
Setelah makan Arfan mandi dan sholat dhuhur. Sedangkan dua sahabatnya pulang kerumah masing-masing. Setelah sholat Arfan pergi ke rumah pelanggan mamanya.
Arfan tiba di rumah yang tak kalah mewah dengan rumahnya. Dia mencocokkan alamat yang ia terima dari mamanya . Setelah memastikan kebenarannya dia langsung turun .
" Selamat siang pak ... apa benar ini rumah nyonya Lily ?"
" Benar den ada yang bisa saya bantu ?"
" Nyonya lily nya ada di rumah pak ?"
" Kebetulan nyonya lagi keluar den ."
" Kalau begitu ... bolehkah saya menitipkan sesuatu pada bapak?"
" Tentu !"
" Tadi pesanan nyonya _"
Tiba-tiba ada mobil yang datang . Ternyata Aulia baru pulang dari kampus.
Tin tin tin
" Maaf den boleh pinggirkan mobilnya sebentar . Nona saya mau masuk . Dan aden bisa titip langsung barang itu pada putri nyonya Lily."
" Tapi _"
" Tolong," ucap satpam itu dengan ramah .
" Baik pak ."
Arfan meminggirkan motornya ke samping . Mobil yang tadi berada di belakang langsung masuk begitu gerbang di buka secara otomatis . Arfan ikut pun ikut masuk . Dia turun dari motor , menunggu si tuan rumah turun .
Seorang pria paruh baya turun dari kursi kemudi . Kemudian menghampiri satpam . Entah apa yang mereka bicarakan, tapi setelah itu sopir itu menghampiri Arfan .
" Maaf yan den ... nona muda ketiduran di mobil . Apa bapak boleh minta tolong ?" tanya sopir itu ragu-ragu. Arfan merasa curiga .
" Selagi saya mampu kenapa tidak pak !" ucap Arfan meski ada keraguan di dalam hati nya.
" Mari ikut bapak ," ajak sopir itu menghampiri mobil yang tadi ia kendarai. Arfan mengikuti dibelakang. Kemudian sopir itu membuka pintu belakang.
" Tolong angkat kan nona kami ke kamarnya dong !" pinta pak sopir .
" Ha ? .... bukankah bisa mengangkatnya sendiri ," kata Arfan secara halus menolaknya.
" Lihat bapak den !"
Arfan melihat pria di depannya . Sepertinya usianya lebih tua sang papa . Penampilannya juga ....
" Apa bapak selama bekerja disini di sia-siakan?" tanya Arfan tidak bisa mengerem kata-katanya. Sopir itu sampai melongo . Dia melihat badannya yang memang kurus kering . Tetapi bukan karena sang majikan menyia-nyiakan nya .
" Aden bisa saja ... sebenarnya saya sakit paru-paru den . Akibatnya badan saya jadi begini ," kata sopir itu dengan sendu .
" Memangnya majikan bapak tidak ikut mengobati ?"
" Kalau saya tidak diobati ma mungkin saya tidak lagi di sini ... den . Mungkin sudah punya rumah lagi di _.... eh kok jadi ngobrol gini . Boleh kan den ?" pinta sang sopir dengan muka memelas .
__ADS_1
" Bukankah ada Pak _" Arfan baru mau bilang jika ada pak satpam. Tetapi ada mobil yang tiba-tiba masuk .
Tin ! .... Tin ! .... Tin
Mereka masih menunggu siapa gerangan pemilik mobil . Seorang pemuda tampan dengan pakaian santainya turun dari mobil . Kemudian mendekat ke arah Arfan dan sang sopir.
" Assalamualaikum..." sapa pemuda itu dengan ramah.
" Wa alaikum salam warahmatulloh... cari siapa ya ?"
" Sepertinya pak Dadang sudah lupa sama saya . Padahal baru tiga tahun tidak kesini ," kata pemuda .
" Aden kenal bapak ?" tanya sang sopir yang ternyata bernama pak Dadang .
" Ya Alloh..... ya kenal to pak . Saya Yusuf keponakannya om Rangga."
" Astaghfirullah.... maaf den . habis Aden tambah ganteng sih , jadi kan pak Dadang pangling ."
" Bapak bisa saja . Om sama Tante ada di rumah tidak ?"
" Sepertinya tidak ada den," jawab pak dadang ramah . Arfan yang berdiri diantara mereka seperti tidak dianggap. Dia hanya menatap dua orang di depannya tanpa berniat untuk menyela.
" Kalau Aul ?"
" Lagi tidur den ... itu di mobil ," tunjuk pak Dadang .
" Kok bisa tidur di mobil ?" tanya Yusuf heran . Bukankah jarak rumah sampai sampai kampus tidak terlalu lama.
" Sepertinya kondisi non Aul belum fit den . Tadi saat masuk mobil nampak pucat."
" Non baru sembuh dari koma , den ."
" Astaghfirullah kok nggak ada yang bilang sama aku sih . .. jangan-jangan Aul pingsan pak ," ujar Yusuf panik .
Yusuf segera ke dalam mobil untuk memeriksa keadaan Aulia. Arfan pun kaget , dia tidak menyangka jika rumah yang dia datangi ternyata rumah Aulia. cewek yang dulu sering mengejarnya sebelum terjadi kecelakaan yang membuatnya koma.
Yusuf menggendong Aulia ke dalam rumah dengan cepat . Arfan mengikutinya dari belakang. Begitupun dengan pak Dadang . Mereka juga khawatir dengan kondisi Aulia.
" Dek !.... bangun dek ," kata Yusuf dengan menggoyang badan Aulia. Aulia di rebahkan di sofa besar yang ada di ruang keluarga. Tidak ada tanggapan apapun dari Aulia. Matanya masih terus terpejam.
" Apa ada minyak angin ?" pinta Yusuf entah pada siapa. Arfan segera berlari ke luar rumah . Di dalam mobil ada kotak p3 k yang sering ia bawa. Setelah mengambil minyak angin dia kembali ke dalam rumah .
" Ini !" Arfan memberikan minyak kayu putih itu kepada Yusuf. Kemudian dia menjauh sedikit untuk menelpon dokter keluarganya.
" Assalamualaikum..."
" ...."
" Bisakah dokter datang ke alamat ini *****."
" ...."
" Alhamdulillah... kalau begitu saya tunggu kedatangannya Dok."
Arfan menutup telponnya dan kembali ke tempat Yusuf yang masih berusaha membangunkan Aulia. Tetapi ternyata tidak ada hasilnya.
__ADS_1
" Bagaimana kak ?"
" Belum berhasil ... nggak punya nomer dokter lagi ," gumam Yusuf tetapi masih bisa di dengar oleh arfan .
" Arfan baru saja telpon dokter keluarga kami . Kebetulan ada di dekat sini . Insya Alloh sebentar lagi sampai," kata Arfan membuat Yusuf agak lega. Kemudian dia sadar jika tidak mengenal pemuda di depannya ini .
" Kamu siapa ?"
" Maaf kak ... tadi belanjaan Tante ada yang ketinggalan di butik mama saya. Saya disuruh mama untuk mengantarkannya kesini," jawab Arfan dengan sopan.
" Kirain temannya Aul . Dimana sekarang barangnya?"
" Barangnya ada di motor . Kebetulan saya juga teman kampusnya Aul ."
" Begitu rupanya... Lebih baik sekarang kita duduk aja dulu. "
" Oke !"
Mereka berdua duduk di sofa kosong yang ada di situ. Panda mereka tak lepas dari Aulia yang masih belum sadar .
" Siapa namamu?" tanya Yusuf tanpa mengalihkan pandangannya dari Aulia.
" Arfan kak ."
" Bagus juga .... satu jurusan sama tuh anak ?"
" Bukan kak . Dia jurusan desain dan saya jurusan bisnis."
" Kok bisa kenal ?"
" Kan Masih satu gedung . Jadi masih sering berinteraksi," jawab Arfan tanpa membocorkan jika Aulia mengejar-ngejar dia .
" Assalamualaikum ..."
" Wa alaikum salam warahmatulloh..."
" Silahkan dok ... tolok anda periksa kondisi teman saya ," kata Arfan pada orang yang baru saja datang . Ternyata dia adalah dokter keluarganya
" Baik .... permisi ," ijin dokter itu . Lalu mendekati Aulia untuk diperiksa .
Dokter itu mengambil stetoskop dan alat lain guna memeriksanya.
" Sepertinya.... pasien mengalami kelelahan dan juga banyak pikiran . Dilihat dari kondisinya apakah dia baru sembuh?"
" Benar dok .... dia baru pulih dari koma ."
" Innalilahi.... apa dia baru mengalami kecelakaan?"
" Sepertinya dok ," ucap Arfan dengan ragu . Sebab dia memang tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi pada Aulia. Yusuf melirik Arfan bingung .
" Apakah dia mengalami trauma?"
" Ha ????"
Apa yang sebenarnya terjadi ?
__ADS_1
Apa sebenarnya penyebab Aulia koma ?