
Tampak mobil Alphard bewarna putih terlihat memasuki halaman luas milik mansion nya, setelah berhasil memarkirkan mobilnya di garasi, kini dua orang yang ada di dalamnya keluar dari sana.
mereka berdua memasuki lift yang berada di Garasi tepatnya tidak jauh dari tempat parkiran mobilnya tadi.
Ting......
Pintu liftnya terbuka, mereka melangkahkan kakinya keluar , setelah itu berjalan dengan arah yang berlawanan Agung kekiri dan Karina kekanan.
Karina lebih dulu sampai di kamarnya, kemudian masuk dan mengunci nya dari dalam. Agung baru saja sampai di depan kamarnya kemudian ia masuk tanpa mengunci pintu kamarnya terlebih dahulu.
Karina baru saja selesai mandi kemudian memakai bajunya setelah itu ia memutuskan untuk beristirahat diliriknya jam di dinding sudah pukul 10 malam. Karina merebahkan tubuhnya di atas ranjang mewah miliknya, matanya terpejam sedetik kemudian dia sudah tertidur pulas.
Lain halnya dengan Agung...
Tanpa mandi terlebih dahulu, Agung langsung mendaratkan tubuhnya di atas ranjang yang berlapis emas. tanpa membuka setelan jasnya yang masih melekat di tubuhnya.
Agung memejamkan matanya tak membutuhkan waktu lama Akhirnya Agung pun tertidur dengan pulas nya.
Saking capeknya dia bahkan lupa untuk membukakan sepatu kantornya yang masih terbalut membungkus kakinya itu.
**************
Samar - samar Agung melihat seorang wanita yang duduk tidak jauh darinya tempat tidurnya, wanita itu duduk tepat di meja rias almarhumah istrinya.
akan tetapi wanita itu hanya duduk saja dengan kepala menunduk, Agung kembali menajamkan pandangannya setelah melihat dengan jelas Agung berusaha ingin mendekatinya. baru dua langkah...
" Stop!, tetaplah di sana mas " Katanya berhasil menghentikan langkah Agung.
" Lasmi " Panggilnya lembut.
Wanita itu diam tak menggubris panggilannya sama sekali.
Karena tak langsung mendapatkan jawaban dari sang Istri, kembali Agung melangkahkan kaki mendekatinya.
Lagi - lagi lasmi melarangnya untuk mendekatinya.
" berhentilah di sana Mas? "
__ADS_1
" Tapi kenapa? " Tanya Agung terus berusaha mendekati lasmi, malah dia tak peduli apa yang dikatakan lasmi barusan.
diam kembali.....
Saat sudah mendekat....
Haaaaap........
Agung memeluknya dari belakang, akan tetapi ia hanya mampu menembus tubuh sang istri tanpa mampu memeluknya.
Lagii....
Dan lagi Agung mengulangi hal yang sama ingin memeluk istrinya tetapi tetap tidak bisa memeluknya, Karena tubuhnya selalu menembus tubuh istrinya itu.
" Ke - kenapa aku tidak bisa memelukmu? Tanya Agung gugup.
" Sudah aku katakan, berhenti !, tetap saja kau masih mendekatiku " katanya datar.
" Lasmi aku merindukanmu, kenapa bisa seperti itu? Tanya Agung tak mengerti.
" Jangan bilang, kalau saat ini aku sedang...." katanya gantung
" Ya saat ini kau memang bermimpi " Potong Lasmi cepat.
" Tidak!, itu tidak mungkin lasmi, kau begitu nyata di hadapanku Sekarang " bantah Agung tak terima.
" Kau memang tidak pernah menerima takdirmu yang sudah di garisi dalam hidupmu, sama halnya kau tidak pernah bisa menerima anakku di dalam hidupmu " kata Lasmi mulai meninggi.
" A - apa ma - aksudmu? " tanyanya gugup.
" apa kata - kataku kurang jelas?, kau tidak bisa menerima kepergian ku, kau juga tidak bisa menerima kehadiran putriku, Kau sungguh egois Mas " Ucap Lasmi mulai emosi.
" selama ini perjuanganku telah sia sia berkorban untuk melahirkan putrimu berharap kau bisa menyayanginya dan memperlakukannya dengan baik, tapi nyatanya kau tidak bisa "
" Suatu saat kau akan menyesalinya mas, akan menyesalinya SEUMUR HIDUPMU " Bentak lasmi
Agung terkesiap mendengarnya.
__ADS_1
" Lasmi " Panggilnya lembut.
" Berhentilah bersikap manis padaku, Aku MUAK MENDENGARNYA !!!!, " Amarah Lasmi membuncah kala itu, semakin lama bayangan lasmi hilang separuh di pandangan Agung.
" Lasmi kumohon jangan pergi " Berusaha menyentuh tubuh istrinya namun sia sia.
Namun Lasmi benar benar menghilang dari pandangannya..
" Lasmiiiiiiiiiiiiiiiiiii " Teriak Agung tersadar dari mimpinya.
Teriakannya yang cukup keras membuat Karina terusik dan bangun.
" Papa " gumamnya.
Karina berjalan tergesa - gesa ke kamar papanya setelah sampai Karina langsung menerobos pintu kamar papanya tanpa permisi terlebih dahulu, beruntung kamarnya tidak di kunci dari dalam karena Agung lupa menguncinya, begitu masuk membuat Karina terkejut saat melihat Papanya sudah mandi keringat dan masih memakai setelan jasnya dan juga sepatu yang masih melekat di kakinya.
Karina mendekati Papanya...
" Papa, ada ap? " Tanya karina saat sudah di dekat Papanya.
Agung terlihat menghirup nafasnya untuk bisa bernafas dengan sempurna, dan merasa sesak di bagian dadanya. Karina dengan cepat meraih gelas yang berisikan air di atas nakas dan menuntun Papanya untuk meminumnya , setelah itu Karina kembali meletakkan gelas itu di sana.
" udah lebih baik sekarang pa? " Tanya Karina lembut.
Agung hanya mengangguk saja tanpa menjawabnya. Karina menyandarkan tubuh Papanya kebelakang, kemudian beranjak menuju ke kakinya, perlahan Karina membukakan sepatunya setelah itu Karina berusaha melepaskan jas yang masih melekat di tubuh Papanya.
" Ya sudah, Papa istirahat lagi ya, Papa itu kalo mau tidur ya setidaknya secapek apapun jangan lupa cuci wajah, cuci tangan dan kaki dan satu lagi jangan lupa berdoa sebelum tidur, agar mimpi buruk itu tidak datang "
" Iya " jawab Agung singkat.
" Ya sudah kalo gitu, Karina kembali kekamar ya pah "
" Iya "
Karina lekas pergi keluar menuju ke kamarnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.
Bersambung........
__ADS_1