram sudah di permalukan di depan sahabatnya sendiri


"Apa apaan Kamu Juna, jaga bicaramu!" Sentak Darwin marah.


"Maaf pah, kau tidak bisa memaksaku!" Kata Juna penuh tekanan.


"Tidak!!!.... kau harus menerima perjodohan ini" Kata Darwin lagi dengan marah.


"Pah!!..." panggil Elsa angkat bicara.


"Papa sudah janji sama mama, untuk tak memaksa Juna" Kata Elsa membantah sekaligus kesal pada suaminya.


"KAU DIAMLHA" bentak Darwin emosi menatap Sang istri.


"DARWIN!!!..BISA - BISA NYA KAU MEMBENTAK ISTRIMU SENDIRI HANYA DEMI MEMBELA ORANG SAMPAH SEPERTI INI!!" Ucap Juna Emosi tak terima mamanya di bentak oleh Papanya.


Darwin mengalihkan pandangannya ke Juna


"JAGA BICARAMU JUNA!!!" Sentak Darwin Marah tak kalah emosi mendengar Ucapan Juna tadi.


"Heh, Hanya demi membela orang sampah ini, Papa tega membentak istri papa sendiri, Sungguh kau KEJAM pa!!!" kata Juna sinis.


Sementara Agung yang sedari tadi menahan amarahnya, sudah tak terkendalikan lagi mendengar perkataan hinaan dari Juna.


"ANAK GURANG AJAR KAU!" kata Darwin geram mengangkat tangannya ke atas ingin menampar wajah juna


"Ayo tampar pah, tampah Aku" Kompor Juna.


namun saat hendak melayangkan tamparannya Tangganya berhenti di udara, karena di tahan oleh Elsa istrinya.


"Jangan kau sakiti anakku!" Kata Elsa Marah.


"CUKUP!!!" Ucap Agung marah, Akhirnya emosi yang sejak tadi dia tahan, Akhirnya lepas Juga.


"AYO!!!,,,, Karina kita pergi dari sini!, Kita sudah dipermalukan dengan mereka" Kata Agung marah lalu bangkit mengajak Karina pergi.


"Tunggu Gung,, jangan pergi ini belum selesai" Ucap Darwin menahan kepergian sahabatnya.


"Biarkan mereka pergi pah!" teriak Juna kesal.


"Aku harus pergi Darwin Permisi" Ucapnya lalu pergi keluar dari mansion Darwin dengan emosi yang sudah di ubun ubun.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2