
Sarah terlihat turun dari kendaraan milik Maya saat sudah sampai di kediaman bibiknya...
Kemudian Maya memasukkan motor miliknya kedalam rumah bik Sumira.
Setelah Maya masuk, lalu disusul oleh Sarah dari belakang, tanpa menunggu Maya, Sarah menutup pintu itu lalu menguncinya dari dalam.
"ada kejadian apa nih?, tiba - tiba mau menginap di sini" Goda Maya saat ia sudah selesai mengunci stang kendaraan miliknya.
"Coba tebak deh" Sahut Sarah di iringi ketawa.
Maya mengernyitkan keningnya, tanda tak mengerti maksud dari Sarah.
"Jangan - jangan Juna mencium kamu ya Sar" Tebak Maya
"Huussss, sembarangan kalo bicara" jawab Sarah tak terima.
"Lah, tadikan kamu yang nyuruh aku nebak" Protes Maya.
"Iya, gak samapi segitunya kalee, ini mah lebih rumit May, nanti aja di bahas dalam kamarmu" kata Sarah memberitahu.
"Iya"
Saat melewati ruang tamu, tampak Bik Sumira dan paman Bowo tengah menonton di sana,
"Eh ada nak Sarah" Ucap sumira menyadari kehadiran Sarah.
untuk sesaat Sarah maupun Maya berhenti..
"Iya bik, Sarah nginap lagi disini, bolehkan?"
"Loh ya tentu boleh dong, Kamu kan sudah kami anggap seperti keponakan sendiri" Sahut Bowo yang tak lain paman Maya.
"Iya, kamu ini Sar, kayak sama siapa saja"
"Biasalah bik, basa basi" Sahut Maya menimpali.
__ADS_1
"Hahahha" terdengar Suara tawa mereka berempat menggema memenuhi ruangan tamu itu.
"Ya sudah, kami masuk ke kamar dulu ya bik" Pamit Sarah sopan.
"Iya, beristirahatlah" Jawab Sumira.
Keduanya sampai di kamar Maya..
Saat keduanya sudah masuk, lalu Maya mengunci pintu kamarnya.
"Ayo ceritakan hal rumit apa yang kau maksud Sarah, apakah Juna menyakitimu, atau yang lainnya" Maya langsung memberondongkan banyak pertanyaan saat Sarah baru saja mendaratkan tubuhnya ke atas kasur.
mendengar pertanyaan sahabatnya itu, Sarah mengurungkan niatnya merebahkan tubuhnya di atas kasur, dan memilih duduk.
"Haaah" Sarah menghela nafasnya yang berat.
Lalu tampak memijit pelipis yang sedikit pusing.
Maya yang melihat itu, mendekati sahabatnya.
"Aku harus bersikap bagaimana May" Sarah minta pendapat.
"Maksudnya?" Maya binggung
"Tadi, Sewaktu di cafe, Mas Juna memintaku menjadi istrinya May" Kata Sarah bergetar,
"Haah" Jawab Maya terbengong bengong mendengar penuturan sahabatnya itu.
"Kamu serius!" kata maya mengguncang tubuh Sarah tak percaya.
Di pandangnya lekat wajah sahabatnya itu...
"ngak!, aku bercanda!, Ya serius lah May" Jawab Sarah tak senang.
"Wah, ini kabar bahagia Sarah, kenapa kau tidak senang"
__ADS_1
"Tentu saja, Aku tak tau apa maksudnya tiba tiba memintaku menjadi istrinya, apakah karena memang menyukaiku, atau karena sebuah alasan yang lainnya, kita tidak tau apa di balik semua itu"
Alasan Sarah cukup masuk akal menurut Maya, ya memang harus di pertanyakan masalah itu, apa penyebabnya, apakah memang benar Juna menyukainya, atau karena sebuah terpaksa melakukan itu.
"Ya kau benar Sarah, lalu apa yang kau katakan padanya" Tanya Maya antusias.
"Ya, tentu saja, Aku tidak langsung menjawab dan menerimanya, bagaimanapun aku harus butuh waktu memikirkan semuanya" Jelas Sarah.
Maya membelai punggung Sarah, berusaha membuat Sahabatnya itu lebih Nyaman dan tenang.
"Iya aku setuju dengan keputusanmu, tapi bagaimanapun kau harus memberi jawaban kepada Juna, Jangan membuatnya menunggu dan berharap"
Sarah hanya mengangguk saja menanggapi ucapan sahabatnya itu.
"Apakah kau menyukainya Sar?" Tanya Maya penasaran.
"Aku memang menaruh hati padanya, apakah dia menyukaiku May"
"Mungkin, kalau tidak untuk apa dia menyuruhmu menjadi istrinya" Pendapat Maya.
"gak segampang itu aku bisa percaya may, seumur umur baru kali ini aku mengenal yang namanya laki laki" Jelas Sarah.
"Ya sudah, keputusan ada padamu Sar, kamu jalani aja dulu, kamu lihat dulu karakternya, tapi ingat jangan membuatnya terlalu lama menunggu jawabanmu" Ucap Maya.
"Iya, Aku tau, secepatnya akan aku pikirkan lenih dulu"
"Baguslah, kalau begitu, kita istirahat Sar, sudah malam" Kata Maya memberi tahu.
."Iya"
Tak terasa waktu begitu cepat, karena keasyikan bercerita sampai tidak melihat jam sudah pukul sebelas malam. Akhirnya keduanya memutuskan untuk tidur, dan akan membahasnya kembali besok pagi.
Bersambung.........
Mana nih suaranya yang masih setia nungguin Author up, jangan lupa tinggalkan jejaknya sebanyak banyak nya ya, jangan lelah untuk terus mendukung karya Author ya, Karena kalian sangat lah penting buat Author, tanpa kalian author bukanlah apa apa, Author Sayang kalian π€
__ADS_1
terima kasih atas semangat dan dukungan kalian selama ini, semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat, agar kalian tetap bisa membaca karya otor Aamiinπππ