
" Lo enak magang di tempat bokap Lo sendiri , fan ! Lah gua malah magang di pabrik Es ," ucap Huda kepada Arfan dengan muka lesu .
" Itu ma derita Lo ," sindir Dhika sambil memainkan permainannya.
Kali ini mereka sedang bermain PS di rumah Arfan . Sepulangnya dari kampus tadi Dhika dan juga Huda mengikuti Arfan ke rumahnya. Karena memang hanya ada satu mata pelajaran saja.
" Alhamdulillah... deh. Untung bokap gua yang minta kampus agar gua bisa magang di perusahaan. Lagian kalian tahu sendiri kalau gua kan juga kerja disana sebagai kerja paruh waktu."
" Mereka tahu nggak kalau Lo adik dari CEO sekaligus putra dari pemilik perusahaan itu?" tanya Huda penasaran.
" Boro-boro... bokap bilang , gua mesti mulai dari nol . Jadi identitas gua disembunyikan," jawab Arfan santai.
" Abang Lo kan dulu juga gitu."
" Ya ... lagian gua juga nggak masalah kok. Jadi gua bisa ngerasain langsung apa yang dirasakan oleh karyawan sebelum jadi orang besar."
" Setuju gua."
" Kok Lo diam aja si Dhika , komen kek !"
" Gua lagi konsentrasi nih !"
" Ya elah ... ni anak !"
" Ayo makan dulu . Arfan .... ajak teman-temanmu makan sana !" kata mama Arfan dengan ramah .
" Sebentar ma !"
" Makan dulu sayang ... habis ini tolong bantu mama nganterin ni baju buat pelanggan mama. Tadi ketinggalan di butik , orangnya buru-buru," lanjut sang mama.
" Iya deh ... kok nggak nyuruh pak Ujang aja sih ma!"
__ADS_1
" Pak Ujang tadi ikut Abang mu ke luar kota ."
" Kemana ?"
" Ke Surabaya."
" Kok nggak naik pesawat Tante ?" tanya Dhika penasaran. Bukankah Jakarta Surabaya itu jauh . Lebih cepat naik pesawat kan ?
" Abang gua trauma . Kekasihnya meninggal saat naik pesawat," jawab Arfan santai.
" Betul Tante ?"
Mama Arfan hanya tersenyum dan mengangguk . Kemudian meninggalkan tempat itu . Dhika jadi tidak enak hati . Dia mengalihkan pandangannya ke arah Arfan.
" Mama Lo marah ?"
" Ngapain?"
" Gua tanya seperi itu ."
" Benar-benar Lo nyokap sendiri dipanggil singa," kata juga geleng-geleng kepala.
Arfan memang terkenal dingin dan cuek . Tetapi tidak akan menyangka jika bersama dengan keluarga atau sahabatnya. Dia bisa manja dan juga jail .
Mereka ke ruang makan beriringan . Sesekali saling timpuk . Setibanya di ruang makan mereka langsung disuguhi dengan berbagai macam olahan seafood. Hu ....sangat menggugah selera 😋😋😋.
" Mm.... bikin ngiler!"
" Jangan cuman di lihat doang dong , ayo makan !" kata mama Arfan sambil membawa gadis kecil yang cantik . Tak lain adik arfan.
__ADS_1
" Baru bangun princess!"
" Princess belum tidur kok kak !" sanggah princess sambil duduk di samping sang kakak.
" Princess mau lauk apa , sayang ?" tanya mama arfan yang mengambilkan makanan untuk princess.
" Kerang sama cumi."
" Segini cukup?"
" Cukup ma , terimakasih," kata princess sambil menerima makanan yang telah di ambilkan.
Satu persatu mengambil makanan sesuai selera.
" Enyak Tan 👍👍," kata Dhika saat mulutnya masih masih penuh.
" Habisin dulu makanan yang di mulut baru ngomong ," ujar Arfan.
" Gua beneran loh enak banget , bener nggak Huda !"
" 👍👍👍"
" Makanan mama memang enak . Princess aja mau nambah ."
" Yang di piring aja masih belum habis dek !"
" Ya nanti atuh bang ."
" Makan yang banyak... Tante masak banyak kok . Papa sama abang sudah saya kirim tadi ."
" Siapa yang kirim ma ?"
__ADS_1
" Kurir dong ... kan sekarang serba canggih !"
" Tante emang the best!"