Aulia Bilqis

Aulia Bilqis
Ke rumah Arfan


__ADS_3

" Lo enak magang di tempat bokap Lo sendiri , fan ! Lah gua malah magang di pabrik Es ," ucap Huda kepada Arfan dengan muka lesu .


" Itu ma derita Lo ," sindir Dhika sambil memainkan permainannya.


Kali ini mereka sedang bermain PS di rumah Arfan . Sepulangnya dari kampus tadi Dhika dan juga Huda mengikuti Arfan ke rumahnya. Karena memang hanya ada satu mata pelajaran saja.


" Alhamdulillah... deh. Untung bokap gua yang minta kampus agar gua bisa magang di perusahaan. Lagian kalian tahu sendiri kalau gua kan juga kerja disana sebagai kerja paruh waktu."


" Mereka tahu nggak kalau Lo adik dari CEO sekaligus putra dari pemilik perusahaan itu?" tanya Huda penasaran.


" Boro-boro... bokap bilang , gua mesti mulai dari nol . Jadi identitas gua disembunyikan," jawab Arfan santai.


" Abang Lo kan dulu juga gitu."


" Ya ... lagian gua juga nggak masalah kok. Jadi gua bisa ngerasain langsung apa yang dirasakan oleh karyawan sebelum jadi orang besar."


" Setuju gua."


" Kok Lo diam aja si Dhika , komen kek !"


" Gua lagi konsentrasi nih !"


" Ya elah ... ni anak !"


" Ayo makan dulu . Arfan .... ajak teman-temanmu makan sana !" kata mama Arfan dengan ramah .


" Sebentar ma !"


" Makan dulu sayang ... habis ini tolong bantu mama nganterin ni baju buat pelanggan mama. Tadi ketinggalan di butik , orangnya buru-buru," lanjut sang mama.


" Iya deh ... kok nggak nyuruh pak Ujang aja sih ma!"

__ADS_1


" Pak Ujang tadi ikut Abang mu ke luar kota ."


" Kemana ?"


" Ke Surabaya."


" Kok nggak naik pesawat Tante ?" tanya Dhika penasaran. Bukankah Jakarta Surabaya itu jauh . Lebih cepat naik pesawat kan ?


" Abang gua trauma . Kekasihnya meninggal saat naik pesawat," jawab Arfan santai.


" Betul Tante ?"


Mama Arfan hanya tersenyum dan mengangguk . Kemudian meninggalkan tempat itu . Dhika jadi tidak enak hati . Dia mengalihkan pandangannya ke arah Arfan.


" Mama Lo marah ?"


" Ngapain?"


" Gua tanya seperi itu ."


" Benar-benar Lo nyokap sendiri dipanggil singa," kata juga geleng-geleng kepala.


Arfan memang terkenal dingin dan cuek . Tetapi tidak akan menyangka jika bersama dengan keluarga atau sahabatnya. Dia bisa manja dan juga jail .


Mereka ke ruang makan beriringan . Sesekali saling timpuk . Setibanya di ruang makan mereka langsung disuguhi dengan berbagai macam olahan seafood. Hu ....sangat menggugah selera 😋😋😋.



" Mm.... bikin ngiler!"


" Jangan cuman di lihat doang dong , ayo makan !" kata mama Arfan sambil membawa gadis kecil yang cantik . Tak lain adik arfan.

__ADS_1


" Baru bangun princess!"


" Princess belum tidur kok kak !" sanggah princess sambil duduk di samping sang kakak.


" Princess mau lauk apa , sayang ?" tanya mama arfan yang mengambilkan makanan untuk princess.


" Kerang sama cumi."


" Segini cukup?"


" Cukup ma , terimakasih," kata princess sambil menerima makanan yang telah di ambilkan.


Satu persatu mengambil makanan sesuai selera.


" Enyak Tan 👍👍," kata Dhika saat mulutnya masih masih penuh.


" Habisin dulu makanan yang di mulut baru ngomong ," ujar Arfan.


" Gua beneran loh enak banget , bener nggak Huda !"


" 👍👍👍"


" Makanan mama memang enak . Princess aja mau nambah ."


" Yang di piring aja masih belum habis dek !"


" Ya nanti atuh bang ."


" Makan yang banyak... Tante masak banyak kok . Papa sama abang sudah saya kirim tadi ."


" Siapa yang kirim ma ?"

__ADS_1


" Kurir dong ... kan sekarang serba canggih !"


" Tante emang the best!"


__ADS_2