
Di pagi Hari.....
Agung terbangun dari Tidurnya, Sembari mengucek-ngucek matanya, dia melihat jam di atas nakas, sudah menunjukkan pukul 5.30, ternyata Subuh telah berlalu.
Dengan malas Agung berdiri mengambil kimononya yang berada di dalam lemari Pakaiannya
Setelah itu Agung masuk ke kamar mandi.
******
Agung keluar dari kamar mandi dengan kimono yang terbalut di tubuhnya sambil membawa handuk kecil khusus untuk mengeringkan rambutnya.
tiba tiba.....
Tok..... tok....
Terdengar Suara pintu di ketuk dari luar.
sementara di luar, Karina menunggu Papanya membukakan pintu, namun tidak ada tanda tandanya Papanya akan membuka pintu.
"Pa, buka pintunya" Teriak Karina di luar pintu.
Agung hanya diam tak menjawab, lalu berdiri melangkah ke arah pintu , membukakan nya untuk Karina.
cklekk...... Pintu kamar terbuka.
tanpa masuk, karina hanya berdiri di depan pintu dan bertanya..
__ADS_1
Karina melihat raut wajah Papanya yang tidak semangat.
"Papa, ada apa?" Tanyanya heran, menatap Papanya yang kurang semangat pagi ini.
"Tidak ada" Ucapnya datar.
Karina yang menangkap hal tak biasa pada Papanya, di buat binggung olehnya. biasanya Papalah orang yang selalu bersemangat saat di pagi hari ketika hendak berangkat ke Kantornya. Tapi kenapa sekarang Papanya seakan akan tidak semangat.
"Papa jangan bohong, Ada apa?" Desak Karina.
Bukannya menjawab Agung kembali diam.
"Papa kenapa sih?" tanya Karina sekali lagi yang di buat kesal oleh Papanya yang tidak kunjung bicara.
"Tolong handle kantor nak" Akhirnya Agung bersuara,.
"Papa gak apa apa sayang, Papa sepertinya hanya kecapaian, dan perlu istirahat saja, Kamu bisa kan handle perusahaan hari ini sendiri dulu " Pinta Agung pada Karina.
Hah, apa Karina gak salah dengar dengan apa yang Agung katakan, tadi katanya kecapaian, istirahat?, padahal dalam kamus Papanya tidak pernah mengenal namanya capek, bahkan istirahat, Karena Papanya seorang gila kerja, mana ada waktu buat hal itu, tapi sekarang apa, Karina hampir tak percaya yang sekarang berdiri di hadapannya adalah Papanya. orang tak pernah mengenal lelah dan capek pikir Karina.
"Kamu bisa kan nak?" tanya Agung lagi yang tak kunjung di respon Karina yang hanya diam saja.
"Eh, i-iyah pah, bisa" kata Karina terperanjat kaget Suara Papanya.
"Ya sudah, Ayo Pa kita sarapan dulu di bawah"
"Kamu duluan saja nak, nanti Papa belakangan saja"
__ADS_1
"Iya" tanpa menunggu jawaban Papanya, Karina lekas pergi meninggalkan kamar Papanya.
Agung kembali masuk ke kamarnya. dan menutup pintu kamarnya.
******
di meja makan....
Setelah selesai Sarapan Pagi, Karina berdiri mendorong kursinya kebelakang, dan melangkah terburu buru pergi meninggalkan meja makan tanpa ada seorangpun berada di sana.
Agung baru saja turun menapaki anak tangga, dia masih sempat melihat Karina pergi begitu saja tanpa berpamitan kepadanya.
disinilah Agung di meja makan, ia hanya duduk termenung sambil menopang dagunya dengan satu tangannya.
Semenjak Agung bermimpi bertemu dengan istrinya lasmi membuat nya tak bersemangat terlebih dengan apa yang di ucapkan Lasmi tadi malam. kata katanya masih terngiang di pikirannya.
alih alih Agung teringat kepada anaknya Sarah.
ia mulai bimbang, Apakah keputusannya mengusir Sarah adalah keputusan tepat, atau karena inilah alasan istrinya Lasmi marah padanya saat bertemu di mimpinya
Pagi itu Agung menghabiskan waktunya dengan termenung, Sarapan yang ada di hadapannya tidak tersentuh sama sekali.
"Bagaimana kabarnya?" Batin Agung bertanya.
Bersambung......
hehehe..... kira kira Agung nyesel gak Yah 🙂🙂
__ADS_1