Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 44 Tidak mau Terlihat Lemah


__ADS_3

Mobil Karina Masuk ke pekarangan mansion Papanya dan memarkirkannya mobilnya di garasi.


setelah itu Karina keluar dan masuk dari pintu utama, biasanya Karina akan langsung menuju lift yang ada di samping bagasi tempat di mana Karina memarkirkan mobilnya tadi.


Lift yang akan mengantarkan Karina baik pun Papanya langsung ke kamarnya.


akan tetapi kali ini Karina melawati pintu utama di mansion mewah Papanya untuk menuju ke dapur, Karena lebih cepat mengingat letak dapurnya di lantai utama ini, sedangkan Kamarnya berada di lantai 2 dan Papanya di lantai 3.


Papanya sengaja membuat lift di luar mansion nya ini, Karena untuk hal yang darurat mungkin pikir Karina.


Saat melewati ruang tamu, Karina tak sengaja melihat Papanya yang termenung di sofa mewah milik Papanya.


Karina merasa heran dengan sikap Papanya hari ini, tidak biasanya Papanya seperti ini, dengan segala banyak pertanyaan di benak Karina, ia perlahan mulai mendekati Papanya.


Agung tak menyadari kedatangan putrinya, dia masih saja sibuk dengan pikirannya saat ini.


dengan lembut Karina menyentuh bahu Papanya, dan mengusapnya secara perlahan.


"Pah" panggilnya lembut.

__ADS_1


Agung bereaksi dan menatap Karina.


Karina tersenyum.


Tapi tidak dengan Agung yang menunjukkan wajahnya datar.


"Papa itu, kalo ada masalah cerita dong ke karina" katanya lagi dengan nada yang lembut, lebih lembut dari yang tadi.


"Papa tidak apa apa sayang" akhirnya Agung buka suara.


"Papa jangan bohong deh, apa sih yang Papa pikirkan sampai sampai Papa gak masuk kerja, biasanya masalah sebesar apapun, Papa gak akan mau meluangkan waktu untuk memikirkan sedikitpun" Karina berusaha menyadarkan Papanya.


Agung terdiam. mencerna kata kata putri sulungnya, Ya, mengapa dia jadi plin plan seperti ini hanya karena di datangi Almarhum istrinya dalam mimpi, Agung terus saja memikirkan perkataan istrinya tadi malam.


Agung menarik nafasnya dalam lalu dihempaskannya dengan lembut.


"Tidak Sayang, Papa baik baik Saja"


"Benarkah?"

__ADS_1


"Iya sayang, tidak perlu khawatir pada Papa" Agung berusaha meyakinkan Karina.


"Ya sudah kalo begitu" Karina tak ingin memaksa Papanya untuk bercerita kepadanya, mungkin belum mau,


Karina meninggalkan Agung sendirian di sana, agar dapat berfikir dengan tenang tanpa ada yang menganggu nya.


Agung hanya menatap punggung anaknya yang berlalu meninggalkannya.


Agung mendesah.


Tidak!!!, Apakah ia merasa bersalah kepada istrinya karena telah mengusir putri keduanya itu.


Agung tersadar dengan hal bodoh yang ia lakukan hari ini, Agung memantapkan hatinya, apa yang dia lakukan tidaklah Salah, Karena kehadiran Sarah baginya telah merenggut nyawa istri tercintanya, Karenanya lah istrinya meninggalkannya, itulah dia sangat membenci Sarah, di tambah lagi Sarah selalu saja jadi biang masalah di setiap hidupnya maupun Karina,


Seakan dapat bisikan dari sesuatu yang tak kasat mata, kembali agung meneguhkan hati nya,menguatkan hatinya agar tidak terlihat lemah dengan apa yang sudah ia lakukan,


Dia tidak mau perduli lagi dengan anak itu, terserah lah apa yang akan di perbuat di luar sana, Anak itu selalu pembawa sial untuknya maupun Karina ,


Ia belum bisa menerima kepergian Istrinya itu, Padahal kalau Sarah bisa memilih, ia akan lebih memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia ini, jika kehadirannya membawa kematian, dan membawa luka untuk orang yang di sayangi nya.

__ADS_1


Agung juga sudah lupa, bahwa kematian seseorang itu sudah menjadi Rahasia yang kuasa dan tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.


Bersambung........


__ADS_2