
Tak berapa lama, sampailah mereka di sebuah taman kota jaraknya yang lumayan jauh di tempuh oleh keduanya. kira - kira sekitar satu setengah jam di perjalanan.
"Ayo turun!, sudah sampai" Ucap Juna menatap Sarah.
"oh....iya mas" Jawab Sarah, lalu keduanya turun bersama.
"Waaahhhhh......." Kata Sarah takjub melihat taman kota yang indah itu.
"Kenapa?.....pasti terpesona kan akan keindahan taman di sini?" Tanya Juna lembut.
"Iya mas,.taman ini sangat indah sekali" Sarah berdecak Kagum.
"Ya sudah, Ayo!.. kita duduk di sana" Ajak Juna menunjuk ke salah kursi di taman sambil mengandeng tangan Sarah.
Sarah tersentak kaget, apa yang dilakukan Juna padanya, Namun Sarah hanya bisa pasrah saja,
"Mas Juna ini....... suka banget buat orang jantungan " Sarah mengomel dalam hatinya.
Tak berapa lama, keduanya sampai lalu duduk di kursi taman itu.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Di ruang kerja.....
Lain halnya yang dilakukan Darwin di dalam ruang kerjanya, yang tengah sibuk membuat panggilan untuk seseorang melalui ponsel genggamnya, benda pipih itu di taruh ke telinganya.
Tak membutuhkan waktu lama, panggilannya pun tersambung di seberang telepon..
Halo.... dengan siapa ini?
Tanya seseorang begitu panggilannya tersambung
Ternyata kau sudah melupakan sahabatmu ini ya....
balas Darwin lagi sambil terkekeh.
Tunggu!!!..... biarkan aku yang menebaknya
__ADS_1
Jawab seseorang di seberang sana lagi
*Ya, coba saja tebak
Tidak salah lagi, kau Darwin kan*?,
Tebaknya semangat.
Akhirnya, kau mengingatku kawan, hahahha
jawab Darwin sambil tertawa.
Mana mungkin aku melupakanmu sahabatku, sudah lama kita tak bertemu Hahaha......
Jawabnya lagi sambil tertawa
Baiklah, Aku mengundangmu malam ini ke mansion ku, sekalian bawa anak gadismu ya
Baiklah, Aku akan datang dengan anak gadisku
Jawab sahabatnya dengan semangat.
jawab Darwin lagi.
Ya
Setelah selesai berbicara, Darwin mengakhiri panggilannya dengan sahabatnya itu lalu memasukkan benda pipih itu kedalam saku celananya
Sementara itu Darwin tengah menahan kekesalannya pada anaknya Juna, sudah berpuluh puluh kali dia menelpon anaknya yang keras kepala itu, tetap tidak mau mengangkat panggilan darinya....
Dan Darwin pun sudah mengirimkan satu pesan ke whatsaap Juna, tapi sampai sekarang belum juga Juna membaca pesannya, Sementara dia harus gerak cepat untuk menikahkan anaknya dengan anak sahabatnya itu.
Darwin meninggalkan ruangan kerjanya, bersamaan itu, Elsa baru saja turun dari tangga hendak ke dapur, tapi sebelum itu, ia merasa heran dengan suaminya, terlepas dari perdebatan kemarin Sampai sekarang Elsa tak menegur suaminya itu, Karena masih kecewa pada sang suami.
Elsa memilih tak menghiraukan Suaminya itu di sana, lalu hendak melanjutkan langkahnya ke dapur..akan tetapi langkahnya terhenti karena suaminya memanggilnya.
"Mah....."Panggil Darwin lembut pada istrinya ketika melihat Elsa hendak pergi.
__ADS_1
Elsa berhenti di tempatnya tanpa menoleh kebelakang suaminya.
Darwin menghela nafasnya melihat Istrinya yang masih betah tak mau menegurnya sama sekali, lalu perlahan mendekat dan menghampiri istrinya itu.
"Mah....Papa mohon, maafkan Papa....Tapi bisakah mama menelpon Juna untuk pulang malam ini, Karena Papa sudah mengundang sahabat papa untuk makan malam di sini" Ucap Darwin lagi dengan lembut, agar Istrinya mau mengerti kali ini.
Elsa tak peduli dan melangkah kan kakinya kembali, tapi langkahnya kembali berhenti, karena sebuah tangan menahan lengannya, untuk pergi.....
"Mah....Please....!!!!!, apa salahnya kita mencoba dulu mengenali mereka terlebih dahulu," Jelas darwin berusaha mencairkan suasana.
Tampak Elsa menarik nafas panjang...
Berusaha untuk menekan rasa egonya, Ya.. yang dikatakan suaminya ada benarnya Juga, apa salahnya mencoba untuk saling mengenal pikir Elsa.
"Bagaimana? Tanya Darwin menyadarkan lamunan Elsa
"Hemmm...Baiklah, mama memaafkan Papa, tapi Papa juga harus berjanji, kalau juna tak menyukainya, jangan paksa kan dia, kasian pah" Ucap Elsa pada suaminya.
Ya sebulan yang lalu memang Elsa ada mengatakan pada Juna ingin menjodohkannya dengan pilihannya, tapi itu tidaklah benar, dia hanya bercanda pada ucapannya, hanya ingin menggertak anaknya saja, agar mau mencari istri, tapi siapa sangka, ucapannya menjadi doa dan malah benar - benar terjadi.
"Baik, Papa Janji" Kata Darwin meyakinkan Istrinya.
"Ya sudah, nanti mama suruh pelayan menyiapkan makan malam untuk nanti malam" Kata Elsa lagi sambil berlalu begitu saja dari hadapan suaminya.
Darwin hanya menatap punggung istrinya pergi dan menghilang di balik pembatasan tembok dapur....
Darwin menghembuskan nafasnya kasar....
Lalu melangkah pergi meninggalkan dapur.
Bersambung.....
Itulah mengapa kita harus mengucap dan berdoa dengan kalimat yang baik - baik, agar hal yang tidak di inginkan terjadi....
Karena setiap perkataan itu adalah doa mama Elsa...
Kita lanjut besok ya,,, untuk hari ini sampai di sini,, daaaaaaa
__ADS_1
Selamat malam dan beristirahat readers 🤗🤗🤗🤗