
Saat mobil Juna sudah tak terlihat lagi, Kemudian Sarah merogoh kunci di dalam tasnya, setelah pintu dibuka ,Sarah masuk kedalam mes nya lalu menutupnya kembali.
************************
Saat berada di dalam Sarah terus memegangi
dadanya yang terus berdebar saat berdekatan dengan juna tadi.
"Haah....." Sarah menghela nafasnya dengan kasar, hatinya tak menentu saat ini.
Kemudian Sarah berjalan gontai menuju ke kamarnya dan mengantikan pakaiannya setelah itu Sarah melemparkan tubuhnya ke atas kasur.
Sarah menatap langit kamarnya. lalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dan mengusap usap wajahnya.
Lalu memijit pelipisnya yang terasa pusing.
Akhirnya Sarah memilih untuk tertidur.
***********
Berbeda lagi di kediaman Juna...
Baru saja Juna melangkahkan kakinya masuk ke pintu utama sudah di hadang oleh ibunya.
"dari mana kamu?" Tanya elsa pada anaknya.
Juna kaget saat melihat mamanya yang tiba tiba muncul di hadapannya.
"Mama, bikin kaget saja" Seru Juna memegang dadanya.
"Kalo orang tua bertanya, Ya dijawab Juna" Sela elsa
__ADS_1
"Ayolah ma, Juna bukan anak kecil lagi, yang setiap harinya harus di tanyain dari mana" Jawab Juna.
"Selama kamu belum beristri, kamu tetap seperti anak kecil Juna"
"Tapi ma...... "
"jangan membantah mama, menurut lah nak" sergah Elsa.
Juna terdiam.
"Baiklah ma" Ucap Juna akhirnya.
"Kamu masih ingatkan, perkataan mama yang tempo hari" Elsa mengingatkan.
"Iya, Juna ingat kok"
"Ya sudah, kalau begitu" Ucap Elsa sambil berlalu dari hadapan anaknya.
Juna hanya menatap punggung sang mama yang telah hilang di balik pembatas tembok. Kemudian Juna tampak memijit pelipisnya yang terasa pusing. dan berjalan lesu menuju kamarnya.
Juna menghempaskan tubuhnya ke atas kasur mewah miliknya.
Untuk sesaat Juna tidak mau terlalu memikirkan sikap mamanya.
Kemudian tersenyum menatap langit langit kamarnya, bayangan Sarah di pelupuk matanya masih sangat jelas, Juna harus bisa mendapatkan nya dalam waktu 2 bulan, ia juga tidak tahu, apakah dia benar benar menyukai Sarah atau hanya sekedar tertarik saja.
"Aah" Ucap Juna meremas rambutnya, kehidupan yang di jalani Juna sangatlah Sulit, bagaimana tidak?, kedua orang tuanya selalu mendesaknya agar menikah, alasnya kepengen punya cucu, Juna tak habis pikir dengan orang tuanya, Akhirnya Juna memejamkan matanya, dalam sekejap Juna sudah terlelap.
***********
Pagi Hari....
__ADS_1
Tampak Sarah menggeliat malas di atas kasurnya. terlihat sinar matahari masih malu malu menampakan dirinya dari jendela kamar milik Sarah.
Lalu Sarah bangun dari tempatnya dengan Malas dan lekas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tak berapa lama Sarah keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaiannya, Setelah Selesai Sarah melihat jam di atas nakas.
jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, Sarah sudah bersiap siap untuk bekerja namun sebelum itu Sarah Sarapan terlebih dahulu.
Setelah selesai Sarapan, Sarah bergegas pergi ke tempat kerja.
*******"
"Cie.....cie..." Goda Maya saat Sarah baru saja sampai di sana.
"Apaan sih May" Ucap Sarah malu malu.
" Gimana?, Sukses gak" goda Maya lagi.
"ikh, Kepo ya"
"Hehehe, banget, Ceritain dong" pinta Maya.
"cerita ngak ya?" Kata Sarah berfikir.
"ah Payah"
"Nanti aku ceritain ya, setelah kita pulang kerja, untuk sekarang kita fokus kerja dulu" jelas Sarah.
"Hm, baiklah kalau begitu"
Kemudian keduanya berjalan berbarengan memasuki cafe itu untuk memulai pekerjaannya.
__ADS_1
Wajah Sarah pagi itu sangatlah cerah, secerah suasana pagi hari.
Bersambung.......