Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB 66. Cerita Sarah


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu jam pulang pun kini sudah tiba...


Sarah dan Maya jalan berbarengan keluar dari tempat kerja mereka, menuju ke parkiran, kedua sahabat itu selalu menghabiskan waktu bersama ketika mereka sudah pulang kerja.


Kini keduanya sampai di parkiran, setelah selesai Maya mengeluarkan motornya, giliran Sarah naik dan duduk di belakang Maya.


Maya langsung tancap gas, mencari tempat untuk bercerita sekaligus mencari makan.


"kita makan tempat biasa ya Sar?" Ucap Maya membuka percakapan mereka, Sambil menatap lurus ke depan tanpa menoleh.


"Iya"


*********


Tak membutuhkan waktu lama Akhirnya mereka sampai juga di bakso langganannya..


"Aku seperti biasa ya May" Ucap Sarah saat mereka berhenti di depan ruko bakso yang ada di pinggir jalan itu.


"Iya" singkat Maya.


Kemudian Sarah melenggang pergi meninggalkan Maya di Sana, Maya hanya menatap punggung sahabatnya pergi menjauh kemudian Sarah duduk di salah satu meja yang ada di pojok.


"Pesan apa neng?" Tanya Mas bakso ramah yang bernama Dadang itu.


"Iya mas, pesan bakso 2 ya mas"


"Seperti biasanya kan neng" Jawab Dadang.


"Iya mas" kemudian Maya berlalu begitu saja dari hadapan mas Dadang dan menghampiri Sarah yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Sudah" Tanya Sarah saat Maya sudah duduk berhadapan dengannya.


"He'em" jawab Maya mengangguk.


"Terus gimana?, soal tadi malam?" Tanya Maya penasaran.

__ADS_1


"Ya gitulah" jawab Sarah cuek.


"Iikh, kamu tu ya, yang serius kenapa sih Sar" Kata maya sebal.


"Hahaha....."


"Malah ketawa lagi"


"Iya,iya, Bawel amet sih" Jawab Sarah senang melihat Maya kesal.


Kemudian Sarah menceritakan Semua yang di alami nya tadi malam, bahkan Sarah tidak ada melewatkannya satupun, setelah selesai bercerita, dalam waktu bersamaan mas Dadang datang mengantarkan pesanannya di hadapan mereka berdua.


"Makasih mas" jawab mereka serempak.


"Sama sama" katanya sambil berlalu.


Setelah mendengarkan cerita Sarah, kemudian Maya bersemangat membahasnya.


"Aku yakin Juna menyukaimu Sarah" Maya berpendapat.


"Mana mungkin, Aku bukanlah tipenya"


"Ah mana mungkin" Jawab Sarah tak percaya.


"Jangan seperti itu!, didunia ini yang tak mungkin bisa jadi menjadi mungkin" Kata Maya meyakinkan.


Sarah hanya mendengarkan sambil memasukkan suapan kuah bakso kedalam mulutnya, ia masih mencerna kata kata Maya tadi.


Keduanya kini diam tanpa sepatah katapun karena keduanya lagi menikmati bakso yang ada dihadapan mereka masing masing.


tidak ada lagi percakapan setelahnya, dan dilihat dari mangkok mereka baksonya sudah habis tanpa tersisa sedikitpun.


"Alhamdulillah" Sarah bersyukur, kemudian di susul juga oleh Maya yang mengucapkan syukur setelah makanannya habis.


Mereka tidak langsung beranjak dari tempatnya, kini keduanya asyik bercerita melanjutkan persoalan tadi.

__ADS_1


"apa kamu punya perasaan terhadap Juna Sar?"Tanya Maya antusias.


Sarah tidak langsung menjawab...


diam untuk beberapa saat...


.


.


"Sar, masih dengerin aku kan" Kata Maya melambaikan tangannya ke wajah Sarah.


" e- eh Sorry May" Ucapnya terkejut.


" Kamu dengerin aku ngomongkan?"


"Iya"


"Jawab dong!, kamu punya perasaan gak sama juna" Tanya Maya lagi.


"Sedikit" Jawab Sarah enteng.


"Sedikit?, ah yang benar kamu kalau ngomong Sarah" Kata Maya heran dengan sahabatnya itu.


"Hehehe, Aku gak tau May, tapi aku tidak mau terlalu banyak berharap, Aku sadar kok aku ini siapa" Jelas Sarah.


"Jangan berkecil hati, siapa tahu memang juna Suka sama kamu"


"Entahlah May, Semoga aja aku tidak banyak berharap kepadanya, aku takut kecewa"


"Ya sudah, Ayo kita pergi dari sini" Ajak Maya.


"Ayo, Aku mampir ketempat kamu dulu ya May"


"Oke"

__ADS_1


Setelah selesai membayar makanan mereka, Maya langsung memutuskan pulang kerumah bibiknya, karena Sarah ingin berkunjung kesana.


Bersambung......


__ADS_2