
Pagi harinya......
Bunyi alarm terdengar nyaring memenuhi ruangan dalam kamar membuat si empunya dan bersama temannya menggeliat malas di atas kasur, Maya tampak tidak terganggu dengan bunyi alarm tersebut.
Dengan malas sarah meraihnya di atas nakas, sedetik kemudian bangun untuk duduk sambil mengucek ngucek matanya setelah itu melihat jam beker yang di genggamnya.
" ternyata baru jam setengah delapan, masih lama lagi " Ucap Sarah masih setengah sadar dan ingin kembali melanjutkan tidurnya. baru saja ia meletakkannya di atas nakas tiba tiba....
" bentar deh, setengah delapan? " Ulang Sarah lagi dan.... " Aaaaaaaaaaaaaaaaa " Pekik Sarah sekuat kuatnya.
Akibatnya Maya terkejut dan langsung terduduk seketika.
" apaansih Sarah, Berisik Tau! " kesal Maya dan menimpukinya dengan bantal dan berhasil mengenai wajah Sarah.
" Maya apaansih!, Resek banget ya lu "Kata Sarah tak terima.
" kamu tu yang resek, pagi - pagi udah berisik " timpal Maya tak mau kalah.
" eh, Aku tu kaget tau, jam sudah menunjukkan setengah delapan " Sarah memberi tahu.
" A-apa?, se- setengah delapan " Ucap Maya gugup dan terkejut.
Keduanya mematung di tempatnya, sedetik kemudian mereka panik dan berlomba memperebutkan handuk milik Sarah,
" Aku dulu " Ucap Maya sudah mendapatkan handuknya.
" tidak Aku dulu " Kata Sarah tak mau kalah.
" Tidak, Aku dulu! "
" Aku Yang duluan Sarah " Maya tak mau kalah.
__ADS_1
karena tidak ada yang mengalah Dan akhirnya terjadilah saling tarik menarik mempertahankan handuk yang sudah di tangan mereka berdua..
Kreeeeeeeeeekk..... bunyi handuk yang sobek terbagi dua dan keduanya pun terjatuh ke bawah lantai.
Kemudian mereka terdiam dan Akhirnya mereka tertawa bersamaan karena ulahnya berdua handuk itu jadi sobek.
*************
Di kediaman wiranata ...
Baru saja melangkahkan kaki masuk ke pintu utama, sang Mama sudah mengintrogasi anaknya itu.
" Dari mana kamu? " Tanya Mama Elsa kepada anak semata wayangnya.
" Eh, Mama, Biasalah ma " kata Juna sambil menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
" Apa katamu?, Biasa " kata Mama Elsa tajam.
" Ayo lah Ma, Juna itu bukan anak kecil lagi yang harus di interogasi seperti ini "
" Janji Apaan ma? " jawab juna heran dan juga lupa apa yang sudah di janjikan pada mamanya itu.
" kamu lupa? atau pura - pura lupa? "
" Sepertinya juna gak ngenjanjiin apa - apa sama mama "
" Oh, jadi gitu, biar Mama yang ingatkan kembali janjimu pada mamamu ini ya, Mana janjinya yang mau kenalin mama sama calon istri kamu itu ha " jelasnya mengingatkan anaknya.
Juna menggaruk tengkuk yang tidak gatal, padahal waktu itu Juna tidak serius dengan ucapannya, Juna hanya beralasan akan mengenalkan calon istri kepada sang mama, Karena setiap harinya mamanya selalu menanyakan dan memaksanya untuk mencari istri, siapa juga yang tahan di tanyain begitu terus menerus, Juna bicara seperti itu biar Mamanya berhenti menanyakan hal itu setiap harinya, Namun sepertinya juna salah berbicara dua minggu yang lalu , ya memang Juna berjanji kepada sang Mama, akan memperkenalkan calon Istrinya kepada sang Mama, tapi di luar dugaan Juna, sekarang mamanya ingin menagih janjinya, bagaimana ini?, sementara pacar saja dia tidak punya, apalagi calon istri. bagaimana caranya ingin mengenalkannya kepada mamanya pikir Juna.
" Kenapa diam? " kata Mamanya berhasil menyadari pikiran anaknya.
__ADS_1
" Eh iya ma, Anu... "
" Anu apanya juna, Jangan bilang kemarin itu cuma akal - akalan kamu biar Mama senang ha " Mama elsa menjewer telinga sang anak.
" Aduh duh, Sakit ma " Juna merintih kesakitan.
" Biar saja, ini akibatnya kalau sering ngibulin orang tuanya, biar tau rasa! " Kata mama Elsa tanpa ampun, dia paham betul dengan karakter anak semata wayangnya itu,.
" Mama kok tega sih sama anak sendiri "
" Biar jangan suka membohongi orang tua " Potong Elsa cepat tanpa melepaskan jewerannya dari telinga sang anak.
" Pokoknya mama gak mau tau!, mama kasih kamu waktu dalam dua bulan untuk mencari pasangan sekaligus calon istri buat diri kamu sendiri, kalau dalam dua bulan kamu tidak mendapatkannya, biar mama dan Papa saja yang mencarikannya untukmu, Mama malu Juna sama teman arisan mama semuanya udah punya cucu, hanya mama saja yang belom memiliki cucu " Jelasnya panjang lebar dan melepaskan jeweran di telinga anaknya.
" aduh ma, kejamnya dirimu padaku ma, Tapi... " Protes Juna belum selesai
" Tidak pakai tapi tapian, Titik! " keputusan mama Elsa.
" Jangan dong Ma, Ah g.... " katanya masih mengantung.
" Oke baiklah, kalau begitu sebulan " Potong Mama elsa cepat.
" Apa? sebulan, tidak tidak " bantah Juna tak terima.
" iya sebulan" singkat sang mama
" Jangan dong ma, Juna mohon! " katanya memohon
" makanya kamu jangan protes lagi, dua bulan itu cukup untuk kamu mencarinya " sambung Mama elsa dan berlalu begitu saja dari hadapan anaknya.
" Haaah" Juna menghela nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
ia tak habis pikir dengan sang mama yang lebih memikirkan perkataan teman arisannya dari pada hati anaknya sendiri, emangnya mencari pasangan semudah membalikan telapak tangan, Juna memijit pelipisnya yang terasa pusing secara tiba - tiba, dimana dia harus mendapatkan calon istri dalam waktu 2 bulan yang sudah di tentukan oleh mamanya itu, hanya menambah masalah Juna saja. urusan kantor saja belum kelar, eh di tambah lagi permintaan sang mama menyuruhnya untuk mencari calon istri.
Bersambung......