Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 98. Tertangkap


__ADS_3

"TUNGGU......!!!!"Ucap Orang itu berdiri tegak tepat di belakang mereka berlima.


Dan ke 2 orang suruhan Agung serta Agung, dan Karina, menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang sudah berani mengganggunya..


Daannn.........


Ke empat orang yang ada di sana terkejut, tak terkecuali dengan Sarah sama terkejut melihat seseorang yang kini ia yakini adalah sebagai penyelamat nya.


"Ka kamu?..., Bagaimana kau bisa tau?" Ucap Agung gugup ketakutan.


"Dari mana Aku tahu, itu tidak penting" Ucap seseorang itu,


"Yang kalian harus tau.......TANGKAP KE EMPAT ORANG INI" Teriak nya memberi arahan pada pihak kepolisian yang sedang bersembunyi di belakang.


Dan ada sekitar enam orang polisi yang menghambur keluar mendekati ke empat orang tersebut.


"JANGAN BERGERAK..." Kata Polisi itu tegas sambil menodongkan pistol ke arah empat orang tersebut.


Prannkkkkkkk


Seketika Air keras yang ada di tangan salah satu anak buah Agung pun terlepas dan jatuh ke lantai, dan membuat botol itu pecah mengeluarkan isinya, dan Air keras itupun berasap di bawah lantai.


Dan kedua anak buat Agung mengangkat kedua tangannya ke atas, lalu di bekukan kedua pasukan polisi yang kini menyeret anak buah Agung keluar dari dalam gedung, sementara tinggallah Agung dan Karina di sana.


"Pah, bagaiman ini?" Bisik Karina pelan yang berdiri berdampingan dengan sang Papa.


"kita harus lari, kita tidak boleh tertangkap, kita harus mengecohkan mereka semua" Ucap Agung tak menyerah begitu saja.

__ADS_1


"Angkat tangan kalian" Ucap salah satu pasukan polis itu tegas,


Dengan terpaksa karina dan Agung mengangkatkan tangannya ke atas.


"Jalan....!!!!!" perintah polisi itu kepada Agung dan Karina.


Dan mau tak mau lagi lagi agung dan karina terpaksa berjalan lebih dulu ke luar gedung tua itu.


"Mas Juna.." Ucap Sarah lirih, keadaannya sudah begitu lemas.


"Tenanglah, mas akan membawa mu keluar dari sini" Balas juna sambil membukakan pengikat tangan, dan kaki Sarah lalu mengendong Sarah keluar dari dalam.gedung.


Dalam waktu yang bersamaan,.Agung memulai aksinya dengan mengecoh polisi itu dengan berlari ke arah tembok.


Dor....


Dor....


"Mohon kerja Samanya pak Agung, kalau tidak kami akan nmenembak mu".Ucap Polisi itu sambil mendekati tembok tempat persembunyian Agung, dan terlihat pasukan polisi lainnya mengepung tembok itu dari setiap Sudut sehingga membuat Agung sulit untuk Kabur.


"SIAL....!!" maki Agung kesal.


Lalu melihat ke atas tembok,.ya lebih baik Dia memanjat saja, walaupun beresiko, tapi tetap harus dia lakukan, dia tak ingin tertangkap polisi begitu saja.


Happ...


Happ...

__ADS_1


Baru saja Agung melompat memanjat.


DOR......


Dor......


Dua peluru timah panas itu dilayangkan ke betis Agung dan menembus masuk kedalam.


"Aaaaaarrrrghhh" Erang Agung kesakitan, seketika itu Agung terjatuh ke bawah


Dan darah segar mengalir keluar di kedua betis Agung.


"Papa......"Teriak Karina histeris.


"Lepaskan Aku...!" Teriak Karina marah pada polisi itu.


"Maaf nina, kami tidak bisa, kami sedang menjalankan tugas!" Kata petugas polisi itu dengan tegas.


lalu kedua polisi lainnya , berlari menghampiri Agung yang sudah tertembak, lalu di bopong masuk ke dalam mobil.


Sementara Juna yang baru saja selesai memasukan Sarah ke dalam mobilnya, menghampiri petugas polisi tersebut,


"Bawa mereka pak,.dan saya ucapkan terima kasih, kalau begitu izinkan Saya membawa teman saya pulang" Ucap Juna pamit.


petugas polisi hanya mengangguk, setelah itu Juna pergi meninggalkan lokasi dimana Sarah di sekap, sedangkan Agung dan Karina di bawa masuk ke dalam mobil dan menuju ke kantor polisi.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2