Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 74. Meminta Izin Tante Sonia


__ADS_3

Keesokannya....


Pagi - pagi sekali Juna sudah mendatangi Cafe tempat Sarah bekerja, kemudian langsung melesat masuk setelah memarkirkan mobilnya dengan asal.


Memutuskan menemui tante Sonia, atasan sekaligus Manager Sarah. bukan tanpa Alasan Juna menemuinya, ini ada sangkutannya dengan Sarah, Ya Juna bertekad untuk meminta Izin membawa Sarah pergi dan membahas persoalan kemarin.


Tok....


Tok...


Juna mengetuk Ruang manager Sonia, dia juga sudah membuat janji dengan tante Sonia tadi pagi sebelum datang ke sini.


"Masuk!" sambut Suara dari dalam ruangan.


Klekk...


Suara pintu terbuka, Tante Sonia mendongakkan wajahnya melihat Juna yang baru saja masuk, lalu duduk di hadapannya.


"Ada apa Juna?" Tanya Tante Sonia heran. tentu saja tidak biasannya Juna datang sepagi ini, jika tidak ada hal yang begitu penting.


"Maaf tante, menganggu waktunya sebentar, ada hal yang harus Juna selesaikan dengan Sarah" Jelas Juna.


"Sarah??" Ucap Sonia dengan kening berkerut.


Ia binggung ada apa hubungan antara Juna dan Sarah, ada banyak tanda tanya di benaknya, tapi dia harus mendengarkan penjelasan Juna terlebih dahulu.


"Iya tante, Juna sekarang dalam bahaya, dan cuma Sarah orangnya yang bisa menyelamatkan Juna" Kata Juna lagi menjelaskan.


"Haah" Tante Sonia hanya bengong mendengar penjelasan Juna.


Kemudian dia berusaha untuk tetap tenang, dan bertanya.


"Lalu?"


"Bisakah tante memberikan Sarah izin untuk hari ini" Tanya Juna memandang wajah Sonia.


"Maksudnya,.bagaimana?" Sonia belum paham maksud dari Juna.

__ADS_1


"Begini tante, Juna mau menyelesaikan masalah ini dengan meminta Izin, agar Sarah tidak bekerja untuk hari ini saja"


Sonia menyipitkan pandangannya pada Juna,


"Tidak bisa Juna!, dia bekerja di sini" Jawab Sonia


"Tante, Juna mohon!" kata Juna memelas.


Tampak Sonia sedang berfikir dan menarik nafasnya berat, kemudian....


"Tante tidak tau apa hubungannya dengan kalian berdua, baiklah tante memberikan izin untuk menyelesaikan masalah kalian" Jawab Tante Sonia akhirnya memberi izin.


"Terima kasih tante, terima Kasih" Jawa Juna senang.


"Iya, tunggu sebentar" Kata Tante Sonia sambil merogoh ponselnya di dalam baju, lalu menekan nomor membuat panggilan dengan seseorang,


Tak lama panggilannya tersambung.


Halo Sarah, keruangan saya sekarang!


Setelah mengatakan itu, Sonia langsung mengakhiri panggilannya.


Juna hanya mengangguk saja...


Tak berapa lama, terdengar suara ketukan pintu...


Tok.....


Tok....


"Silahkan masuk" sahut Sonia dari dalam.


Kleekk..


Pintu terbuka dan sarah masuk kedalam...


Deg...

__ADS_1


Deg...


Sarah begitu kaget dengan Sosok yang ia kenal hadir di sana, untuk sesaat Sarah mematung di tempatnya, begitu juga dengan Juna lidahnya terasa kelu untuk sekedar menyapanya.


Pandangan mereka bertemu, Sonia hanya memandang keduanya secara bergantian dan....


"Heeeem" Sonia berdehem, menyadarkan keduanya.


"Maaf buk, ibuk memanggil saya"


"Iya" Sonia hanya mengangguk Saja, "silahkan duduk" titahnya pada Sarah.


Lalu Sarah duduk, di samping Juna, agak sedikit canggung.


"Sarah hari ini, kamu saya izinkan ikut dengan Juna, dan tenang saja gaji kamu tidak saya potong" kata Sonia santai, lalu tersenyum ke arah Sarah.


"Ya Allah apa lagi ini, mas juna apa apaan sih?, gak bisa buat hidupku tenang sedikitpun" gerutunya dalam hati.


Sarah menelan Salivanya dengan Kasar. dan melirik ke arah Juna yang sedang menatap dirinya.


Jelas keterkejutan tergambar di wajah Sarah, ingin protes tapi ini perintah langsung oleh buk Sonia, kalau menolak, itu sama saja membantahnya.


Semakin lama Sarah di buat binggung dengan sikap Juna yang seperti ini,


"Baiklah buk" jawab Sarah akhirnya hanya Pasrah saja.


"Juna Pergilah, selesaikan urusan kalian berdua" titah buk Sonia.


"Baik bu, terima kasih, atas pengertiannya" Ucap Juna, sementara Sarah tidak tau harus berbuat apa atau mengatakan apapun, bahwa saat ini lidahnya tak mampu berkata apa apa.


Juna menarik tangan Sarah keluar dari ruangan tante Sonia, yang sudah Juna anggap sebagai tantenya sendiri. Dan mau tak mau Sarah hanya pasrah mengikuti kemauan Juna.


Sonia tersenyum melihat tingkah laku sepasang muda mudi itu.


"Rupanya masalah percintaan toh" Batin Sonia menyeringai.


Dan hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat Juna dan Sarah seperti tadi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2