ATHAYA?

ATHAYA?
6-"Hai, Athaya"


__ADS_3

"Ath?"


"Hm?"


"Mereka kok ngeliatin kita kayak gitu ya?"


"Ngelihatin lo kali"


"Nggak lah, ih sumpah serem banget asli"


Mereka duduk di kursi yang telah disediakan disana, Athaya memandang ke arah kiri kanan, banyak yang menaruh tatapan mata pada dirinya dan Aris, atau malah dirinya sendiri?


Tak ayal, Athaya sudah bisa menduganya, bukan termasuk sombong atau apapun, tapi perlakuan mereka waktu SMP itu benar-benar keterlaluan mulai dari dia yang sedang tak melakukan apa-apa tiba-tiba saja diguyur air es oleh teman-temannya


Dan yang paling memalukan yang pernah ia alami adalah ketika teman-temannya dengan sengaja mengikatnya di pohon mangga belakang sekolah sebelum mereka mengguyur Athaya dengan air got


Dan saat dilaporkan mereka malah dengan teganya bekerja sama seolah-olah itu adalah murni kesalahan Athaya


Sialan! Bahkan sampai saat ini Athaya masih mengingat jelas bagaimana tampang angkuh mereka dulu, namun Athaya mengerti dirinya disini bukan datang untuk membalaskan dendam apapun, dia hanya ingin melihat kembali kenangannya dulu disini, tak lebih


"Ath? Jujur ya, saya masih gak percaya loh lo bisa berubah seratus persen gini, kayak ini bukan Athaya yang saya kenal"


"Terus lu kenalnya gue yang kayak gimana? Gue yang sering di rundung itu ya"


"Jujur iya"


Athaya agak melirik ke arah Aris sebelum cowok itu melanjutkan


"Ya tapi kan saya gak ikutan"


Athaya kembali mengarahkan matanya ke panggung depan aula sekolah


"Tapi bukannya lo pindah pas kelas 8 ya?" Sambung Aris


"Iya banyak yang gak tau memang, dikiranya gue pindah sekolah, padahal gue masih sekolah disini cuman istilahnya gue dikasih tugas guru dari rumah, dan nyokap gue juga sengaja gak ngasih tahu ke semuanya"


Aris mengangguk singkat, oh rupanya begitu...


Para alumni sudah berkumpul di sana, dan acara sudah resmi di mulai, walaupun begitu, saat MC sudah ngalor ngidul bahas acara ini, masih terdengar ada beberapa anak yang membahas tentang kehidupannya


Ada yang katanya ikut olim lah, jadi paskibra lah, udah punya mobil, gandengan baru, semua itu nyaring masuk di telinga Athaya, dan banyak juga yang sepertinya kepo tentang dia


Tadi ada beberapa anak yang berbisik tentang kehadiran Athaya dan sudah dapat ditebak kalau ujungnya kaum hawa yang bertingkah caper didepannya


Tapi tak satupun di gubris Athaya


Setelah beberapa acara berlangsung, tak lama setelahnya mereka diajak untuk bersalaman dan bermain permainan bersama, tapi saat itu semua akan di mulai mata Athaya menangkap siluet seorang wanita yang duduk di kursi roda


Athaya mengingat sesuatu, ya benar! Dia adalah mentari, gadis disabilitas yang memakai kursi roda dan sahabatnya Ivana


"Iva? Kamu suka sandwich strowberi kan? Ini aku bawain dua buat kamu jangan lupa dimakan ya"


Mereka terlihat saling kejar. Bukan, Ivana lah yang sedang mengejar Tari yang sepertinya sedang tak baik-baik saja


"Tari Lo mau kemana?" Tanya Iva sambil sedikit terengah


"Lo kesana aja Va, gue tunggu dimobil aja sampe acaranya kelar"

__ADS_1


"Nggak lah gue kesini kan bareng Lo, masak Lo mau menyendiri sih"


Tak butuh waktu lama setelah melihat pemandangan itu, Athaya melangkah dari kursi untuk berusaha menghampiri namun dua detik setelahnya tangannya berhasil dicekal oleh Aris


"Mau kemana?"


"Kesana bentar"


"Eh eh eh nggak usah, saya nggak ada temennya nanti, disini aja"


Athaya hanya menurut dan bukankah jika dia menerobos keluar dia malah jadi pusat perhatian? Karena tempat duduknya saat ini berada di barisan paling depan, matanya menatap tajam dua gadis di sana sebelum keduanya terlihat pergi ke arah parkiran


"Ada apa sih Tar?"


"Mereka itu ngeselin banget tau gak? Dari dulu gue selalu di ejek sama mereka, bahkan sampai sekarang juga kayak gitu"


Ivana hanya membuang nafas kasar, dia tau betul apa yang dirasakan Tari, untuk itu dia lebih memilih duduk di bangku dekat sana


"Lo ke sana aja Va"


"Terus lo gimana?"


"Ya disini, udahlah Lo jangan terlalu khawatirin gue, gue udah gede Va, lebih baik Lo kesana lagi gak sopan ninggalin acara"


"Trus kalo gini gak sopan Lo apa?"


"Iya makannya biar Lo gak sama kayak gue, gue emang gak sopan Va, udahlah kesana aja Lo"


"Ya udah lah kalau Lo gitu, jaga diri ya tunggu sampe acaranya selesai"


"Iya, gue gak bakal kabur kali, ini kan mobil Lo"


Tari tak habis pikir dengan orang-orang itu, orang yang tak punya hati nurani melebihi hewan sekalipun, mati-matian Tari menahan tangisannya, memang apa salahnya jika dia tak bisa berjalan normal?


Sudah lama dia memendam ini, berpura-pura kuat di depan semuanya agar dia tak disangka memiliki mental yang lemah, tapi jika terus-menerus seperti ini apa yang harus ia lakukan?


"Oh, dia dateng juga ternyata, gue kasihan sih sama dia kasihan juga sama Ivana yang udah kayak babunya"


"Iya, dia gak nyadar apa? Pake embel-embel sahabatan lagi, padahal udah jelas-jelas orang lumpuh itu pengen manfaatin si Iva"


"Lihat aja pasti gak lama anak itu"


Kelunya bibir Tari tak bisa membalas omongan orang-orang itu, karena memang benar apa yang dia bilang kalau selama ini ia hanyalah beban bagi seorang Ivana, hanya beban


...--...


Setelah pertemuan yang cukup melelahkan bagi Ivana, ada saja masalah yang dihadapi, seperti saat ini bisa-bisanya kunci mobilnya hilang, entah ia taruh dimana kunci itu, orang-orang sudah pergi dan hanya segelintir dari mereka yang masih asyik bercengkrama


Dan tak ada yang membantu Ivana, parah!


"Nih"


Mungkin tuhan sudah kasihan melihat Ivana kebingungan begitu, dahinya berkerut dan netranya menyipit melawan sinar matahari yang menerobos masuk di matanya


"Thanks"


"Iya"

__ADS_1


"Tunggu"


Athaya berhenti melangkah lalu berbalik, "apa?"


"Kita udah ketemu sebelumnya kan?"


"Mungkin, udah"


"Tapi, maaf Athaya, kayaknya aku udah nggak suka sama kamu lagi deh" ujar Ivana menunduk


"Maksud kamu apa?" Athaya mulai memandang tak suka


"Sori, tapi maaf aku mau fokus belajar dulu Ath maaf ya"


"Kamu kok gitu sih? Oh apa karena kamu suka sama Ali anak kelas sebelah itu ya?"


"Nggak Ath-"


"Hallah...bohong kan kamu, apasih yang kamu suka dari Ali, muka dia itu kayak monyet kan kurus, terus kamu apa-apaan lagi pasti kamu di pelet sama brengsek itu ya?"


"Ath! Kamu ngomong apa sih?"


"Jangan tolol dia itu buaya, kamu jangan bego mau sama dia"


"Athaya!"


"Ah udahlah, anjrit!!"


Ivana agak termenung sejenak sebelum tiba-tiba saja cowok itu kembali berjalan berlawanan arah darinya


Dia seperti cowok SMP yang mengajaknya berpacaran dulu, yang Ivana berusaha untuk memberitahunya untuk tidak usah lagi mengejarnya karena ingin fokus belajar dulu


Tapi malah berujung cowok itu menyumpah serapahinya di ujung koridor beberapa tahun lalu


Apa dia?


"Tunggu..tunggu..tunggu.. lo? Athaya?" Ivana menghampiri cowok itu


"Nggak! kadal gue!" Jawabnya ketus


"Kemana aja lo baru nongol?lo berubah Ath!"


"Basi lo!"


"Tuh basi lo Ivana!" Entah datang dari mana Aris dengan muka sok juteknya menghampiri Athaya dan Ivana


"Aris?"


"Ya! Kenapa kalau gue, pangling kan Lo lihat gue yang udah glow up cetar membahana badai halilintar ****** beliung gini"


"Apaan si Lo Ris gak jelas tau gak!" Jawab Ivana tak kalah judes


"Udah yuk Ris pulang aja, semoga aja besok kita ketemu" Athaya tersenyum singkat yang seketika saja membuat hati Iva mendesir perlahan


Kalau dilihat-lihat Ivana masih sama seperti dulu, tak banyak berubah darinya, gadis yang cantik dan sederhana pengagum warna putih bersih seperti kulitnya


Tak ayal Athaya masih menyukainya

__ADS_1


...--...


__ADS_2