
Seminggu kemudian...
Tap...
Tap...
Tap...
Terdengar suara langkah kaki yang baru saja turun dari pesawat, langkahnya semakin menjauh meninggalkan pesawat dari tempat itu, sementara telepon genggamnya berada tepat di telinganya yang sedang menghubungi seseorang si sebrang sana.
Tak membutuhkan waktu lama panggilannya pun tersambung....
Mah jemput papa di bandara.....
Setelah mengucapkan kalimat itu sambungan telpon langsung diputuskan sebelah pihak tanpa menunggu jawaban di seberang sana.
Sementara di tempat kediamannya, Elsa tampak kesal....
"eet dah, belum juga dijawab udah main matikan aja" Gerutu Elsa.
Juna yang baru muncul merasa heran liat tingkah mama nya, lalu mendekatinya dan bertanya.. " Ada apa ma?" Tanya Juna ingin tau.
"Tau ni, Papa kamu nyuruh mama jemput dia" Ucap elsa cemberut.
"Ya udah jemput aja, kenapa mama terlihat kesal sekali" Kata Juna lagi.
"bukan itu yang buat mama kesal, Papa kamu tu kebiasaan matiin telponnya sebelum mama menjawabnya" Jelas Elsa kesal.
"ppfhfpf, Ohh itu toh" Juna menahan senyumnya merasa geli melihat mamanya seperti anak kecil.
"Kamu ketawakan mama!" sengit Elsa tak senang.
"e-eh siapa bilang?, Ngak kok ma, udah dong jangan cemberut jelek ah" Bujuk Juna lagi.
Elsa menghela nafasnya berat, " Papamu tuh, ngapain mintak di jemput segala, kan bisa naik taksi atau mintak jemput sama asisten kamu" Ucap Elsa lagi dengan menahan kesal dihatinya .
"Ya ampun ma, apa salahnya sih, mama kan istrinya, ya mana tau Papa memang ingin mama yang menyambutnya langsung" Kata Juna Santai.
Elsa pikir, kata Juna ada benarnya...
"Kalo gitu, Juna ikut ya mah" Kata Juna menyadarkan lamunan Elsa.
"Ya, sepertinya memang kamu harus ikut, ya sudah mama siap - siap dulu ya"
__ADS_1
Juna hanya mengangguk saja, setelah itu Elsa lekas pergi ke kamarnya menganti bajunya, Juna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mamanya itu.
"Mamah, mamah" Ucap Juna tersenyum, lalu ke kamarnya untuk bersiap siap pergi menjemput papanya bersama sang mama.
**********
Tak berapa lama keduanya telah selesai dengan berganti pakaiannya, lalu keluar melangkah bersama keluar dari mansion mewah miliknya, menuju ke garasi dimana tempat koleksi mobil mahal yang berjejer di sana.
Kemudian keduanya masuk kedalam mobil Alphard bewarna merah.
"Siap ma" Tanya Juna begitu sabuk pengaman terpsaang.
"Siap" Kata elsa mantap.
"Baik, let's go" Seru Juna dan menancap gas dengan kecepatan sedang.
Tin...
Tin...
Tin..
Suara klakson itu menggema di depan pagar, sementara pak Suryo dengan terburu buru membukakan pagar untu sang majikannya, setelah keluar dari sana, Mobil itu melesat melaju meninggalkan Mansion mewah semakin jauh membelah jalan pada pagi hari yang begitu padat.
******
Tak berapa lama mobil juna sampai di bandara, setelah memarkirkan mobilnya di tempat parkiran, keduanya keluar dari dalam mobil.
Juna dan Elsa berjalan beriringan, sambil mencari sosok yang mereka cari tapi tak menampakkan batang hidungnya.
Lelah mencari kesana kemari, Akhirnya Juna berhenti,
Melihat hal itu, Elsa mengerutkan keningnya, "kenapa berhenti?" Tanyanya heran.
"Capek ma, coba saja mama telpon papa deh" Kata Juna memberi Saran.
"Ya ampun, kenapa gak kepikiran tadi ya, buat nelpon Papamu" Kata elsa menepuk jidatnya.
"Baiklah, mama akan menghubungi Papamu" Katanya lagi sambil menekan nomor milik suaminya, lalu membuat panggilan.
Kening Elsa tampak berkerut, melihat hal itu Juna bertanya " Kenapa ma?" Tanyanya heran.
"Ngak diangkat Juna, ke manasih Papa mu ini" Ucap Elsa kesal.
__ADS_1
"Coba sekali lagi ma" pinta Juna.
Elsa mengangguk, lalu kembali membuat panggilan kembali, dan benar tak membutuhkan waktu lama , panggilannya tersambung.
Ada apa? Tanya Darwin suaminya di sebrang sana.
Papa di mana?, Mama sudah sampai
mama sudah dimana? Tanya Darwin lagi di seberang telpon.
Di lobby bandara
Baiklah
Darwin langsung memutuskan panggilannya secara sepihak, membuat Elsa kesal dan menghentakkan kakinya.
Tanpa banyak bertanya, Juna sudah tau apa yang membuat mamanya terlihat kesal, kebiasaan Papanya yang selalu mematikan panggilannya secara sepihak, Papa dari dulu tak berubah, itulah yang membuat mamanya jatuh cinta kepada Papanya, papanya cuek, tapi sebenarnya kalo berhadapan langsung dengan orangnya, tidak cuek, aslinya papa sangat penyayang, apalagi pada sang mama, papanya akan terlihat cuek ketika kita berkomunikasi lewat media, lain hal dengan urusan pekerjaan papanya selalu menjadikan yang utama tapi tetap memprioritaskan lebih dulu keluarganya yang paling penting.
Dari kejauhan Juna dapat melihat Sang Papa berjalan kearah mereka berdua, sementara mamanya masih cemberut karena kesal.
"Halo, istriku tercinta" sapa nya saat sudah didepan keduanya.
Elsa melipat kedua tangan di dadanya, sambil memindai suaminya dari atas sampai ke bawah, wajahnya terlihat kesal.
"kok gak di sambut sih ma" Sahut Juna yang di samping Elsa.
Darwin tau apa yang membuat istrinya kesal, dia sudah hafal dengan sifat istrinya itu, lalu mengalihkan pandangannya kepada anak sulung satu satunya. "Hay boy, apa kabar nak" kata darwin sambil merengkuh tubuh anaknya kedalam pelukannya.
Ia begitu rindu kepada anaknya, terlebih kepada istrinya.
" Seperti yang Papa lihat, sangat baik" Balas juna memeluk Papanya.
Keduanya melerai pelukannya, Darwin kembali melihat sang istri yang hanya diam saja, lalu mendekati istrinya dan memeluknya sangat erat, "Papa sangat merindukan Mama" Kata Darwin yang mampu meluluhkan hati istrinya.
Seketika rasa kesalnya lenyap Sudah, lalu membalas pelukan hangat dari sumainya.
"Mama juga, merindukan Papa" Suara Elsa bergetar, Darwin melerai pelukannya lalu menatap lekat wajah istrinya,
Mata Elsa terlihat berkaca kaca di sana.
"Sudah, Aku disini, tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi" Darwin mencoba menenangkan Istrinya.
Melihat pemandangan itu, Juna tersenyum lalu " Sudah, Ayo kita pulang!, acara pelukannya di rumah saja" Juna mengingatkan, dia merasa malu melihat adegan orang tuanya yang menjadi pusat perhatian orang di sana.
__ADS_1
Kedua orang tuanya hanya mengangguk, lalu ketiganya berjalan beriringan menuju mobil, setelah masuk, mobil bergerak perlahan meninggalkan bandara.
Bersambung.......