Apa Salah Ku

Apa Salah Ku
BAB. 86. Kedatangan Juna


__ADS_3

Sementara itu di dalam mobilnya....


Juna memukul kepala stir mobilnya dengan kuat......dia tak terima perjodohan yang sudah papanya buat tanpa persetujuan darinya, terlebih lagi dia sudah berjanji kepada Sarah menginginkan gadis itu menjadi istrinya, apa yang harus Juna lakukan?, Bagaimana pun Juna akan memastikan perjodohan itu tidak akan terjadi, Sarah pasti akan kecewa padanya, Ya, Sarah tidak boleh mengetahui perjodohan ini.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sore harinya.......


Juna memutuskan untuk pergi ke mes Sarah, untuk menghilangkan kegelisahannya tentang perjodohan yang sama sekali tidak dia ketahui.


Sedangkan Sarah, baru saja keluar dari cafe tempat dia bekerja, karena shif pagi sudah berakhir dan di ganti dengan shif malam.


"Sarah" Panggil Maya saat Sarah baru saja beberapa langkah keluar dari cafe.


"Hm, apa?" Jawab Sarah cuek.


"Udah dong ngambeknya, capek tauh" Kata Maya cemberut, dan itu membuat Sarah tak tahan..... dan......


"Hahahahhahaha, siapa yang ngambek?" Sarah tertawa merasa geli dengan tingkah sahabatnya itu, bukannya menjawab malah bertanya balik ke Maya.


"Isss.......kok malah di ketawain sih, Aku serius Sarah, kan kamu marah sama aku" Kata Maya kesal melihat Sarah menertawakan dirinya.


"Siapa bilang aku marah, Aku tidak Marah" Ucap Sarah tersenyum.


"Lah, tadi siang kamu marah sama aku" Kata Maya sedih menunduk.


Sarah hanya tersenyum melihat tingkah Maya.


"Aku hanya pura - pura kok, kamu sih bikin orang kesal, emangnya enak aku kerjain" Ucap Sarah ingin tertawa, lalu menjulurkan lidahnya mengejek Maya.


Melihat hal itu membuat Maya kesal setengah mati....


"Oh, jadi kamu ngerjain aku dari tadi, pantes kayak orang bodoh aku kamu buat sar" Ucap Maya jengkel dengan Sarah.


"Hahahha...... iya, emangnya enak, weeeeek" Sarah tertawa senang lalu mengejek Maya yang berhasil membuatnya kesal.


"Sarah!!!!......Awas ya kamu!" Kata Maya kesal lalu mendekati Sarah.

__ADS_1


Akan tetapi Sarah menghindar dan berlari menjauhi Maya yang lagi kesal kepadanya.


"Sarah berhenti!!!!" Teriak Maya kesal,


Dan akhirnya keduanya berlari sambil kejar - kerjaran, sedangkan Sarah terus berlari menghindari Maya, tanpa Sadari menabrak tubuh seseorang di depannya.


BRUUUKKKKKK.....


Tubuhnya terbentur cukup keras di dada bidang lelaki itu, yang berdiri tepat di hadapannya.


"Aaawwwww" Sarah meringis kesakitan dan terduduk di tanah.


Maya yang melihat itu terkejut, langsung menghampiri sahabatnya, Namun sosok yang berdiri di hadapan Sarah telah lebih dulu mengulurkan tangan ke hadapan Sarah, dan membuat langkah maya melambat saat mendekati Sarah.


Sarah mendongakkan wajahnya agar bisa melihat siapa yang ia tabrak tadi, daan....


"Mas Juna" Seru Sarah kaget.


Ya lelaki, yang di tabrak oleh Sarah tadi adalah Juna, yang sengaja menunggu Sarah di depan mes nya, begitu Juna melihat Sarah menuju ke arahnya, Juna hanya berdiri dari kejauhan memperhatikan tingkah lakunya bersama sahabatnya Maya, namun karena keasyikan memperhatikan Sarah, sampai tak menyadari Sarah mendekati ke arahnya dan tak dapat menghentikan hantaman keras yang terbentur di dadanya yang cukup keras, Juna tersadar yang sedikit melamun pada saat itu.


Juna tersenyum... masih mengulurkan tangannya dan sedikit mencondongkan tubuhnya ke hadapan Sarah.


"Maaf mas" Ucap Sarah merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, apakah sakit??" tanya Juna malah menghawatirkan Sarah.


belum sempat menjawab, sudah lebih dulu Maya menghampiri keduanya dan bertanya....


"Sarah, apakah kau baik- baik saja" Kata Maya begitu sampai di tempat keduanya.


Mendengar itu, keduanya menatap ke arah Maya yang ngos ngosan kehabisan nafas karena tenaganya terkuras terlalu lama main kejar kejaran dengan Sarah.


Sarah tersenyum menatap sahabatnya.


"Aku tidak apa- apa Maya" Ucap Sarah yang tidak ingin membuat sahabatnya khawatir.


"Benarkah begitu???" Tanya Maya tak percaya.

__ADS_1


"Iya, aku baik- baik saja may" Jawab Sarah meyakinkan Maya.


"Syukurlah kalau begitu" Ucap Maya lega.


Sementara itu Juna menatap tak percaya dengan gadis yang berdiri dihadapannya itu, mungkin bisa membohongi Maya, tapi tidak bisa membohongi dirinya, bagaimana bisa dia mengatakan baik- baik saja sementara benturan tadi cukup keras mengenai dada bidangnya, ia yakin sekali Sarah hanya berpura pura agar Sahabatnya tak menghawatirkan dirinya.


Maya yang baru sadar kehadiran Juna, kini beralih menatap pria yang didekat Sarah. membuatnya merasa tak enak hati pada pria tampan itu.


Maya menjadi salah tingkah, begitu tatapannya bertemu dengan Juna, dan menunduk malu.


"Ya sudah kalau begitu Sarah, karena kau baik- baik saja, aku pamit dulu ya, oya... Maaf ya untuk hal ini" Kata Maya terburu- buru, Maya merasa sungkan berada diantara keduanya.


"Kok.... buru- buru amat sih May" Ucap Sarah heran dengan sikap Maya.


"Eng- i itu, Aku baru ingat harus nemani Bibi belanja" Maya beralasan.


"Ya udah aku pergi ya" Ucap Maya sambil berlalu meninggalkan keduanya tanpa menunggu jawaban dari Sarah.


Sarah menghela nafasnya melihat Maya pergi begitu saja...


sejak tadi Juna diam dan hanya


memperhatikan kedua sahabat itu berbicara.


"Apakah sakit?" Juna angkat bicara setelah lama terdiam dan mengulang pertanyaan yang sama dengan yang tadi.


Sarah tersadar, bahwa ada juna saat ini di sampingnya.


"E eh........anu, ti tidak sakit k kok" jawab Sarah terbata - bata.


Kemudian Juna tersenyum karena Sarah membohonginya.


"Kau mungkin bisa membohongi sahabatmu, tapi tidak bisa membohongiku" Kata Juna tersenyum.


Sarah menelan Saliva nya.....


Ya, memang Sarah merasakan sakit di bagian tubuhnya karena terbentur cukup keras pada Juna apalagi kepalanya yang lebih sakit saat ini..

__ADS_1


"Mas... kok bisa ada disini?" Tanya Sarah mengalihkan pembicaraan Juna.


Bersambung.........


__ADS_2