Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 35 Karina Senang


__ADS_3

di tempat lain....


"Papa Serius" Ucap karina dengan mata berbinar menatap Papanya.


"Iya nak, tapi dengan syarat" potong Papanya cepat sambil memperhatikan wajah karina lekat.


mendengar hal itu membuat Karina cemberut memonyongkan bibirnya kedepan.


"Papa apaan sih, pakai syarat segala" karina memutar bola matanya malas.


"Ya, sudah kalau keberatan, Papa juga akan keberatan memberimu uang" Pungkas Papa penuh tekanan yang tegas.


"Ah, Papa gak Asyik" lirih Karina kesal. Tapi, Akhirnya dia setuju.


"Baiklah pa, Apa syaratnya?" Tanyanya antusias.


mendengar itu, Agung menatap putrinya seksama, kemudian ....

__ADS_1


"Papa, Akan membuka blokir Kartu kreditmu kembali, dengan Syarat, mulai sekarang batasi semua belanja kamu yang tidak penting, dan belajarlah berhemat Karina, Papa gak mau kamu boros menghamburkan uang untuk membeli keperluan yang tidak penting, Papa mintak kamu bisa membedakan mana kebutuhan dan sekedar hanya keinginan semata". ucapnya berusaha menjelaskan agar putrinya mau mengerti.


"Kenapa Papa kejam sekali pada putrimu ini?" Tanyanya masih tak percaya pada Papanya, yang selama ini tidak pernah perduli kepadanya apapun yang di belinya, asalkan membuatnya bahagia dan merasa senang, tapi sekarang mengapa Papanya mempersoalkan hal itu.


Karina menghela nafasnya yang berat, sulit menerimanya, tapi mau bagaimana lagi, mau protes juga tidak ada gunanya, tidak akan merubah apapun,


"Baiklah Pa" lirih Karina tak semangat.


"Ya sudah" Agung berlalu begitu saja meninggalkan Karina Seorang diri di sana, tanpa memperdulikan Putrinya yang sedang kesal kepadanya.


"kejamnya dirimu Pa, terhadap anak sendiri" Batin Karina


*********


Di dalam kamar.....


Agung melepaskan jam tangannya serta mengantikan pakaiannya dengan pakaian Rumah, Setelah selesai Agung duduk di sisi Kasur dengan menghela nafas yang berat.

__ADS_1


Hari ini sangat lelah menghadapi sikap Karina yang semakin hari semakin Jadi , Ia juga sadar inilah hasil ia mendidik Putrinya yang manja dan selalu menuruti keinginannya, sejak dari kecil Agung selalu memanjakan dirinya hingga dewasa dia tumbuh gadis yang sombong dan Angkuh dan selalu menghamburkan uangnya tanpa ia tahu susahnya mencari uang.


Agung merebahkan dirinya di atas Kasur, semenjak kepergian istrinya Lasmi indriana, Agung tidak pernah terpikir untuk mencari Istri lagi, baginya cukup almarhumah sebagai istri satu satunya, dia sangat mencintai Istrinya, hingga maut yang memisahkan antara lasmi dan Agung, Dan Lasmi harus pergi lebih dulu darinya setelah berjuang melahirkan Putri keduanya bernama Sarah.


Agung teringat Pada Sarah, Apa yang sedang dilakukan saat ini, Apakah dia baik baik saja, tinggal dimana sekarang dia?, Pikir Agung bertanya pada diri sendiri.


Ya, dia begitu benci kepada Sarah, Karena melahirkan Sarah, istrinya harus pergi untuk selama lamanya, Agung sampai sekarang belum bisa menerima kepergian Istri tercintanya. Agung meraih foto Almarhumah Istrinya di atas nakas, di pandangi foto Istrinya sambil mengelus wajah Almarhumah istrinya.


"Apa kabar Istriku?" Tanyanya pada foto yang ada di tangannya.


"Kau ada di mana sekarang, Apakah sudah di Surga" Ucapnya lagi tersenyum menatap foto istrinya.


"Kau tau, mas sangat merindukan dirimu lasmi, kenapa kau begitu cepat meninggalkan Aku, kenapa lasmi" sambil memeluk foto itu ke dalam dadanya.


"jawab lasmi, kenap?, dan kenapa?, kau Tahu aku tak bisa hidup tanpamu,"


"Aku sangat merindukan mu, sangat lasmi" katanya lagi dengan mata berkaca kaca" Agung yang terlalu lelah memeluk foto Almarhumah istrinya hingga tertidur.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2