
Disisi lain...
TIN....
TIN...
Suara klakson terdengar menggema di luar gerbang pagar, yang terlihat mewah dan menjulang tinggi bak istana.
Pak satpam yang baru saja keluar dari kamar mandi berlari tergopoh gopoh membukakan pintu gerbang untuk majikannya.
Setelah terbuka lebar, Mobil BMW Berwarna putih itu melesat masuk ke dalam halaman rumah.
Satpam itu bernama pak Suryo, Setelah majikannya masuk, Pak Suryo terlihat menutup gerbang itu kembali.
Pintu mobil terbuka, Turunlah sang majikan dari dalam mobilnya. lalu menghampiri pak satpam yang ada di posnya.
"Pak Suryo, Mama kemana?, kok gelap sekali di dalam?" Tanya Majikannya heran saat sampai di sana.
"Oh itu, Sudah tidur mungkin mas Juna" Jawab Sang sopir berbohong.
Kata - kata Nyonya Elsa masih terngiang di telinganya.
"Pak, kalau pulang si anak tengil itu, katakan bahwa Saya sudah tidur, Anak itu sama sekali tidak disiplin, selalu pulang larut malam, ntah sampai kapan dia mau mengurusi kantor Papanya dengan benar, entah apa saja kerjanya, benar - benar bikin pusing" gerutu Elsa.
"Ba-aiklah Nyonya" Jawab Suryo binggung, harus menjawab apa.
"Aneh!", tidak biasanya lampu di padamkan seperti itu" Batin Juna Heran.
__ADS_1
"Ya sudah, terima kasih pak, kalau begitu, saya tinggal masuk kedalam pak"
Pak satpam hanya mengangguk menanggapinya, dan hanya menatap punggung majikannya menjauh yang sudah hilang di balik pembatas tembok utama.
"Maafkan saya mas Juna" katanya dalam hati.
Dengan Santainya Juna masuk tanpa merasa takut jika sang mama menghadangnya seperti biasanya,
Namun Baru saja 2 langkah memasuki ruang utama dalam keadaan gelap, tiba -tiba saja lampu dihidupkan,
Juna yang tadinya bersikap santai, kini menjadi tegang.
"Bagus, dari mana saja kamu!" sentak Elsa sambil menjewer telinga anaknya.
"Adu, duh duh, Sakit mah!" Rengek Juna seperti anak kecil.
"Mah, kok tega sih, sama anak sendiri" kata Juna lagi sambil mengusap usap telinganya
yang terasa perih.
"Kamu tu ya!, setiap hari bikin pusing mamah aja, kapan sih kamu dewasanya Juna" Kata Elsa tajam menatap anak sulungnya.
"Mah, ayolah, juna berhak atas hidup Juna sendiri, juna ini bukan anak kecil lagi, Juna ingin kebebasan mah" Juna membela dirinya.
"Apa katamu tadi ha!, Sudah berani membantah kamu, kebebasan apa?, bergaul dengan teman yang tidak jelas" Elsa kembali menjewer telinga anaknya itu, emosinya semakin meluap luap.
"Ampun mah, Ampun!, sudah ya, sakit ni telinga Juna di jewer terus" Kata Juna kesakitan.
__ADS_1
"Tidak!!, mama akan seperti ini terus, sampai kamu punya istri baru mama berhenti"
"Mama dan Papa sudah sepakat akan menjodohkan kamu dengan anak sahabat Papa,"
"Mah, tidak bisa begitu dong!, Juna berhak atas pilihan Juna sendiri, Inikan belum sampai 2 bulan mah, baru satu bulan" Kata Juna tak terima.
"mama Yakin!, kau tidak akan mendapatkannya dalam waktu 2 bulan" kata Elsa lagi geram.
"Sebaiknya persiapkan dirimu, Minggu depan Papamu pulang dari Spanyol, dan akan melangsungkan lamaran, Sahabat Papamu Juga sudah setuju atas kesepakatan ini, jadi jangan membantah!" Kata Elsa tegas.
Kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Juna yang masih Syok,
"Mah....Mamah..., dengarkan Juna dulu" pinta Juna.
"Ma... mammah" teriak Juna melihat Mamanya pergi menjauh, panggilan anaknya tak di gubrisnya. elsa Sudah masuk kedalam kamarnya dan membanting pintu Cukup keras.
Akhirnya Juna berjalan gontai menuju kamarnya, kenapa papa sama mamanya tega sekali menjodohkannya dengan orang yang tidak dicintainya sama sekali, Ya Allah, apa yang harus ku katakan juga pada Sarah, aku sudah terlanjur mengatakan padanya ingin menjadikannya istri, bagaimana bisa mama dan Papa menjodohkannya tanpa atas persetujuannya,
"Aakhhhhh, Kacau!" Umpat Juna frustasi, dan berjalan mondar mandir di dalam kamar sambil meremas rambutnya.
"Ya, Aku harus bergerak cepat!" Batin Juna.
Bersambung.....
Ayo dong tambah lagi dukungannya, biar tambah semangat Auhtornya buat nulis,
Jangan lupa juga tambahkan ke favorit ya.
__ADS_1
semakin banyak kalian vote, semakin semangat pulak author updatenya, terima kasih sayang kalian semua 🤗🤗🤗