
Namun Sarah tak menjawabnya, tiba-tiba bangkit dari duduknya dan meninggalkan Maya sendirian di sana.
Maya terkejut melihat Sarah pergi, sedetik kemudian dia mengejar Sarah lagi...
"Sarah......" Teriak Maya sambil berlari kecil mengejar sahabatnya itu.
Tanpa Maya sadari, Sarah menyunggingkan senyumnya.....
"emangnya enak dikerjain balik" Batin Sarah bersorak gembira.
Sebenarnya Sarah hanya berpura pura marah pada Maya, memang benar Sarah kesal padanya, jadi ingin membuat Sahabatnya itu sedikit bermain dengannya, hehehe 😀.
************
Di mansion Darwin...
Terlepas dari Sarah dan Maya, berbeda lagi di Mansion milik orang tua Juna yang sedang berlangsung perdebatan antara kedua orang tuanya dan Juna...
"Tidak!!!.......Juna tidak mau Pah!" kata Juna tak terima akan di jodohkan dengan anak sahabatnya itu.
"kau harus mau Juna, papa dan orang tuanya sudah sepakat akan menjodohkan mu dengan anak gadisnya" Ujar Darwin tegas tak ingin ada penolakan dari anaknya itu.
"Pah, itu tidak adil buat Juna, kenapa papa tidak memberitahukan pada Juna terlebih dahulu" ujar sang mama memihak kepada anaknya.
"Mah, bukannya mendukung keputusan suaminya, malah memihak kepada anaknya" Ucap Darwin sedikit kesal pada istrinya.
__ADS_1
"Pah, urusan menikah biarlah juna yang menentukan, bagaimanapun kita tidak berhak mengatur kehidupannya apalagi sampai memaksakan dirinya, apa papah tak memikirkan perasaannya dan kebahagiannya nanti?" ucap Elsa menasehati suaminya.
"Justru ini demi kebaikan Juna ma, apa yang papa lakukan demi masa depannya, menikah dengan orang yang tepat" kata Darwin tak mau kalah.
"Bagaiman kalau salah, dan Juna tidak mencintainya pah" kata Sang mama berusaha tak terpancing emosinya, melihat Suaminya yang tetap ngotot menjodohkannya anaknya dengan anak sahabatnya itu.
"Papa yakin pilihan papa.serstus persen benar, urusan cinta belakangan bisa tumbuh seiring waktu" ucap darwin tak mau kalah, selalu saja punya jawaban jitu untuk menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh istrinya.
"Tidak!!!.... Juna tak bisa terima ini semua" Kata Juna membantah lalu bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya di ruang tamu.
"Juna!!...." Teriak Darwin marah melihat juna pergi begitu saja.
Langkah Juna terhenti di ambang pintu....
dan berkata " maaf pah,.sampai kapanpun Juna tidak mau di jodohkan" setelah mengucapkan itu Juna pergi keluar untuk menenangkan pikirannya saat ini.
Baru saja melangkah, Sudah di tahan oleh istrinya.."Berikan Juna waktu berfikir pah, kita tidak bisa memaksanya" Ucap Elsa berhasil menghentikan langkah suaminya yang hendak menyusul Juna keluar.
"Arrgghh, anak itu hanya bisa menyusahkan saja" gerutu Darwin kesal.
"Apa??, menyusahkan katamu?" Elsa mulai emosi melihat sikap suaminya yang terus keras kepala akan keputusannya.
"Ya, anakmu itu MENYUSAHKAN RENCANA KU" Bentak Darwin menekan ujung perkataannya, sambil menatap tajam pada istrinya.
Dada Elsa bergetar hebat ini pertama kalinya suaminya berkata kasar padanya...Sakit sangat sakit hatinya terluka mendengar ucapan suaminya yang dicintainya itu tak pernah sekalipun suaminya membentaknya, hanya karena masalah perjodohan anaknya sampai Darwin tega membentak dan menyakiti perasaan istrinya.
__ADS_1
Mata Elsa mulai berkaca kaca tapi sekuat tenaga ia tahan agar air matanya tak tumpah keluar dari batasannya, kedua tangannya terkepal kuat, menahan sakit yang di akibatkan suaminya sendiri.
Elsa mengatur nafasnya yang terasa sesak di rongga dadanya.
"Asal kau tau mas, Juna sudah punya pilihan sendiri, kenapa kau begitu tega pada anakmu sendiri, ingin menghancurkan perasaanya, kau sungguh kejam pah, kenapa kau harus memaksanya seperti itu!" Kata Elsa tenang menahan emosi yang bergemuruh dalam hatinya.
"Kau jangan ikut campur!!!, Aku sudah berjanji padanya akan menjodohkan anak kita dengan anak gadisnya" Sentak Darwin marah.
"Heh, kau hanya memikirkan diri sendiri pah, tidak memikirkan perasaan anakmu dan perasaan istrimu" Kata Elsa kecewa dan menatap sinis suaminya itu.
"DIAMM" bentak Darwin geram.
"Aku kecewa Padamu Pah" Setelah mengatakan itu, Elsa membalikkan tubuhnya melangkah pergi meninggalkan suaminya di sana sendiri.
Dengan hati yang terluka, air matanya sejak tadi ia tahan, meluncur begitu saja setelah masuk kedalam kamar.
Darwin hanya menatap kepergian istrinya, Darwin tersadar yang telah dia lakukan pada istrinya, karena begitu emosi, membuatnya gelap mata,.Lalu merosot jatuh terduduk di sofa. kedua tangannya meremas kuat rambut kepalanya. Darwin Menyesal membuat istrinya bersedih...
Sementara itu di dalam mobilnya....
Juna memukul kepala stir mobilnya dengan kuat......dia tak terima perjodohan yang sudah papanya buat tanpa persetujuan darinya, terlebih lagi dia sudah berjanji kepada Sarah menginginkan gadis itu menjadi istrinya, apa yang harus Juna lakukan?, Bagaimana pun Juna akan memastikan perjodohan itu tidak akan terjadi, Sarah pasti akan kecewa padanya, Ya, Sarah tidak boleh mengetahui perjodohan ini.
Bersambung.....
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
__ADS_1
like komen dan votenya ,sebanyak banyaknya,,,
bagaimana kelanjutannya, tetap pantau terus ya 🤗🤗🤗