Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 75. Membawa mu ke rumah Camer


__ADS_3

Di dalam mobil.....


Saat keluar dari cafe hingga masuk ke dalam mobil Juna, Sarah memasang wajah masamnya di depan Juna, bulsyit dengan rasa malunya sudah ia buang saat keluar dari cafe, Rasa kesal pada Juna mulai menguasainya, bagaimana tidak, Seperti tidak ada waktu saja pikirnya.


Juna meliriknya sekilas, lalu tampak menarik nafasnya begitu dalam kemudian dihembuskan secara kasar, Juna tahu saat ini Sarah sedang kesal padanya......


"Maaf" Lirih Juna.


Sarah melirik ke arah Juna, lalu membuang wajahnya ke sembarangan arah.


"Untuk?" Jawab Sarah tak senang.


"Untuk hari ini" kata Juna tulus.


Sarah tak mengerti dengan jalan pikiran Juna.


"Kamu marah ya sama mas?" Ucap Juna lagi sambil fokus menyetir.


Sarah tak langsung menjawab, sungguh sikap Juna membuatnya sangat kesal saat ini.


Kemudian Juna menepikan mobilnya di pinggir Jalan...


Sarah sama sekali tak merespon akan hal itu.


Juna menatap Sarah di sampingnya, kemudian meraih kedua tangannya dan menggenggam erat.

__ADS_1


Mau tak mau, Tubuh Sarah mengikuti tangan nya yang di genggam Juna dan pandangan keduanya bertemu.


"Eh, Apa lagi sih ini, Mas Juna suka buat jantungan kalo begini" Batin Sarah kesal.


Tak mampu menatap lebih lama lagi, lalu Sarah menunduk, bisa - bisa salting di hadapannya nanti.


"Baiklah mas, akan meyakinkanmu, dan menjelaskan semuanya" kata Juna serius menatap lekat waja Sarah.


Sarah risih di tatap seperti itu, kemudian Juna menangkap dagunya untuk menatap matanya.


Sungguh perlakuan Juna membuat jantungnya berhenti mendadak, dan berpacu tak karuan.


Untuk sesaat keduanya diam dan pandangan keduanya bertemu, dan mengunci satu sama lain.


"Mati aku, apa mas Juna ingin meciumku" batin Sarah.


Namun yang dilakukan Juna bukanlah menciumnya, melainkan merapikan anak rambut yang berserakan di keningnya yang hampir menutupi matanya sebelah kiri.


Juna hanya tersenyum melihat tingkah Sarah.


"Sudah" Ucap Juna geli melihat Sarah seperti iyu.


Sarah yang sedari tadi tidak merasakan apa - apa membuka matanya perlahan - lahan, dilihatnya Juna kembali ke posisi semula, membuat wajah Sarah bersemu merah di pipinya, sungguh saat ini ia malu, andai saja ada yang mampu menutupi wajahnya saat ini pasti Sarah lakukan.


Dan Sarah terlihat salah tingkah, lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


Sedangkan Juna berusaha menahan tawanya yang sejak tadi ia tahan, ingin sekali rasanya juna tertawa saat itu juga, tapi diurungkannya dan memilih menahannya, agar Sarah tidak tidak salah tingkah.


Juna kembali bersikap biasa seperti tidak ada kejadian, Juna memasang wajahnya tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Hemm" Juna berdehem, menyadarkan Sarah.


Sarah hanya bisa terdiam tanpa kata.


"Mas, sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Sarah penasaran, dan berusaha mengalihkan persoalan tadi yang membuatnya malu.


"Hari ini mas akan membawamu kerumah, untuk di perkenalkan pada calon mertuamu" Ucap Juna serius menatap Sarah.


"A-apa yang kau ka- katakan mas" Jawab Sarah gugup.


"Ya, kau tidak salah dengar Sarah, makanya mas meminta izin pada Tante Sonia tadi" Kata Juna lagi.


"Tapi mas....,ini terlalu mendadak mas, bahkan aku masih memakai seragam kerja" Kata Sarah panik.


"Tenang, itu sudah mas pikirkan sebelumnya " Sahut Juna tersenyum.


"jangan khawatirkan itu" Tambah Juna lagi.


Kemudian Juna menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, ya Juna memutuskan untuk mengenalkan Sarah pada mamanya.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2